Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

‘Sekularisme Turki, 100% Tidak Membawa Kebahagiaan’

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 Oktober 2021 16:25 4:25 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 Oktober 2021 11:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com— Dr. Jamal Sahin, pimpinan Hayrat Foundation Turki di Indonesia, mengatakan bahwa sekularisme Turki tak membawa kemajuan dan kebahagiaan bagi rakyatnya. Dia mengatakan hampir 80 tahun kekuasaan pemerintah sekuler, ekonomi Turki tak maju dan sistem kesehatan begitu buruk.

“Nyatanya hingga 2002 ekonomi Turki tak juga maju. Sistem kesehatan buruk, pendidikan tak menjangkau semua lapisan. Sekularisme Turki, 100% tidak membawa kebahagiaan,” ungkap Jamal dalam kajian Minhaj, “Islam vs Sekularisme, Respon Ulama dan Intelektual Muslim” pada Kamis (21/10/2021, sebagaimana dikutip oleh Hidayatullah.com.

Jamal, yang berkebangsaan Turki, mengungkap bagaimana pemerintahan sekuler Turki menekan umat Islam selama bertahun-tahun kekuasaannya. Dalam acara yang diselenggarakan oleh Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) tersebut, ia juga mengatakan tak berbangga hati dengan hal tersebut.

“Saya tidak berbangga dengan hal ini, ini adalah tragedi besar dalam sejarah Turki.”

Jamal mengatakan meski 90% warga Turki adalah Muslim, konstitusi negara tersebut hingga kini tidak mengakui Islam dalam konstitusinya. Dia juga mengungkap bahwa 650.000 ulama menjadi korban dalam upaya Turki menjaga sekularisme-nya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Namun sayangnya, menurut Jamal, sekularisme Turki ini banyak dicontoh oleh negara lain, seperti Mesir, Tunisia, dan sebagainya. Dan semuanya, ujarnya, tak berhasil juga menghadirkan kemajuan bagi rakyatnya.

Dr. Jamal menyebut kemajuan Turki dimulai pada tahun 2002 setelah pemerintahan Islam mulai berkuasa. Dia mengungkap, kini masyarakat Turki khawatir jika pemerintahan sekarang berubah dan sekularisme kembali.

Jamal mengatakan bahwa tak semua warga Turki mengagumi Mustafa Kemal Attaturk, tokoh pendiri Republik Sekuler Turki. Hanya sekitar 25%, ujarnya, warga Turki yang memuja sosok Kemal Attaturk dengan berlebihan, dan mereka merupakan kalangan sekuler.

“Masyarakat Turki terbagi dua: umat Islam dan umat Kemal Atataturk. Kelompok kedua menganggap sosok Kemal Attaturk sebagai pencipta Turki, bahkan nabi dan tuhan,” ungkapnya.

Terkait polemik penamaan jalan di Jakarta dengan Mustafa Kemal Attaturk, Jamal menyarankan nama alternatif lain dapat diambil. Seperti penggunaan nama Istanbul, ibu kota Turki, sebagai nama pengganti.

Jamal juga mengungkap bahwa penolakan umat Islam Indonesia atas penggunaan nama Kemal Attaturk tak akan mengganggu hubungan Turki-Indonesia.

“Saya kira tak akan menganggu, tak banyak warga Turki di Indonesia, sehingga penamaan tersebut tak akan begitu berdampak,” ucapnya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Mustafa Kemal Ataturknama jalansekularisme TurkiTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya DPR: Pesantren Jadi Salah Satu Solusi Persoalan Pendidikan Nasional
Tulisan selanjutnya Mossad Badan Intelijen Turki Ungkap Jaringan Mata-mata Mossad yang Beroperasi di Negaranya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
Dua Topan Mendera China dalam Sepekan Hampir 2 Juta Orang Dievakuasi
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?