Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Lockdown Berarti Filipina akan Mengalami Lonjakan Kelahiran Tahun 2021

Ama Farah
Terakhir diupdate: 29 Juni 2020 15:57 3:57 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 29 Juni 2020 13:05
Bagikan
[Ilustrasi] Bayi
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemberlakukan penguncian wilayah di Filipina yang sangat ketat membuat banyak warga tidak dapat mengakses layanan keluarga berencana (KB) dan kemungkinan akan mengakibatkan negara itu mencatat rekor tertinggi jumlah kelahiran kurun 20 tahun terakhir.

Pembatasan pergerakan yang diberlakukan sejak Maret menghalangi baik pasien maupun petugas medis untuk mendatangi klinik selama beberapa bulan, dan sekarang kondom serta alat kontrasepsi lainnya langka di sejumlah daerah, menurut para pekerja kesehatan.

Nandy Senoc, direktur eksekutif pada Family Planning Organization of the Philippines (FPOP), mengatakan sementara stafnya terus bekerja selama lockdown, semua hasil kerja mereka dampaknya negatif. Fasilitas-fasilitas pemerintah secara resmi tetap buka, tetapi pada kenyataannya warga tidak dapat mengakses pelayanan.

Negara mayoritas berpenduduk Katolik itu sejauh ini mencatat 35.400 kasus coronavirus dan wilayah ibu kota Metro Manila yang paling parah terdampak. Total 1.244 orang tercatat meninggal dunia akibat coronavirus di negara itu.

FPOP mendorong para wanita agar menggunakan kontrasepsi jangka panjang, dan klinik-klinik yang dikelolanya memberikan suplai pil KB dalam jumlah besar kalau-kalau pembatasan pergerakan diberlakukan kembali.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Namun, masalahnya sekarang kami kekurangan pasokan,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa layanan kesehatan reproduksi tidak dianggap prioritas dalam kebijakan pemerintah selama pandemi, lansir The Guardian Senin (29/6/2020).

Diperkirakan jumlah wanita yang tidak dapat mengakses layanan KB selama lockdown naik seperlima menjadi 3.688.000. Proyeksi ini, yang dibuat oleh University of the Philippines Population Institute dan United Nations Population Fund (UNFPA) memperkirakan tambahan 214.000 bayi akan dilahirkan tahun depan sebagai akibat kehamilan tidak terencana yang disebabkan lockdown semasa wabah coronavirus. Itu artinya kemungkinan akan ada 1,9 juta kelahiran pada tahun 2021, terbanyak dari tahun manapun sejak 2000.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bayicoronaviruscovid-19filipinakelahiranKeluarga Berencanalockdownreproduksi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya China Karantina 400.000 Orang Dekat Beijing
Tulisan selanjutnya Sahabat Al-Aqsha Borong Sembako untuk Keluarga Rohingya di Aceh

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?