Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Minim Dukungan Pemerintah, Belgia dan Jepang Siap Rebut Pasar Pariwisata Halal

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 November 2016 10:31 10:31 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 September 2016 08:30
Bagikan
ilustrasi
Bagikan

Hidayatulah.com–Perkembangan jumlah wisatawan Muslim dari Timur Tengah maupun Asia ke kawasan Eropa dalam lima tahun terakhir semakin meningkat. Hal inilah yang mulai mendapat perhatian dan pelayanan khusus dari pelaku dunia pariwisata maupun pemilik biro perjalanan di Eropa dalam menyambut tamu “special” tersebut.

“Kehadiran turis Muslim (Muslim tourism) di Negara kami bisa menjadi komoditas sekaligus sarana dakwah yang efektif sehingga kehadiran mereka secara tidak langsung turut memperkuat kehidupan Muslim di Negara kami,” ungkap Marc Deschamps selaku Direktur Halal Klub Brussel Belgia saat menjadi pembicara dalam Seminar Internasional Pariwisata Halal di ITB Bandung, Kamis (1/9/2016) kemarin.

Menurut Marc meski Belgia bukan daerah tujuan utama wisatawan Muslim namun dalam tahun terakhir mengalami peningkatan yang cukup menggembirakan. Hal inilah yang membuat kaum Muslim di Belgia turut tertantang untuk mengambil peran dalam dunia wisata termasuk menyediakan segala keperluan selama kunjungannya dalam koridor sesuai syariah Islam.

“Setidaknya dalam lima tahun ini restoran halal maupun hotel khusus bagi wisatawan Muslim mulai bermunculan. Ini juga kabar bagus bagi kehidupan Muslim di Belgia,”ujarnya.

Marc menambahkan meski Muslim masih minoritas dan pariwisata halal belum masuk program pemerintah namun pihaknya dengan didukung oleh berbagai komunitas Muslim di Belgia siap menyambut dan melayani wisatawan Muslim dari berbagai Negara.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Ini pasar yang potensial dan kami siap bersaing dengan Negara lainnya yang lebih dulu mengembangkan pariwisata halal,”ujar optimis.

Sementara menjawab pertanyaan munculnya islam phobia yang dikait dengan tindakan radikal dan terrorism, Marc menjelaskan bahwa masyarakat Eropa sebagian besar sudah bisa bersikap rasional yang dapat membedakan antara tindakan dengan agama.

“Itu menjadi bagian dari kampanye yang kami lakukan dan Alhamdulillah masyarakat Eropa khususnya di Belgia tidak terlalu terpengaruh dengan beberapa insiden terror tersebut,”tegasnya.

Hal senada juga diungkapkan Yo Nonaka dari Universitas Keio Jepang yang mengungkapkan bahwa meski jumlah Muslim masih minoritas dan tidak ada program dari pemerintah tentang pariwisata halal namun jumlah turis Muslim ke Negeri Sakura semakin meningkat.

“Pemerintah kami tidak melarang namun juga tidak mensupport jadi yang kami lakukan adalah dengan menggalang komunitas Muslim yang ada untuk bersama-sama turut mengkampanyekan pariwisata halal dalam menarik wisatawan Muslim ke negeri kami,”ujarnya Yo Nonaka.

Ia menjelaskan langkah yang dilakukan dalam menarik wisatawan Muslim ke Negaranya tidak jauh berbeda dengan Negara lain seperti menyediakan makanan dan restoran halal, tempat shalat di hotel dan bandara hingga sekitar tempat wisata dan tempat belanja. Meski demikian pihaknya mengakui masih ada beberapa kendala yang harus dibenahi dalam memberikan layanan prima kepada turis Muslim selama berada di Negaranya.

“Masih ada beberapa perusahaan yang enggan mengurus sertifikat halal terhadap produk atau jasa yang mereka berikan kepada turis,”keluhnya.

Untuk mengatasi hal tersebut menuru Yo Nonaka pihaknya melakukan kerjasama dengan beberapa komunitas, perusahaan dan lembaga dalam pelatihan dan sosialisasi tentang halal.

“Di Universitas Keio kami ada Lab Studi Islam salah satu kegiatannya adalah memberikan pelatihan dan pengembangan serta penyediaan SDM Muslim yang handal dalam segala bidang termasuk industri pariwisata halal,”ungkapnya.

Untuk itu pihaknya berharap dengan adanya langkah-langkah dan layanan dalam menarik wisatawan Muslim Jepang dapat bersaing dengan Negara-negara lain.

“Mudah-mudahan dalam beberapa tahun kedepan Negara kami bisa menjadi daerah tujuan utama bagi turis Muslim termasuk dari Indonesia,”harapnya.

Namun demikian baik Marc Deschamps maupun Yo Nonaka melihat potensi wisata halal di Indonesia sangat luar luar biasa. Dengan jumlah penduduk mayoritas Muslim dan dukungan penuh pemerintah maka pariwisata halal di Indonesia bisa menjadi favorit tujuan wisatawan Muslim.*/Abu Luthfi Satrio

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:halalJepangproduk halalturis muslimwisata halal
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya pemikiran islam liberal LGBT dan Masa Depan Bangsa
Tulisan selanjutnya Keutamaan Amal Shalih di Awal Dzulhijjah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?