Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Kasus Pembakaran Warga, Pengamat: Tak Bisa Dikaitkan dengan Sifat Pemeluk Agama Tertentu

Ahmad
Terakhir diupdate: 9 Agustus 2017 19:43 7:43 pm
Ahmad
Dipublikasikan 9 Agustus 2017 19:08
Bagikan
Mustofa B. Nahrawardaya, saat di Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah
Bagikan

Hidayatullah.com– Pengamat dari Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF) Mustofa Nahrawardaya mengatakan, perilaku massa yang membakar MA, terduga pencuri amplifier (alat pengeras suara) sebuah mushalla di Bekasi, Jawa Barat, tidak bisa dikaitkan dengan sifat pemeluk agama tertentu.

Menurutnya, rata-rata massa memang jengkel terhadap pelaku pencurian. Tidak peduli apakah mencuri di tempat ibadah, kantor, rumah, dan sebagainya.

Mustofa menambahkan, jika seorang pencuri sudah ada di tangan massa, apalagi disertai dengan barang bukti. Maka akan sulit memprediksi nasib si pencuri tersebut.

Baca: Polres Metro Bekasi Usut Pelaku Pembakaran Warga

Terlebih, sambungnya, nasib pencuri di tangan massa yang marah akan fatal jika polisi atau petugas tidak segera datang. Nyawanya terancam.

“Jangankan pencuri ketangkep massa. Kadang, pencuri yang udah diamankan polisi saja, masih diserang massa yang marah. Brutal,” tulis Mustofa melalui akun Twitternya, Selasa malam (08/08/2017).

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Mantan wartawan kriminal ini menjelaskan, dalam psikologi massa, ketika menghakimi pelaku pencurian, massa tidak akan bertanya pada pencurinya apakah punya anak kecil atau tidak. Punya istri hamil atau tidak, massa tidak peduli.

“Itulah tipikal sebagian massa yang biasanya sulit terkontrol jika menghadapi pencuri tanpa ada aparat. Brutal dan sadis,” ungkapnya.

“Sekali lagi, tidak ada kaitan antara tipikal orang Islam dengan kekerasan menghadapi penjahat. Mereka tidak kenal agama,” tegas Mustofa.

Baca: Pembakaran Warga, Diduga Dampak Sering Absennya Penegakan Hukum

Apalagi, terangnya, dalam kasus MA, terduga ditangkap dan dihakimi massa sekitar 7 kilometer dari mushalla tempat diduga hilangnya amplifier.

“Rasanya berlebihan. Atau lebay (jika dikaitkan ‘Aksi Bela Islam’). Mohon Maaf. Terlalu jauh dan sulit dicari tali penyambungnya,” pungkas Mustofa lewat akunnya @NetizenTofa.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:amplifierbekasiicafIndonesian Crime Analyst Forumkepolisianmain hakim sendirimassamushallaMustofa Nahrawardayapembakaran wargapencurianpencurian amplifier mushallapenegakan hukumPengamat ICAFpengeroyokanpsikologi massawarga dibakar hidup-hidup
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Upaya Penutupan Masjid Imam Ahmad bin Hanbal, Aparat Diminta Mengusutnya
Tulisan selanjutnya Akhlak dan Tawadhu’ Ibnu Taimiyah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?