Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Beberapa Pondok Pesantren Siap Terima Kembali Kehadiran Para Santri

Rofi' Munawwar
Terakhir diupdate: 11 Juni 2020 20:32 8:32 pm
Rofi' Munawwar
Dipublikasikan 11 Juni 2020 20:32
Bagikan
Santri Ma’had Al Ittihad al Islamiyah
Bagikan

Hidayatullah.com–Tak lama menunggu waktu dan larut dengan pandemi virus corona, beberapa pesantren berbenah siap untuk menerima kehadiran para santri.

Beberapa pondok pesantren telah memulai pembelajaran.  Pondok Pesantren Al Ikhlas, Singosari, Kabupaten Malang Jawa Timur misalnya, telah mempersiapkan kehadiran kembali para santri pada 27 Juni 2020 yang akan datang.

“Seluruh prasarana dan sarana menyambut kehadiran para santri disesuaikan dengan protokol kesehatan, “ kata Mudir Ma’had Al Ikhlas, H. Muhammad Ali Zubair.

Karena masih masa pandemi, pondok pesantren telah menyiapkan fasilitas kesehatan, asrama karantina minimal sepekan untuk semua santri sebelum melakukan aktifitas keseharian pondok. Menurut Zubair,  Pesantren Al Ikhlas telah menyiapkan 3 skenario skrining kedatangan para santri.

Pertama, santri datang langsung masuk ruang skrining kesehatan yang dikawal para dokter dan tenaga medis kerjasama dengan Puskesmas dan Rumah Sakit Saiful Anwar Malang.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Pihak pesantren akan memeriksa kesehatan para santri, termasuk telah mendaftarkan 140 santri untuk menjalani rapid test.  Para santri juga mendapat fasilitas karantina sepekan dengan pemberian vitamin dari pondok, herbal, serta dilengkapi dengan disinfektan dan hand sanitizer.

Kedua, dilakukan skrining psikis. Yaitu pelayanan yang diberikan pondok kepada para santri untuk dijalaninya edukasi psikologis. Motivasi santri dikembalikan kesesuaian mental, bakat, dan kesiapan belajar dari belajar online ke pembelajaran semua ala khas pembelajaran kepesantrenan.

Ketiga, skrining akademik. Yaitu selama pulang di rumah pembelajaran melalui online dinilai telah menghancurkan pola pendidikan khas pesantren. Seperti adab dan taklim muta’alaim tidak berjalan normal sesuai dengan pendidikan pesantren.

“Skrining ini untuk mengembalikan lagi ruh belajar dan pembelajaran pendidikan khas pesantren. Jadi, penguatan pendidikan dan proses belajar kepesantrenan harus ditegakkan lagi, “ tegas Ustad Zubair.

Hal yang sama dilakukan oleh pesantren Ma’had Al Ittihad al Islamiyah (MII), Camplong, Sampang Madura. Sebagaimana disampaikan oleh mudir MII, Ust. H. Dr Ahmad Junaidi, Lc kepada koresponden  hidayatullah.com.

Protokol Kesehatan

Persiapan akhir menjelang kehadiran para santri telah dilakukan dengan berbenah secara fisik dan protokol kesehatan yang langsung dipantau pihak terkait.  Diantaranya pihak pondok pesantren, Puskemas, dan Dinas Kesehatan. Sarana kebersihan dan alat kesehatan penunjang untuk para santri telah diupayakan maksimal. Termasuk menyiapkan tenaga medis dari alumni maupun kerjasama dengan pemerintah terkait.

Hal yang masih menjadi kendala pihak pondok pesantren saat ini adalah keberadaan para  santri yang berada di luar pulau.

“Mereka belum tentu bisa kembali. Karena untuk bisa kembali tata administrasi harus dipenuhi secara protokol dan membutuhkan biaya yang cukup mahal,” jelasnya.

Padahal santri MII ada yang berada di barat seperti Aceh hingga ujung timur wilayah Indonesia. Sehingg mereka mengalami kesulutian administrasi dan pembiayaan, bisa membuat mereka tak bisa kembali lagi ke pondok.

“Untuk sementara,  pihak pondok pesantren akan berusaha memfasilitasi penuh pembelajaran secara online. Tapi jika dirasa tidak optimal,  akan ada prosedur lain yang harus dikomunikasikan antara pondok dengan wali santri, “ jelas Ustad Junaidi.

Demikian juga dengan Ustad H. Ainur Rofiq, Mudir Ma’had Elkisi, Mojosari, Kab. Mojokerto ketika menjawab koresponden hidayatullah.com.  Menurutnya, secara fisik asrama dan kesipakan fisik penunjang kesehatan santri dan para guru telah siap.

“Santri dan para asatid yang kembali ke ma’had harus siap sehat secara jasmani dan dibuktikan dengan surat kesehatan dari dokter. Dan siap menjalani karantina sehat di rumah sepekan sebelum kembali ke pondok dan dilanjutkan di pondok sebelum proses belajar dimulai,” kata  Ainur.

Adanya pandemi ini, menurut Ainur, membuat pola kehadiran dan pembelajaran di pondok pesantren sedikit ada perubahan. Tapi menurutnya ruh pesantren harus tetap terjaga.*/ Akbar Muzakki

Redaktur: Rofi' Munawwar
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Balik ke Pondokcovid-19New NormalpesantrenPondok
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ketua Front Santri Indonesia: Waspada Kurikulum Pesantren Mau Diobok-obok
Tulisan selanjutnya Kelompok Faksi Palestina Kecam ‘Normalisasi’ Hubungan UEA-Israel

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?