Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Pengamat: Waspada! Pengikut Bashar Al Assad Seret Kasus ACT ke Kasus Terorisme

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 5 Juli 2022 08:18 8:18 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 4 Juli 2022 22:45
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pengamat internasional Pizaro Gozali mengatakan kasus Aksi Cepat Tanggap (ACT) kini memasuki babak baru dengan dibelokkan pada kasus terorisme oleh para pendukung Bashar Al Assad. Indikasinya adalah mulai ramai cuitan twitter yang mengaitkan lembaga bantuan kemanusiaan ini mendukung perang di Suriah.

“Masyarakat harus waspada isu ACT ini dibelokkan para pendukung Bashar Assad untuk menutupi pelanggaran HAM yang dilakukan rezim Suriah kepada warganya. Indikasinya terlihat jelas bagaimana pendukung Bashar Assad memanfaatkan isu ini di media sosial,“ ujar dosen hubungan internasional Universitas Al-Azhar Jakarta ini kepada hidayatullah.com, Senin (4/7/2022).

Padahal menurutnya, bantuan kemanusiaan ke Suriah itu sudah menjadi isu global. Bahkan UNICEF dan WHO juga ikut memberikan bantuan kemanusiaan karena buruknya situasi kemanusiaan di Suriah akibat perang.

“Meski kasus kekerasan terhadap warga sipil Suriah masih terus dilakukan rezim Bashar Assad, namun fakta-fakta ini enggan diungkap mereka untuk menutupi wajah kebengisan rezim Bashar al Assad. Secara tidak sadar kita digiring untuk tutup mata atas tindakan yang dikakukan Assad,” kata alumni S2 Universitas Paramadina dengan judul tesis ‘Negosiasi Konflik Turki-Rusia dalam Menyelesaikan Krisis Suriah: Studi Kasus Zona De-eskalasi di Idlib’ ini.

Jurnalis di kantor berita internasional ini juga mengungkapkan bila baru-baru ini juga muncul rekaman video dan laporan terbaru yang dikeluarkan badan HAM PBB menunjukkan pelanggaran HAM rezim Assad. Hal ini menunjukkan bukti kekejaman yang dilalukan Bashar Assad tidak berhenti.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Meski adanya perjanjian de-eskalasi zone di Idlib, pasukan Assad dan Rusia tetap saja melanggar perjanjian yang membuat jumlah korban sipil terus bertambah.”

Menurutnya, tahun 2021, WHO memperkirakan ada12,4 juta warga Suriah mengalami kerawanan pangan, atau hampir 60 persen dari populasi tidak tahu apa yang akan mereka makan hari besok. Awal Juli ini, Kantor Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa 306.887 warga sipil tewas di Suriah selama konflik sejak Maret 2011.

“Bagaimanapun, isu Suriah bukan isu lokal, tapi sudah isu internasional, dan semua lembaga global telah ikut ambil bagian mengatasi masalah,” ujarnya.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ACTbashar al assadsuriahterorisme
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 11 Robot Ambil Bagian Membersihkan Masjidil Haram di Makkah
Tulisan selanjutnya Bantah Terlibat Pendanaan Teroris, ACT: Dana yang Mana?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?