Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Saat Roem jadi Mendagri, tak Satupun orang Masyumi yang jadi Gubernur

Ahmad
Terakhir diupdate: 28 November 2013 12:53 12:53 pm
Ahmad
Dipublikasikan 28 November 2013 12:53
Bagikan
Abdullah Hehamahua
Bagikan

Hidayatullah.com— Mantan Ketua Umum Partai Politik Islam Masyumi (PPIM) Abdullah Hehamahua (63) memiliki kenangan cukup membanggakan saat bergaul dengan para tokoh partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi).

Melalui partai politik yang berdiri pada tanggal 7 November 1945 di Yogyakarta inilah ia mengaku belajar banyak tentang sikap dan keteladanan tokohnya.

Mantan penasehat penasihat KPK mengaku waktu itu ia menjabat sebagai Ketua Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) 1979-1981. Kedudukannya seakan tak ada jarak dengan tokoh-tokoh Masyumi. Ia bahkan selalu bertanya dan bahkan sering mengkritik langsung pada tokoh-tokoh Islam tersebut.

Di forum itu Abdullah muda menanyakan soal kebijakan DD. Abdullah pernah bertanya pada Sjafruddin Prawiranegara tentang pengembalian mandat setelah Soekarno-Hatta kembali dari pembuangan di Bengkulu.

Kekosongan pemerintahan pada saat keduanya masih dalam pembuangan, latar belakang pembentukan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI).

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Pak Sjaf, mengapa setelah menjadi Presiden PDRI kemudian mengembalikan mandat?” tanyanya. Bagi Sjafruddin, penunjukkannya sebagai Presiden  PDRI oleh Soekarno-Hatta, hanya untuk sementara. Karena itulah pemerintahan yang diresmikan tanggal 22 Desember 1948, dikembalikan mandatnya tanggal 13 Juli 1949.

Walaupun penunjukkan itu dikukuhkan melalui sidang terbatas kabinet Yogyakarta, namun Ia memandang amanah yang diembannya sebatas mengisi kekosongan pemerintahan. Bukan untuk menguasainya.

“Saudara Abdullah, Masyumi itu Partai Islam. Maka menggunakan akhlak Islam. Bung Karno dan Bung Hatta sudah bebas, jadi saya kembalikan mandat itu,”ungkap sosok yang sangat diniliai sederhana itu.

Keheranan Abdullah juga mengenai tokoh Masyumi lainnya, Muhammad Roem. Saat Roem menjabat Menteri Dalam Negeri, tidak satupun orang Masyumi yang menjadi Gubernur.

Lagi-lagi Abdullah bertanya mengenai sebabnya.  Jawaban berikutnya semakin menguatkan hati Abdullah untuk memperjuangkan kebangkitan Masyumi.  

“Saudara Abdullah, Masyumi adalah Partai Islam. Menggunakan ketentuan-ketentuan Islam. Kalau tidak ada orang Masyumi di daerah yang memenuhi syarat, untuk apa kita tunjuk jadi Gubernur?” demikian kenang Abdullah menirukan jawaban Sjaf kala itu.

Forum Nasi Bungkus

Abdullah mengingat dengan jelas aktivitasnya setiap hari Jum’at di Dewan Dakwah, Jakarta, awal 1980. Di mana suka makan nasi bungkus bersama  orang-orang besar yang berperan dalam kemerdekaan RI. Seperti Muhammad Natsir, Sjafruddin Prawiranegara, Muhammad Roem, Boerhanuddin Harahap, merupakan sederetan nama besar yang menghadiri forum tersebut dengan belasan orang lainnya.

Saat itu, Abdullah masih berusia 30 tahun. Ia baru saja keluar dari penjara karena ikut berdemontrasi bersama ribuan mahasiswa dalam peristiwa “Malapetaka 15 Januari 1974” (Malari).

Di ruangan bawah Dewan Da’wah (DD), setiap selesai sholat Jum’at ada kebiasaan makan nasi bungkus bersama.

“Di manapun shalat Jum’at-nya, tetap harus datang dan kami disediakan nasi bungkus,” kenang Abdullah dalam seminar “Refleksi Spirit Perjuangan Partai Masjumi di Indonesia” yang diselenggarakan di Aula Masjid Al-Furqan DD, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (27/11/2013) kemarin.

Menurut Abdullah, terdapat tiga generasi yang menghadiri forum tersebut. Generasi pertama yakni generasinya Muhammad Natsir. Sedangkan generasi kedua seperti  Naryono dan Muhammad Soelaeman. Abdullah bersama Husein Umar serta Endang Jauhari, dikategorikan sebagai generasi ketiga.

Sembari makan nasi bungkus bersama, tiga generasi itu membahas peta politik dan kondisi umat Islam saat itu.

Dalam analisa mereka, rezim Orde Baru hanya tinggal menunggu waktu akan tumbang. Karena itulah DD membentuk tim yang merumuskan Indonesia 10, 25 sampai 100 tahun mendatang.

Ketiga generasi itu meyakini lengsernya Soeharto adalah saat yang tepat bagi kebangkitan Masyumi.

Menurutnya, atas kesepakatan bersama, ditunjuklah Boerhanuddin Harahap dan Abdullah sebagai ketua Steering Comitee dan Sekertaris Steering Comitee.

Abdullah hanya sempat mencicipi kebersamaan dalam forum Nasi Bungkus tersebut selama empat tahun. Tahun 1984, Abdullah hijrah ke Malaysia karena dijadikan target operasi TNI AD.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Abdullah HehamahuaM Natsirmasyumipartai Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Bahagiakan Bumi dan Lingkungan”, BMH Bogor – AFS Bangun Jembatan Ciliwung
Tulisan selanjutnya Abdullah Hehamahua: M Natsir Sosok yang Konsisten

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?