Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

‘Pendidikan Seks’ yang Benar Ghaddul Bashar dan Hifdzul Furuj

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 Juli 2014 15:45 3:45 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Juli 2014 15:45
Bagikan
[Ilustrasi]
Bagikan

Hidayatullah.com–Adalah sebuah keharusan bagi setiap orangtua dan para pendidik, memberikan pendidikan  seks dengan cara yang benar dan tepat.

“Ketidaktahuan mereka tentang pendidikan seks akan berdampak pada hal yang negatif,” jelas Ida S. Widayanti, penulis tetap Jendela Keluarga di majalah Suara Hidayatullah saat memberikan kajian Ramadhan, Senin, 14/7/2014, di Masjid Al-Ihsan kantor Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta.

Menurut Ida, pendidikan seks ala Barat berbeda dengan pendidikan seks dalam ajaran Islam. Allah telah memberikan petunjuknya di dalam al-Qur`an, yang tidak hanya sekadar informasi yang berorientasi fisik semata, tetapi lebih kepada bimbingan akidah, dan ibadah sebagaimana firman Allah Ta’ala surah An-Nuur ayat 30-31, yang artinya:

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat’.”

Ada dua penekanan dalam ayat tersebut, yaitu ghaddul bashar (menjaga pandangan mata), dan hifdzul furuj (menjaga kemaluan).

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Kedua perintah tersebut saling bersinergi. Artinya, jika pandangan mata dapat dikendalikan, maka kemaluan mudah dikendalikan, namun sebaliknya jika pandangan dibiarkan tanpa kendali syariat, kemaluan pun tidak terkendali, sehingga tergelincir dalam perbuatan maksiat.

Oleh karena itu, menurut penulis buku “Bahagia Mendidik, Mendidik Bahagia” ini, orangtua wajib mengajarkan pendidikan seks kepada anaknya tetapi tidak dalam konteks pendidikan ala Barat. Orangtua harus mengajarkan kitab-kitab fikih dasar. Sehingga anak mengerti tentang menstruasi, mandi wajib, bedanya mani (sperma) dan madzi, ikhtilath (bercampur laki-laki dan perempuan yang bukan mahram-nya di suatu tempat.

Selain itu, sampaikan dampak buruk pergaulan bebas, bagi perkembangan fisik juga mental serta timbulnya aborsi, dan penyakit menular seperti HIV. Juga agar tidak berpacaran (khalwat). Sebab, kenapa di Barat marak aborsi pada usia dini, karena berawal dari kehidupan yang serba bebas.

Menurut mantan dosen ITB jurusan Teknik Mesin ini, yang juga harus diperhatikan oleh orangtua adalah rinsip-prinsip dasar pendidikan seks. Pertama, kata Ida, dengan melakukan pemisahan tempat tidur sejak usia dini.

Tujuannya, melepaskan perilaku lekatnya anak dengan orangtua, melatih berani dan mandiri, menumbuhkan eksistensi perbedaan jenis kelamin, serta menanamkan kesadaran pada anak tentang eksistensi dirinya. Selain itu, memiliki rasa sopan santun dan etika yang luhur dengan mengajarkan  adab meminta izin, dan mengenalkan waktu berkunjung.

“Firman Allah surah al-Ahzab [33] ayat  13 menjelaskan tiga ketentuan waktu yang tidak diperbolehkan bagi anak-anak untuk memasuki kamar orang dewasa, kecuali meminta izin terlebih dulu: sebelum shalat Subuh, waktu zuhur, dan setelah shalat Isya’. Aturan ini ditetapkan mengingat di antara ketiga waktu tersebut merupakan waktu aurat, yakni waktu ketika badan atau aurat orang dewasa banyak terbuka,” papar ibu tiga anak ini.

Kedua, menanamkan rasa malu pada anak sejak dini. Anak-anak jangan dibiasakan, walau masih kecil, bertelanjang di depan orang lain, seperti ketika keluar dari kamar mandi, dan berganti pakaian. Juga penting bagi anak perempuan sejak kecil membiasakan berbusana Muslimah untuk menutup auratnya.

“Pendidikan seks dalam Islam tidak diskriminatif sebagaimana yang dituduhkan oleh para pengusung ideologi gender, tapi lebih pada kemaslahatan kehormatan diri, menjaga keturunan, dan agama,” pungkas Ida.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:fikihorangtua
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pelajar adakan Pesantren Ramadhan, Payakumbuh jadi Kota Religius
Tulisan selanjutnya PM Malaysia Kerahkan Bantuan untuk Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?