Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Luhut: Kami Capek dengar Istilah ‘Kadrun’

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 16 Maret 2022 14:03 2:03 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 16 Maret 2022 14:01
Bagikan
jokowi lantik dewas bpjs
Bagikan

Hidayatullah.com– Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) RI, mengaku capek mendengar istilah kadrun dan istilah-istilah sejenis. Luhut mengaku ingin damai.

Pengakuan Luhut tersebut dikomentari warganet. “Kadrun istilah dari BuzerRp. Bapak termakan juga dengan hasutan buzerRp? Atau istilah itu dimunculkan memang atas arahan Kakak Pembina? Atau Dewan Pembina?” twit @wekokuncara mengomentari berita pengakuan Luhut tersebut, pantauan hidayatullah.com pada Rabu (16/04/2022).

Pernyataan Luhut mengaku capek dengar istilah kadrun itu disampaikan terkait klaim Luhut yang menyebut big data dukungan penundaan Pemilu 2024 bukan kebohongan.

Luhut enggan membuka ke publik soal data dukungan yang diklaim datang dari hampir setengah populasi penduduk Indonesia itu. Luhut menyebut untuk apa membuka data tersebut? “Ya ada lah, masa saya bohong,” katanya di Jakarta, Selasa (15/03/2022). Bahwa, saat ini kata Luhut teknologi itu bisa berkembang dengan pesat.

Luhut mengklaim ia mendengar suara dari masyarakat agar anggaran kepemiluan dialihkan untuk kepentingan lain, seperti penanganan pandemi Covid-19.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Saya melihat di bawah, kok banyak rakyat itu nanya. Sekarang kita tenang-tenang kok. Yang kedua, kenapa duit begitu besar mengenai pilpres mau dihabisin sekarang. Wong kita masih sibuk dengan Covid, keadaan masih begini, dan seterusnya,” klaim Luhut.

Ia menambahkan, “Itu pertanyaan, kenapa mesti kita buru-buru. Kami capek juga dengar istilah kadrun lawan kadrun, istilah-istilah itulah. Kita mau damai,” sebagaimana dikutip Kbr.id.

Sebelumnya, beberapa waktu lalu Luhut menyampaikan soal big data dukungan ratusan juta orang terhadap penundaan Pemilu 2024, melalui kanal YouTube milik Deddy Corbuzier.

Luhut mengklaim dukungan tersebut bahkan datang dari suara pemilih tiga partai politik yang justru menyatakan penolakan terhadap usulan tersebut. Ketiga partai itu yakni Demokrat, PPP, dan PDI-P.

Sebagaimana diketahui, “Kadrun (singkatan dari kadal gurun) adalah sebuah julukan yang ditujukan kepada orang-orang yang dianggap berpikiran sempit, terutama yang dipengaruhi oleh gerakan ekstremisme dan fundamentalisme dari Timur Tengah, untuk menstigma pihak yang dicap radikal. Sejak 13 September 2019, tren pengucapan kadrun mengalahkan tren volume penyebutan cebong dan kampret. “Kadal gurun” kemungkinan mengacu pada dhab, sejenis kadal yang umumnya tersebar di gurun-gurun Timur Tengah,” dikutip Wikipedia.

Sebutan ‘kadrun’ dan ‘kampret’ bermulai pada masa persaingan Pilpres 2019 yang mempertemukan Capres Joko Widodo (Jokowi) versus  Capres Prabowo Subianto.

Pada 2018, menjelang Pilpres, warganet (netizen) mulai sering menggunakan istilah cebong dan kampret. Kedua istilah itu mewakili pendukung dua capres. Cebong untuk menyebut pendukung Jokowi dan kampret untuk menyebut pendukung Prabowo Subianto.

Cikal-bakal istilah kampret bisa ditarik sampai ke 2014. Istilah ‘kampret’ berasal dari plesetan ‘KMP’. Aslinya, KMP merupakan singkatan dari Koalisi Merah Putih (KMP). Koalisi ini terdiri dari Gerindra, PAN, PPP, PKS, PBB, dan Partai Golkar. Ini adalah koalisi parpol-parpol pendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa pada Pilpres 2014.

Lalu, pada Pilpres 2019, KMP berlanjut dengan komposisi partai yang tak lagi sebanyak Pilpres 2014. Istilah KMP pun sudah tak terlalu sering dipakai lagi, tapi istilah pelesetannya, yaitu ‘kampret’ tetap sering dipakai. Istilah tersebut kerap muncul dalam perdebatan dunia maya, seperti Twitter dan Facebook, dan lewat pengamatan politik yang tayang di berbagai berita.

Adapun istilah ‘kadrun’ berkembang pasca munculnya istilah ‘kampret’. Tendensinya senada yaitu dipakai untuk mengolok-olok kubu politik yang bertentangan. Istilah ‘kadrun’ dipakai kubu pendukung Presiden Jokowi untuk menyebut kelompok yang berseberangan dengan mereka.

“‘Kadrun’ itu kan bahasa yang kita pakai sekarang itu untuk menjelaskan orang-orang yang berpikiran sempit, terutama yang dipengaruhi oleh gerakan ekstremisme, fundamentalisme dari Timur Tengah, makanya istilahnya ‘kadal gurun’ kan,” sebut pendukung Jokowi yang aktif di dunia maya, Ade Armando, kepada wartawan, 10 Juni 2020, dikutip Detik.com, Kamis (17/12/2020).

Saat ini, pada masa-masa menjelang Pilpres 2024 dan mencuatnya harapan Luhut menunda Pilpres, belum diketahui mengapa Luhut melontarkan pengakuan “Kami capek juga dengar istilah kadrun lawan kadrun” itu.

“Kalo udah capek kenapa mesti di tunda2 om.. ?,” sindir @Rachman_euy pada Rabu (16/03/2022) di Twitter pantauan hidayatullah.com.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:cebongkadrunKampretLuhut Binsar Panjaitanmedia sosialMenko MarvesPemilu 2024
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ikn LaNyalla Sebut Dukungan Publik Terhadap IKN Nusantara Menurun
Tulisan selanjutnya hukum menikah lewat internet Hukum Menikah Lewat Internet dan Telepon

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?