Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Ditanya Apa Ada Usaha ‘Memecah Suara Umat’ dalam Kasus Ahok, Jokowi Jawab Revolusi Mental

Ahmad
Terakhir diupdate: 1 November 2016 18:10 6:10 pm
Ahmad
Dipublikasikan 1 November 2016 16:33
Bagikan
Wakil NU dan Muhammadiyah yang diundang ke Istana Negara oleh Presiden Joko Widodo
Bagikan

Hidayatullah.com—Hari Selasa (01/10/2016) siang  Presiden Joko Widodo mengundang tiga organisasi massa Islam; Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammadiyah dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ke Istana Merdeka Jakarta diantaranya membahas masalah bangsa juga menyinggung rencana demo Aksi Bela Islam.

Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar menceritakan bagaimana pertemuan tokoh Islam itu dengan Presiden Jokowi berlangsung memalui akun Facebook nya.

“Saya ikut serta dengan beberapa tokoh agama Muhammadiyah, NU dan MUI yang diundang oleh Presiden Joko Widodo, pada Hari ini Selasa, 1 November 2016 Pukul 11.00 WIB,”  sebagaimana ditulis dalam akun Facebook nya.

Menurut Dahnil, Presiden Jokowi didampingi Menkopolhukam, Menteri Agama, dan Mensesneg langsung berdialog dengan 10 orang perwakilan dari Muhamamdiyah, 10 orang dari MUI dan 10 0rang dari NU.

Dalam  pertemuan yang layaknya pertemuan resmi, Jokowi menurut Dahnil menjelaskan  tujuannya mengundang para tokoh tersebut, dilanjutkan beberapa tokoh menyampaikan pandangannya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Dalam catatan saya setelah Pak Jokowi menyampaikan pendahuluan, dilanjutkan oleh Ketum MUI, kemudian Ketum NU, dan Ketum Muhammadiyah. Dan salah seorang Ketua PP Muhammadiyah, Pak Goodzubir menyampaikan pesan beliau. Dilanjutkan Pak Presiden memberikan respon,” tulisnya.

Kasus Ahok: Apa Suara Jokowi?

Singkatnya, semua tokoh agama menyampaikan harus ada proses hukum harus dilakukan dengan adil dan berkeadilan.

Setelah para tokoh menyampaikan pandangan, Dahnil Anzar mengaku mengangkat tangan dan memohon izin menyampaikan pandangannya soal kasus Ahok dan rencana Aksi Demo Bela Islam.

Dalam kesempatan itu,  Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah ini  menyampaikan dua pertanyaan penting kepada Presiden Jokowi.

Pertama. Ia menanyakan mengapa pagi ini yang tokoh-tokoh agama yang diundang pada pagi hari ini hanya dari Muhammadiyah, MUI dan NU? Sementara penggagas Aksi Bela Umat justru diabaikan?

“Karena ada kesan di luar sana Pak Presiden sedang memecah belah kami umat Islam, karena di luar sana pasti berkembang perspektif Muhammadiyah, MUI dan NU sudah dikangkangi oleh Presiden Mereka pasti tidak bisa bersikap obyektif lagi, padahal seperti Pak Presiden ketahui sikap Muhammadiyah, MUI dan NU sudah jelas, mengapa saudara-saudara kami yang  ingin memobilisir demo itu tidak diundang juga, saya kira alangkah baiknya dan arifnya jika Mereka diundang dan diajak untuk berdialog, tidak cuma kami,” ujar Dahnil.

Kedua, ia juga meminta agar sikap Jokowi lebih tegas terkait dugaan penistaan Al-Quran oleh Ahok.

“Kedua, Pak Presiden, publik kecewa, agaknya penting Pak Presiden menyatakan dengan tegas dan terang bahwa kita akan tindak secara hukum bila Ahok betul menistakan keberagaman dan Islam. Pidato Seperti itu penting Pak Presiden sampaikan seperti seterang dan tegas bapak menyampaikan Akan lawan Pungli serupiah pun, agar umat tenang dan yakin. Mereka butuh sikap terang dari bapak. Demikian Pak Presiden, mohon maaf dengan sangat bila tidak perkenan, maklum saya yang paling muda di sini,” ujar Dahnil.

Setelah pernyataannya,  Presiden Jokowi akhirnya menyampaikan jawaban. “Penting hari ini kita membangun kultur ekonomi, politik, sosial dan budaya yang kuat untuk menjawab masalah kesenjangan antar wilayah, nah salah satunya ya melalui Revolusi Mental itu. Hari ini kita terlalu banyak memproduksi undangan-undang dan mohon maaf orientasinya proyek. Dikit-dikit hukum, dikit-dikit hukum padahal nilai etika di atas hukum maka Revolusi Mental penting, “ demikian ujar Jokowi ditirukan Dahnil.

Setelah itu, pertemuan ditutup Presiden Joko Widodo dengan diakhiri sesi foto.

Dahnil mengaku dirinya cukup senang menyampaikan pandangananya pada Jokowi, meski dia mengaku jawaban presiden tidak jelas.

“Terus terang saya senang bisa menyampaikan pesan dan kritik langsung kepada Pak Joko Widodo, walau tidak dijawab dengan terang. Semoga Allah Subhanahu Wata’ala selalu meridhai dan melindungi Bangsa ini,” tulisnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ahok menghina alquranBasuki Tjahaja Purnamadan Kosmetika Majelis Ulama IndonesiaGubernur DKI JakartaJoko widodoJokowiPemuda Muhammadiyah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Indonesia Diserbu Buruh Asing, KAMMI Tuntut Mosi Tidak Percaya pada Jokowi
Tulisan selanjutnya Pemberontak Syiah Houthi Lontarkan Rudal ke Makka dari Masjid Yaman

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?