Hidayatullah.com- Di tengah masa sulit karena status pandemi di Indonesia sejak tiga bulan ini , ternyata tidak menyurutkan masyarakat untuk beramal mencari pahala. Salah satunya adalah berwakaf al-Qur’an.
Hal ini terbukti dengan pencapaian Badan Wakaf Al Quran (BWA) yang mencatat sampai akhir April lalu mencapai satu juta al-Qur’an yang telah disalurkan ke wilayah di Indonesia.
“Sejak 2007 sampai dengan tanggal 30 April 2020 (12 tahunan, red), al-Qur’an yang sudah dihimpun dan didistribusikan BWA ke pelosok nusantara mencapai 1.014.053 mushaf al Quran,” kata Chief Executive Officer (CEO) BWA, Ustaz Heru Binawan dalam konferensi pers di hadapan puluhan wartawan melalui aplikasi virtual zoom di Jakarta, Rabu (10/05/2020).
Selanjutnya, ia mengatakan, program distribusi al-Qur’an ini telah dimulai sejak tahun 2007 silam yang sudah disalurkan dari Aceh sampai pedalaman Papua.
Selanjutnya, Heru mengatakan titik kritis untuk program wakaf ini bukan pada penghimpunan wakaf melainkan masalah penyaluran.
“Distribusi menjadi kendala BWA sampai saat ini, apalagi kalau sudah ke pelosok wilayah Indonesia,” katanya.
Hal tersebut diamini Direktur Program BWA, Hazairin Hasan. Ia mengatakan bahwa program ini masih terbentur dengan persoalan penyaluran.
Ia mencontohkan saat BWA mendistribusikan ke wilayah salah satu pulau terpencil di Indonesia. “Pernah kami menempuh perjalanan jalur laut dengan kapal kecil sampai 40 jam untuk penyaluran,” imbuhnya.
Heru Binawan juga mengatakan bahwa pencapaian ini tidak lain atas kehendak Allah dan doa dari masyarakat.
Dengan mengusung tagar #2020SejutaQuran Kuatkan Indonesia, BWA berharap akan lebih meningkatkan kinerja dalam pendistribusian al-Qur’an. “Di tahun 2020 ini dan kedepannya insya Allah kami akan lebih melakukan penetrasi ke daerah daerah terpencil, doakan kami,” pungkasnya.
Sebelumnya, BWA telah menyalurkan al-Qur’an hingga pulau dan pedalaman terpencil. Di antaranya pedalaman Halmahera, NTT, Papua, Bangka Belitung, dan lainnya.*