Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Tim Medis Sayangkan Wali Kota Bogor Intervensi RS Terkait Habib Rizieq: Jaga Privasi Pasien

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 29 November 2020 06:32 6:32 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 29 November 2020 06:32
Bagikan
[File] Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab di kediamannya di Petamburan, Jakarta.
Bagikan

Hidayatullah.com– Tim Medis yang dipercayakan untuk menangani kesehatan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab menyayangkan sikap Wali Kota Bogor Bima Arya yang mengintervensi rumah sakit dimana Habib Rizieq dirawat.

“Menyayangkan sikap Wali Kota Bogor yang melakukan intervensi dan tekanan kepada RS, Tim Medis, dan pasien,” ujar dr Sarbini Abdul Murad Ketua Presidium MER-C di Jakarta dalam siaran pers kemarin diterima hidayatullah.com, Ahad (29/11/2020).

Selain itu, Tim Medis tersebut juga meminta dan mengingatkan semua pihak agar menjaga privasi pasien dalam hal ini Habib Rizieq. “Agar semua pihak tidak membuat kegaduhan, menjaga privasi pasien dan mempercayakan kepada tim medis yang menangani,” ujarnya.

Tim Medis independen tersebut katanya diminta keluarga Habib Rizieq untuk turut menangani kesehatan HRS. “Perihal menyampaikan kondisi kesehatan adalah domain keluarga. Bahkan pihak RS/dokter yang merawat tidak memiliki hak untuk menyampaikan tanpa seizin keluarga,” ujarnya.

Saat ini katanya semua pemeriksaan yang perlu dilakukan terhadap HRS sedang berjalan dan pengobatan akan dijalankan sesuai dengan masalah kesehatan yang katanya ditemukan.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Wali Kota Bogor perlu belajar etika kedokteran tentang independensi tenaga medis dalam bekerja dan hak pasien untuk menerima atau menolak atas semua upaya pemeriksaan dan pengobatan yang akan diberikan tanpa ada intervensi atau tekanan pihak manapun,” ujar Sarbini.

“Jangankan dalam situasi normal,” katanya, “di daerah bencana dan peperangan saja wajib kita selaku tenaga medis tetap menjaga profesionalitas dan menghormati hak-hak pasien. Seharusnya Wali Kota Bogor mempercayakan hal ini kepada RS dan Tim Medis yang menangani karena tim medis mengetahui langkah-langkah apa yang perlu dan tidak perlu dilakukan untuk menangani pasien.”

Tim Medis tersebut mengaku telah berpengalaman dalam memberikan bantuan medis dan kesehatan terhadap siapa saja yang mengalami kondisi kemanusiaan kritis. Konsep kemanusiaan yang mereka usung, yaitu “Rahmatan lil alamin, independen, menjaga netralitas, untuk menolong yang paling membutuhkan “The most vulnerable people & the most neglected people” akibat kondisi peperangan, ketidakadilan, stigmatisasi, isolasi politik yang menimbulkan masalah kesehatan dan medis.”

Pehaknya kata Sarbini menolong siapa saja tanpa membedakan latar belakang masalahnya. “Sebut saja Panglima GAM, (alm) Ishak Daud, Komjen Polisi Susno Duadji, Ustadz Abu Bakar Baasyir, para terduga terorisme, dan sebagainya,” sebutnya.

Baca: Habib Rizieq Masuk IGD Kemarin, Dirut RS Ummi Bogor Sebut karena Kelelahan

Ia menambahkan, masalah kesehatan di era pandemi Covid-19 sering menimbulkan polemik, akibat selalu dikaitkan dengan Covid-19. Sering terjadi perbedaan persepsi antara masyarakat dan tenaga kesehatan dalam menyikapi Covid-19.

“Stigmatisasi, kurangnya empati dan menghormati hak privasi pasien menimbulkan jurang yang cukup besar di antara masyarakat dan petugas pemerintah. Oleh karena itu perlu kembali kepada profesionalitas dan etika dan hukum kedokteran dimana menjunjung tinggi hak-hak pasien,” ujarnya.

Terkait dengan Habib Rizieq yang mempercayakan kepada Tim Medis tersebut untuk melakukan pemeriksaan dan pengawalan kesehatan, ia mengatakan, pihaknya mengirim Habib Rizieq untuk beristirahat di RS.

