Hidayatullah.com — Sebanyak 10.429 sekolah di DKI Jakarta sudah menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Hal demikian disampaikan Kepala Bagian Humas Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, Taga Radja Gah.
Taga menuturkan jumlah itu sedikit lagi mencapai target PTM terbatas yang ditetapkan Pemprov DKI Jakarta, yakni 10.677 sekolah. “Jadi ada 10.429 sekolah yang ikut PTM per 10 November kemarin. Artinya otomatis sudah banyak dan target sekolah kita 10.677 sekolah yang ikut PTM,” ujar Taga di Jakarta, Rabu (17/11/2021).
Hanya saja, Taga tidak merinci jumlah setiap jenjang dari pendidikan anak usai dini (PAUD) hingga sekolah menengah atas (SMA) yang menggelar PTM. Dia juga tidak menjabarkan jumlah siswa yang mengikuti PTM.
Dijelaskan, Taga pihaknya sudah menginstruksikan sekolah-sekolah yang menggelar PTM untuk meningkatkan kedisiplinan penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 di lingkungan sekolah.
“Disdik DKI memberikan peningkatan kapasitas kepada satuan pengawas sekolah, kepala sekolah, kepada pendidik, tenaga pendidikan, tentang apa? Tentang protokol kesehatan. Dua, dukungan psikososial. Artinya ini buat para siswa yang terdampak langsung dan tidak terkait pandemi,” katanya.
Taga melanjutkan Disdik DKI juga memastikan peningkatan pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran, memperkuat pengetahuan sistem pembelajaran campuran atau blended learning serta melakukan koordinasi dengan dinas-dinas terkait seperti Dinas Perhubungan untuk akses transportasi yang aman bagi siswa dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta terkait perkembangan kasus Covid-19 serta pendataan warga satuan pendidikan yang terdampak Covid-19.
“Kita berkoordinasi dengan Dinkes DKI terkait pendataan kondisi warga satuan pendidikan yang terdampak Covid-19 baik terkonfirmasi, probable, suspect, maupun kontak erat. Ini penting disampaikan ke publik. Lalu informasi tingkat rasio Covid-19 di daerahnya, terutama positivity rate, lalu status pembelajaran terbuka terbatas, saat kita mau buka, dinkes kita kasih tahu. Kemudian, melaksanakan active case finding,” ungkap Taga.*