Hidayatullah.com- Animo para pelajar untuk mengikuti Olimpiade Halal 2019 meningkat pesat, menurut Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) selaku penyelenggara.
“Jumlah peserta Olimpiade Halal kali ini sudah melebih target kami. Artinya, semakin banyak masyarakat yang memperhatikan dunia halal,” ujar Ketua Dewan Juri Olimpiade Halal 2019 Prof Purwantiningsih yang juga Kepala Bidang Penelitian & Pengembangan dan Persetujuan Bahan LPPOM MUI, Rabu (23/01/2020).
Hal ini terlihat dari total jumlah peserta yang mencapai 19.698 orang dari 28 provinsi di Indonesia dan di lima negara luar negeri yaitu: Thailand, Singapura, Malaysia, Filipina, dan Pakistan.
Hari ini, Rabu, ujian grand finalis Olimpiade Halal 2019 digelar pada di gedung Global Halal Center, Bogor, Jawa Barat. Ini adalah tahapan akhir dari penentuan juara Olimpiade Halal 2019.
Pada ujian ini, keenam grand finalis diminta untuk mempresentasikan vlog buatannya yang mengangkat tema Produk Halal Pilihan Generasi Millenial.
“Ke depannya kami berharap, para pemenang dapat menjadi kepanjangan tangan LPPOM MUI dalam sosialisasi dan edukasi halal di daerah masing-masing,” ujar Purwatiningsih.
Adapun keenam grand finalis tersebut sebagaimana dikutip website resmi LPPOM MUI, Rabu, yaitu Aanisah Hani Shafina (MAN Insan Cedekia Batam, Kepulauan Riau), Bella Aprilianti (MAN 1 Manggar, Bangka Belitung), Indira Audreyna Mahsa (Sekolah Indonesia Bangkok, Thailand), Putra Rizky Wahyu Setyawan (SMAN 7 Denpasar, Bali), Rakean Radya Al Barra (SMAN 5 Bandung, Jawa Barat), dan Wildan Fauzy Maulana Hasyim (SMA PU Al Bayyan, Jawa Barat).
Pemenang akan diumumkan pada Senin, 27 Januari 2020 di website www.halalmui.org, Instagram @halalindonesia dan @halalmillenial, serta media cetak dan media online.
Hadir dalam kegiatan pada Rabu ini selain Purwantiningsih, juga para Dewan Juri, yang terdiri dari Ir Sumunar Jati (Wakil Direktur LPPOM MUI), Ir Muti Arintawati (Wakil Direktur LPPOM MUI), Dr Aji Jumiono (Kepala Bidang Pembinaan Daerah), dan Lia Amalia (Kepala Bidang Sosialisasi dan Edukasi Halal & Ketua Olimpiade Halal 2019).
Sebelumnya, keenam grand finalis mengikuti ujian tertulis yang juga diselenggarakan secara online. Kemudian mereka diminta untuk membuat sebuah vlog.
“Enam grand finalis ini dipilih tidak hanya berdasarkan penilaian dari vlog, tapi juga beberapa tes dan ujian sebelumnya. Setelah itu, kita melihat rata-rata dari semua nilai finalis. Dan muncul lah enam nama ini,” tutur Purwatiningsih.
Menurut Purwatiningsih, kriteria penilaian Olimpiade Halal 2019 memang tidak jauh dari tahun-tahun sebelumnya.*