Hidayatullah.com—Tim Sahabat Al-Aqsha dan Forum Dakwah Perbatasan (FDP) Aceh telah memberikan sembako untuk keluarga-keluarga Rohingya yang terdampar di Pantai Aceh Utara.
“Tim Forum Dakwah Perbatasan bekerjasama dengan Sahabat Al-Aqsha Alhamdulillah tadi sudah menyerahkan sedikit bantuan tanda cinta kita kepada para muhajirin Rohingya yang terdiri 94 orang; 49 orang wanita, 30 anak-anak dan 15 pria.” Ujar Muhammad Fatan A Ulum Relawan Sahabat Al-Aqsha, Ahad, (28/6/2020).
Selain memborong sembako, Tim Sahabat Al-Aqsha bersama FDP pada pagi harinya juga membelikan sarapan dan menyerahkan satu truk air minum mineral kepada Tim Pemerintah Kabupataen Aceh Utara untuk kebutuhan 94 orang Rohingya.
Lebih dari sepertiga dari pengungsi yang ditolong rakyat Aceh utara dan ditampung pemerintah kabupaten Aceh Utara adalah anak-anak. Para pengungsi ini diselamatkan oleh nelayan, mereka sempat terombang-ambing di tengah laut dalam keadaan kehabisan bahan bakar dan makanan.
4. Setelah tadi pagi membelikan sarapan utk mereka Tim FDP-SA lanjut belanja sembako. Ini daftarnya. #RohingyaKita pic.twitter.com/HDj6qAlELG
— Sahabat Al-Aqsha (@sahabatalaqsha) June 28, 2020
Farid Ahmed, pendiri Rohingya Youth Foundation mengucapkan terima kasih atas tindakan rakyat Indonesia ini. Orang-orang Rohinyanya kini sedang terzalimi di Arakan dan sebagian lainnya mencari suaka demi keselamatan ke berbagai tempat.
“Saya berterima kepada seluruh rakyat Indonesia khususnya rakyat Aceh. Dan sekarang dunia sedang membicarakan tindakan heroik Indonesia yang diwakili oleh rakyat Aceh dalam menyelamatkan dan membantu saudara-saudara Rohingyanya.” Tambah Farid.
Rohinya Youth Foundation adalah LSM yang berfokus untuk membantu muhajirin Rohingya, di antara programnya adalah pendidikan untuk generasi muda Rohingya. Menurut Farid para pemimpin negara-negara Asia Tenggara telah gagal dalam menganani krisis Rohingya.
“Pemimpin-pemimpin di ASEAN telah gagal melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Tentang nilai-nilai kemanusiaan dan universal yang disepakati bersama. Tetapi justru yang berhasil melakukan itu para nelayan,” pungkasnya.*