“Namun mendapatkan perlakuan yang kurang beretika dan melanggar hak pasien dari Wali Kota Bogor dengan melakukan intervensi terhadap tim medis yang sedang bekerja, sehingga mengganggu pasien yang sedang beristirahat. Selain itu, Wali Kota Bogor juga tidak beretika dalam mempublikasi kondisi pasien kepada publik, sehingga menimbulkan kesimpangsiuran dan keresahan bagi masyarakat,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan hidayatullah.com, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) dikabarkan masuk rumah sakit. Direktur Utama RS Ummi, Kota Bogor, Jawa Barat, Andi Tatat membenarkan kabar tersebut.

“Memang benar Habib Rizieq kemarin ke Rumah Sakit Ummi masuk IGD. Memang karena beliau ada capek. Memang dengan aktifitas beliau yang begitu langsung pulang, langsung maraton ketemu dengan itu, jadi beliau ke sini,” ujar Andi Tatat kepada wartawan di RS Ummi, Kamis (26/11/2020).

“Dari hasil screening di tim kami, Alhamdulillah tidak mengarah ke Covid. Memang beliau ada riwayat pasien di Rumah Sakit Ummi,” tambahnya.

Saat ini, katanya, Habib Rizieq dalam keadaan sehat wal afiat, segar, tapi masih dalam pantauan pihak RS Ummi. “Insya Allah masih aman. Dan hasil lab rontgen semuanya baik,” imbuhnya.

Baca: FPI: HRS Istirahat, Tidak Gelar Kegiatan yang Berdampak Penumpukan Massa

Saat ditanya, selain Habib Rizieq, apakah ada pihak keluarganya yang dirawat di RS Ummi? “Oh enggak, keluarga menunggu tadi. Di ruangan biasa, di ruangan presidential suite,” jawabnya.

Menurutnya, keluhan HRS hanya lemas, kelelahan. Ia menampik dugaan kondisi HRS kritis. “Oh enggak (kritis), sehat wal afiat cuma dari beliau dari keluarga tidak menerima tamu siapapun bahkan dari DPP FPI tidak boleh diperkenankan masuk,” jelasnya.

Andi Tatat mengatakan untuk saat ini sesuai protokol, tidak ada yang boleh menjenguk HRS selama di RS. “Semua pasien-pasien apapun itu tidak boleh menjengguk ya itu berlaku semuanya,” ujarnya.

Andi Tatat pun menegaskan bahwa HRS tidak mengarah ke Covid-19. “Iya enggak ada indikasi seperti itu,” ujarnya.

Andi Tatat mengatakan istri HRS juga datang ke RS Ummi dan dicek pula kesehatannya. “Tapi aman,” ujarnya.

Presiden Jokowi: Hormati Hak Privasi Pasien

Sementara jauh-jauh hari sebelumnya di awal-awal kasus Covid-19 terungkap di Indonesia, Presiden Joko Widodo mengingatkan seluruh pihak mengenai hak pribadi pasien corona. Salah satunya ialah soal identitas pribadi serta kondisi kesehatan seseorang yang mana hal tersebut dilindungi oleh undang-undang.

“Kita harus menghormati kode etik. Hak-hak pribadi penderita corona harus dijaga, tidak boleh dikeluarkan ke publik. Ini etika kita dalam berkomunikasi. Media juga harus menghormati privasi mereka sehingga secara psikologis mereka tidak tertekan sehingga dapat segera pulih dan segera sembuh kembali,” ujar Presiden di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (03/03/2020) dirilis BPMI Setpres.

Terkait hal itu, Presiden telah memerintahkan menteri untuk mengingatkan kepada pihak rumah sakit dan sejumlah pejabat terkait untuk tetap menjaga kerahasiaan data pribadi pasien yang menjalani perawatan.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Andi TatatFPIHabib Rizieq ShihabHRSRS Ummi Bogorrumah sakit
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemuda Hidayatullah Gelar Rakernas 2020 Secara Virtual
Tulisan selanjutnya Kekuatan Figur Ayah dan Ibu dalam Membentuk Kepribadian Anak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?