Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Muhammadiyah dan Ormas Islam Surabaya Gelar Aksi Bela Nabi Kecam Presiden Prancis

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 2 November 2020 17:19 5:19 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 2 November 2020 17:19
Bagikan
Unjuk rasa yang bertajuk “Aksi Bela Nabi” tersebut diadakan setelah waktu Dzuhur dan berlangsung hingga Ashar dengan mengikuti tata tertib dan protokol kesehatan (fida)
Bagikan

Hidayatullah.com–Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya dan ormas Islam di Surabaya pada Senin (02/11/2020) melakukan unjuk rasa di depan Konsulat Jenderal (Konjen) Prancis di Surabaya. Aksi tersebut mengecam Presiden Prancis Emmanuel Macron setelah pembiaran dan dukungannya terhadap penghinaan Nabi Muhammad.

Unjuk rasa yang bertajuk “Aksi Bela Nabi” tersebut diadakan setelah waktu Dzuhur dan berlangsung hingga Ashar dengan mengikuti tata tertib dan protokol kesehatan. Ratusan orang dari berbagai ormas Islam Surabaya dan lainnya hadir dengan membawa poster menyerukan boikot terhadap produk Prancis dan kecaman terhadap Macron.

Aksi tersebut diselenggarakan denga tiga tuntutan dasar yaitu: permintaan maaf dari Presiden Prancis, boikot produk-produk Prancis, dan dorongan untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Prancis.  Ketua Muhammadiyah Surabaya, Drs. H. Mahsun, M.Ag., mengatakan dalam orasinya siang itu, bahwa setidaknya ada tiga kesalahan yang telah dilakukan oleh Presiden Macron.

Mahsun menyebut tiga kesalahan tersebut,  adalah bahwa Macron “tidak memahami demokrasi”. Selain itu Macron dinilai “tidak memahami hak asasi manusia” dengan pernyataan dan kebijakannya yang menyudutkan Islam; dan “tidak paham bahwa penghinaannya akan berakibat fatal”, dengan umat Islam di seluruh dunia yang tidak akan tinggal diam.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Sempat terjadi keributan dalam aksi unjuk rasa tersebut, setelah salah satu truk polisi menolak melintas dengan bendera Prancis yang dibentangkan oleh pengunjuk rasa di aspal jalan. Truk tersebut kemudian memilih mundur, lain dengan beberapa truk polisi sebelumnya yang tanpa masalah melintas dengan melindas bendera Prancis di jalan.

Menjelang Ashar, perwakilan dari Konjen Prancis bersedia keluar dan menemui pihak penyelenggara aksi. Perwakilan Konjen Prancis tersebut bersedia menandatangani pernyataan sikap dan tuntutan massa dan berjanji akan mengeluarkan pernyataan segera.

Presiden Jokowi sebelumnya pada Sabtu (31/10/2020) telah mengeluarkan pernyataan mengecam sikap Macron yang dinilai menghina Islam dan telah melukai umat Islam di seluruh dunia.  “Indonesia mengecam keras pernyataan Presiden Prancis yang menghina agama Islam, yang telah melukai umat Islam di seluruh dunia, dan bisa memecah persatuan umat beragama di dunia,” ujar Jokowi di Istana Merdeka.

Dalam pidato yang memecah belah pada awal Oktober, Presiden Prancis Emmanuel Macron menguraikan proposal tentang bagaimana menantang apa yang disebutnya “separatisme Islam”.  “Islam adalah agama yang mengalami krisis di seluruh dunia saat ini, kami tidak hanya melihat ini di negara kami,” kata Macron dalam pidatonya selama hampir dua jam di pinggiran barat laut Paris, Les Mureaux, kutip Al Jazeera.

Umat Muslim di seluruh dunia menanggapi dengan kemarahan, dengan banyak yang melihat pidato tersebut, yang berpusat pada perlindungan ideal sekularisme Prancis, sebagai upayanya mendukung kelompok sayap kanan.  Macron kembali menuai kontroversi setelah mengatakan dalam wawancara eksklusif dengan Al Jazeera bahwa “Islam radikal” yang dia coba lawan adalah ancaman bagi semua orang, terutama Muslim. Ia juga mengklaim memahami perasaan umat Islam yang dikejutkan dengan tayangan kartun Nabi Muhammad.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aksi Bela NabiMuhammadiyahormas IslamPresiden Prancis Emmanuel MacronSurabaya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tiba di Turki, Tim ACT Langsung Dukung Kinerja Tim Evakuasi Gempa Izmir
Tulisan selanjutnya Ulama Jika Bergaul dengan Penguasa, Cenderung kepada Kemunafikan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Berita
14 Juli 2026 21:00
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?