Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

KPAI: Harap Sekolah Jadi Tempat yang Aman untuk Anak

Bambang S
Terakhir diupdate: 31 Agustus 2021 03:53 3:53 am
Bambang S
Dipublikasikan 30 Agustus 2021 20:28
Bagikan
Komisioner Bidang Pendidikan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Retno Listyarti
Bagikan

Hidayatullah.com — Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendukung Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas untuk wilayah PPKM level tiga ke bawah. Hanya saja harus memenuhi persyaratan yang yang berlaku. Hal itu disampaikan Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti saat rapat koordinasi nasional (rakornas) terkait hasil pengawasan persiapan PTM terbatas dan program vaksinasi anak usia 12 sampai 17 tahun, Senin (30/08/2021).

Retno mengatakan sejak 2020, KPAI kerap melakukan pengawasan kepada satuan pendidikan di daerah untuk memastikan anak-anak Indonesia tetap bisa mendapatkan hak pendidikannya secara layak serta tidak tertular Covid-19.

“KPAI mendukung PTM dengan beberapa syarat, salah satunya sekolah memastikan vaksinasi Covid-19 idealnya 70 persen dari populasi sekolah. Kami berharap sekolah ini jadi tempat aman anak-anak dari Covid-19 sehingga tidak ada klaster akibat PTM,” kata Retno.

Retno menegaskan vaksinasi Covid-19 merupakan salah satu cara untuk mencegah penularan Covid-19 di lingkungan sekolah. Dia juga meminta Kemenkes serta pihak sekolah untuk memastikan capaian vaksinasi Covid-19 di populasi sekolah setidaknya mencapai 50 persen. “Kalau hanya guru divaksin maka kekebalan komunitas belum terbentuk, setidaknya 50 persen orang di sekolah sudah mendapat vaksin,” tuturnya

Retno juga mengingatkan pentingnya sekolah memiliki tim gugus tugas Covid-19. “Selain itu juga adanya sinergi antara dinas pendidikan dan dinas kesehatan seperti mou atau nota kesepahaman dengan fasilitas kesehatan terdekat,”ujarnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Lebih lanjut, Retno menyampaikan KPAI sudah membuat survei yang diikuti oleh 86.286 responden dari jenjang pendidikan SD/MI, MA/SMA/SMK, termasuk Sekolah Luar Biasa (SLB) dan hasilnya bahwa 64 persen siswa yang mengikuti survei tersebut belum mendapat vaksin Covid-19. Sebanyak 36 persen di antaranya sudah mendapat vaksin Covid-19 namun hanya terfokus di beberapa kota besar seperti DKI Jakarta.

“Ini menunjukkan bahwa capaian vaksinasi pada anak masih kecil. Kami lihat ada keinginan divaksin tapi terkendala dengan fasilitas vaksinasi Covid-19 di wilayah,” kata Retno.

Meski capaian vaksinasi Covid-19 untuk anak masih rendah, Retno memberi apresiasi mengenai angka kesiapan sekolah untuk melaksanakan PTM. KPAI sebelumnya melakukan pengawasan PTM terbatas di 46 sekolah dan madrasah pada bulan Januari-Juni 2021. Survey ini dilakukan di 7 provinsi dan 12 kabupaten kota. Hasilnya adalah 79,54% sekolah yang diawasi siap menggelar PTM di masa pandemi.

“Pada tahun 2020, kesiapan sekolah itu hanya 16,7%. Tidak sampai pada 17%. Tetapi pada 2021 kenaikan terjadi signifikan persiapan infrastuktur sekolah mencapai 79,54% sekolah dari sekolah yang kita awasi,”tuturnya.

Selain itu KPAI juga memasukkan faktor kesiapan infrastruktur protokol kesehatan mulai dari ketersediaan tempat cuci tangan, kemungkinan untuk menjaga jarak minimal 1,5 meter, hingga kesiapan materi pembelajaran.

Untuk diketahui Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim menyatakan bahwa vaksinasi tak menjadi salah satu kriteria untuk menggelar PTM di tengah pandemi Covid-19. Dia menyebut semua wilayah di zona Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1-3 boleh menggelar PTM.*

Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kpaipembelajaran tatap mukaPPKMsekolah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bandit Merajalela, Nigeria Larang Bersepeda Motor di Malam Hari
Tulisan selanjutnya Musim Khitan di Filipina Sempat Terhenti Akibat Pandemi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Berita
15 Juli 2026 09:27
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?