Hidayatullah.com — Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mendorong agar seluruh Pondok Pesantren di Indonesia bisa mandiri di bidang ekonomi. Hal itu ia sampaikan saat bertemu dengan Bupati Rembang Abdul Hafidz di kantor Kabupaten Rembang
“Program kemandirian pesantren ini mendapat perhatian besar dari Presiden Joko Widodo. Kami menargetkan pada 2024 nanti ada sekitar 5.000 pesantren di Indonesia yang memiliki pesantren mandiri dengan ciri khas dan potensi masing-masing,” ujar Yaqut, pada Kamis (19/08/2021).
Yaqut menyampaikan pihaknya siap membantu dan memfasilitasi para ponpes. Sebab ini merupakan salah satu program dari kemenag agar Ponpes bisa mandiri ekonomi. Apalagi Rembang sebagai kota santri tentu perlu didorong secara tepat.
“Program kemandirian ini memiliki efek domino positif bagi pesantren, ekonomi dan lingkungan sekitar. Kemenag akan melakukan pendampingan mulai dari modal usaha mencapai 5 miliar, pendampingan usaha, manajemen, hingga pendampingan pemasaran produk yang dihasilkan. Artinya Kemenag akan mengawalnya dari hulu hingga hilir,” ujarnya.
“Rembang ini banyak sekali pesantren, nanti mana ponpes di Rembang ini yang akan didorong. Mulai jenis usahanya apa nanti kita bantu mengarahkan yang paling tepat dengan karakter pesantren,” sambungnya.
Sementara itu Bupati Rembang Abdul Hafidz menyambut baik program kemandirian Pondok pesantren yang diutarakan Menag. Dikatakan oleh Abdul di Rembang ada sekitar 20 ribu santri, tentu dapat memberikan bekal skill enterpreneur atau ketrampilan bagi mereka setelah lulus dari Ponpes.
“Yang jelas program ini akan mampu mendorong pesantren ini lebih maju didalam mengelola pesantren, maupun pasca dari pesantren. Jadi anak anak pesantren punya keterampilan supaya setelah lulus bisa hidup mandiri, kira-kira begitu konsepnya,” tuturnya.
“Terima kasih Pak Menteri. Kami akan berkoordinasi dengan Kemenag Jateng dan Kemenag Rembang, pesantren dan Forkopimda agar program kemandirian pesantren dan vaksinasi santri ini dapat segera terlaksana,” tukasnya.*