Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Dorong Kemandirian Pesantren, Menag Yaqut: 2024 Targetkan 5000 Ponpes Bisa Mandiri secara Ekonomi

Bambang S
Terakhir diupdate: 20 Agustus 2021 14:01 2:01 pm
Bambang S
Dipublikasikan 20 Agustus 2021 14:01
Bagikan
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas
Bagikan

Hidayatullah.com — Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mendorong agar seluruh Pondok Pesantren di Indonesia bisa mandiri di bidang ekonomi. Hal itu ia sampaikan saat bertemu dengan Bupati Rembang Abdul Hafidz di kantor Kabupaten Rembang

“Program kemandirian pesantren ini mendapat perhatian besar dari Presiden Joko Widodo. Kami menargetkan pada 2024 nanti ada sekitar 5.000 pesantren di Indonesia yang memiliki pesantren mandiri dengan ciri khas dan potensi masing-masing,” ujar Yaqut, pada Kamis (19/08/2021).

Yaqut menyampaikan pihaknya siap membantu dan memfasilitasi para ponpes. Sebab ini merupakan salah satu program dari kemenag agar Ponpes bisa mandiri ekonomi. Apalagi Rembang sebagai kota santri tentu perlu didorong secara tepat.

“Program kemandirian ini memiliki efek domino positif bagi pesantren, ekonomi dan lingkungan sekitar. Kemenag akan melakukan pendampingan mulai dari modal usaha mencapai 5 miliar, pendampingan usaha, manajemen, hingga pendampingan pemasaran produk yang dihasilkan. Artinya Kemenag akan mengawalnya dari hulu hingga hilir,” ujarnya.

“Rembang ini banyak sekali pesantren, nanti mana ponpes di Rembang ini yang akan didorong. Mulai jenis usahanya apa nanti kita bantu mengarahkan yang paling tepat dengan karakter pesantren,” sambungnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Sementara itu Bupati Rembang Abdul Hafidz menyambut baik program kemandirian Pondok pesantren yang diutarakan Menag. Dikatakan oleh Abdul di Rembang ada sekitar 20 ribu santri, tentu dapat memberikan bekal skill enterpreneur atau ketrampilan bagi mereka setelah lulus dari Ponpes.

“Yang jelas program ini akan mampu mendorong pesantren ini lebih maju didalam mengelola pesantren, maupun pasca dari pesantren. Jadi anak anak pesantren punya keterampilan supaya setelah lulus bisa hidup mandiri, kira-kira begitu konsepnya,” tuturnya.

“Terima kasih Pak Menteri. Kami akan berkoordinasi dengan Kemenag Jateng dan Kemenag Rembang, pesantren dan Forkopimda agar program kemandirian pesantren dan vaksinasi santri ini dapat segera terlaksana,” tukasnya.*

Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ekonomiMenag Yaqut Cholil QoumasPondok Pesantren
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya otoritas palestina Pengadilan ‘Israel’ Tolak Pembebasan Jenazah Warga Palestina Ahmad Erekat
Tulisan selanjutnya Perdana Menteri ‘Israel’ Naftali Bennet Bertemu Kepala Intelijen Mesir untuk Membahas Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Berita
14 Juli 2026 17:00
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?