Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Kemenag: Penyiapan Materi Khutbah Bukan Paranoid atau Tak Percaya Ulama

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 27 November 2020 07:59 7:59 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 27 November 2020 07:59
Bagikan
Stafsus Menteri Agama (Menag) Kevin Haikal.
Bagikan

Hidayatullah.com– Staf Khusus (Stafsus) Menteri Agama Kevin Haikal menyebut bahwa penyiapan naskah khutbah Jumat tidak menunjukkan ketakutan berlebihan atau paranoid. Kementerian Agama saat ini memang tengah menggodok rencana penyiapan naskah khutbah Jumat.

“Penyusunan naskah khutbah Jumat semata-mata dengan tujuan memperkaya khazanah bagi para Khatib, bukan menunjukkan ketakutan berlebihan atau paranoid, apalagi dianggap sebagai bentuk ketidakpercayaan kepada para ulama, kiai, atau habaib,” ujar Kevin Haikal dirilis di Jakarta (26/11/2020).

Menurutnya, naskah Jumat yang disiapkan diharapkan dapat menjadi alternatif para Khatib Jumat saat akan menyampaikan khutbah. “Penyusunan naskah khutbah ini pun melibatkan mereka, para ulama, kiai, dan habaib,” sebutnya.

Menurut Kevin, materi yang disiapkan itu diproses melalui tahapan kajian yang panjang dengan melibatkan ulama, pakar, praktisi, dan akademisi. Selain merespons perkembangan zaman, materi khutbah pun katanya mengandung pesan wasathiyah atau moderasi beragama. Sumber rujukan yang digunakan juga otoritatif dengan penjelasan yang komprehensif.

“Jadi penilaian bahwa pemerintah paranoid apalagi tidak percaya kepada para ulama jelas tidak berdasar dan mengada-ada. Ini perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dan kegaduhan di masyarakat, jangan sampai disalah-tafsirkan,” ujarnya menegaskan.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Baca: Kemenag Siapkan Naskah Khutbah Jumat Libatkan Ulama dan Akademisi: Tak Wajib Dipakai

Menurut Kevin, materi khutbah Jumat disusun agar menjadi referensi tambahan bagi para khatib, khususnya bagi mereka yang membutuhkan. Sifatnya alternatif, sehingga tak ada keharusan memakai naskah tersebut.

Stafsus Menag menegaskan itu karena dinilai penting. Sebab memang ada sejumlah negara, seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab yang mengatur ketat naskah ceramah yang disampaikan khatib. Bahkan, teksnya juga disediakan pemerintah setempat.

“Naskah-naskah yang disiapkan Kemenag bukan sesuatu yang mengikat atau wajib dibaca khatib saat khutbah seperti di negara-negara tadi. Menag Fachrul Razi menyatakan kita tidak ingin menerapkan hal seperti itu di Indonesia. Ruang ekspresi para khatib di atas mimbar tidak dibatasi,” sebut Kevin.

Kemenag katanya menyiapkan naskah khutbah sebagai opsi kalau dibutuhkan, sekaligus untuk memperkaya khazanah keislaman utamanya yang berkenaan dengan tema-tema terkait dinamika keberagamaan, sosial, dan persoalan ekonomi umat masa kini.

Kemenag katanya membuka diri bagi siapa saja yang ingin memahami lebih jauh tentang program penyiapan materi Jumat ini untuk bertabayyun atau klarifikasi.

“Jangan kemudian belum memahami tujuan dari program ini kemudian bicara kepada publik dengan tafsirnya sendiri seolah-olah paham dan mengerti. Padahal, dia salah dalam menerjemahkan maksud dan tujuan dari kegiatan tersebut,” ujarnya menandaskan.

Baca: Kemenag Mengaku akan Memasok Materi Khutbah Jumat Para Khatib

Menurutnya, sebelumnya gagasan sejenis ini pun digulirkan oleh Bawaslu RI. Ketika Pilkada serentak 2018, Bawaslu menyampaikan agar masjid jangan dijadikan sebagai mimbar politik dan diisi dengan muatan-muatan negatif. Khutbah harus diisi dengan sesuatu yang menentramkan. Sehingga, kala itu Bawaslu mengajak pemuka agama agar bersama-sama menyusun kurikulum materi khutbah yang jauh dari politik, suku, ras, dan agama (SARA).

Sebelumnya, anggota DPR RI Fadli Zon mengkritisi rencana Kemenag menyiapkan naskah Jumat tersebut. Rencana Pemerintah tersebut dinilainya menunjukkan paranoid terhadap khutbah sekaligus bentuk ketidakpercayaan terhadap para ulama, kiai, atau habib.

“Khutbah Jumat mau disesuaikan selera @Kemenag_RI? Ini menunjukkan paranoid thd khutbah, artinya tak percaya pd ulama, kyai atau habaib yg jd khatib. Terlalu jauh campur tangan pemerintah mengurusi ruang ibadah n akan timbulkan kegaduhan baru,” tulisnya pada akun @fadlizon di Twitter tertanggal 24 November 2020.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Fadli ZonKemenagKevin HaikalKhatib jumatkhutbah Jumatmateri khutbahStafsus Menag
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya KH Miftachul Akhyar Ketua Umum MUI, Wapres Ma’ruf Amin Jadi Ketua Wantim
Tulisan selanjutnya al-azhar masjid al-aqsha Grand Syeikh Al-Azhar Menolak Sebut Ikhwanul Muslimin ‘Teroris’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?