Hidayatullah.com– Panitia Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional telah menyiapkan kriteria calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) ideal menyongsong Pilpres 2019.
Dalam sidang pada ijtima yang berlangsung di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, itu, komisi politik Ijtimak Ulama telah menghasilkan satu keputusan mengenai kriteria ideal calon pemimpin yang akan dipilih umat.
Dalam surat Lampiran Keputusan Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional soal Kriteria Ideal Calon Pemimpin dan Pejabat Publik yang akan Dipilih oleh Umat, diterangkan kriteria umum capres-cawapres ideal.
Yaitu;
– Beriman dan bertakwa kepada Allah Yang Maha Kuasa;
– Memiliki ilmu dan kompetensi dalam penyelenggaraan negara yang konsisten dengan pembukaan UUD 1945;
– Sehat jasmani dan rohani;
– Memiliki keberpihakan kepada pribumi dan umat Islam;
– Mampu menjaga kedaulatan negara dan melindungi segenap bangsa dari intervensi dan kendali negara dan pihak asing serta bebas dari komunisme, liberalisme, sosialisme, kapitalisme, dan aliran sesat.
Adapun kriteria khusus capres/cawapres yang akan direkomendasikan dari Ijtima Ulama, yaitu:
– Muslim yang taat beribadah dalam arti luas;
– Memiliki sikap dan atau karakter jujur, terpercaya, cerdas, dan tabligh;
– Memahami substansi pembukaan UUD 1945 sesuai khittah perjuangan kemerdekaan Indonesia;
– Kemampuan manajerial kepemimpinan; dan
– Keberpihakan dan pembelaan terhadap kepentingan Islam.
Untuk poin karakter “jujur” dimaksud, jelas GNPF Ulama selaku penyelenggara Ijtima, yaitu sosok yang tidak tercela. “Seperti tidak melakukan dusta atau penipuan umat,” terang surat tersebut.
Sedangkan karakter “terpercaya”, adalah sosok yang tidak menyalahgunakan kekuasaan. “Kalau pernah menjadi pejabat,” jelasnya.
Kriteria umum dan khusus tersebut juga dimaksudkan untuk calon pemimpin dan pejabat publik selain capres-cawapres, seperti calon gubernur/wakil gubernur, calon bupati/wakil bupati, calon wali kota/wakil wali kota, calong anggota dewan, serta calon penyelenggara negara lainnya.
Ijtima Ulama berlangsung sejak Jumat (27/07/2018) dan pada Sabtu (28/07/2018) malam digelar rapat pleno terakhir. Sementara pada hari terakhir, Ahad, dijadwalkan digelar konferensi pers penutupan dan penyampaian hasil Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional.
Pantauan hidayatullah.com pada pembukaan Ijtima kemarin, hadir para pimpinan dari lima partai politik. Di antaranya sejumlah nama yang digadang-gadang menjadi capres-cawapres; Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, serta Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab yang menyampaikan sambutan jarak jauh dari Makkah, Arab Saudi.*