Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Patung Dewa Perang China di Tuban, Dinilai Potensial Cederai Harmoni Bangsa 

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 Agustus 2017 14:05 2:05 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 Agustus 2017 14:05
Bagikan
Patung Dewa Perang China, Kwan Sing Tee Koen, di Tuban, Jatim. Pendirian patung ini menuai banyak kecaman.
Bagikan

Hidayatullah.com– Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Niam Sholeh mengatakan, di suatu daerah yang mayoritas Muslim, tentu tidak arif jika ditegakkan panji-panji atau syiar-syiar yang bertentangan dengan Islam.

“Demikian juga sebaliknya, kalau di komunitas Kristen misalnya yang tidak ada penduduk Muslim, di situ tentu tidak pas juga,” ujar Niam.

Komentar itu ia sampaikan terkait pembangunan Patung Dewa Perang China, Kwan Sing Tee Koen, di Tuban, Jawa Timur, yang menuai kontroversi dan kecaman dari banyak pihak.

Baca: Soroti Patung Dewa Perang China, Jimly Harap Pihak Minoritas Ada Sensitivitas

Niam pun mengatakan soal pentingnya menjaga keutuhan nilai di tengah-tengah masyarakat.

“Bahwa salah satu wujud kearifan kita di dalam bangsa dan negara itu adalah menjaga nilai yang utuh di dalam masyarakat,” jelasnya di Gedung MUI Pusat di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (16/08/2017).

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Polemik soal patung yang telah ditutup kain putih tersebut pun menurutnya juga terkait soal kepatutan, etika, dan kebutuhan.

Baca: Warga Gabungan se-Jatim Tuntut Pembongkaran Patung Dewa Perang China di Tuban

“Kalau dia (umat Buddha) tidak butuh (patung itu. Red) untuk kepentingan peribadatan, misalnya, maka jangan dipaksakan,” tegasnya.

Karena, lanjutnya lagi, hal itu akan mencederai harmoni bangsa Indonesia.

“Artinya, komitmen untuk menjaga harmoni di tengah masyarakat yang plural itu adalah kearifan kita masing-masing sebagai masyarakat,” terang Niam.* Ali Muhtadin

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Asrorun Niam SholehBudayabudaya ChinachinaChinaisasiharmoni bangsaJawa Timurkontroversi Kwan Sing Tee Koenkontroversi Patung Dewa Perang ChinaKwan Sing Tee KoenMUIpatungPatung Dewa Perang ChinaSekretaris Komisi Fatwa MUISurabayationghoatokoh ChinatoleransiTuban
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya HUT RI, Pesantren Hidayatullah Gelar Drama Kolosal Peringati Perjuangan Ulama dan Santri
Tulisan selanjutnya 72 Tahun RI, MUI Desak Pemerintah Lebih Serius Atasi Kesenjangan Sosial dan Hukum

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Gunakan Kesepakatan Gas dan Air untuk Menekan Yordania

Berita
8 Juli 2026 16:20
PBNU Tetapkan PP Bahrul Ulum Jombang Lokasi Muktamar Ke-35 NU
Amerika dan Perang Salib Baru?
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
UNESCO Mengakui Dondang Sayang hingga Silat sebagai Warisan Budaya Malaysia

Terbaru

  • Mengenang Pembantaian Srebenica, Ribuan Peserta Susuri Rute Pelarian Korban Genosida
  • Waketum PBNU KH Zulfa Mustofa Luncurkan Kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa Jelang Muktamar PBNU ke 35
  • Waketum MUI: Penulis Muslim Harus Jadi Penjaga Otoritas Ilmu di Era Digital
  • MUI Gelar IACFS ke-10, Perkuat Peran Fatwa dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia
  • MUI Matangkan Persiapan Kongres Umat Islam Indonesia VIII, Bahas Isu Strategis Keumatan dan Kebangsaan
  • BMIWI Gelar Milad ke-59, Canangkan Hari Majelis Taklim Nasional di Masjid Istiqlal
  • Hampir 6.000 Awak Kapal Masih Tertahan di Teluk Arab
  • Kisah Yono, Tangan Kanan Ustadz Adi Hidayat yang Ogah Jadi Komisaris
  • Amnesty Kecam Pemberian Tanda Kehormatan pada Modi karena Rekam Jejak HAM
  • Seorang Dokter Jerman Bunuh Sedikitnya 15 Pasien

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?