Hidayatullah.com– Hingga saat ini sedikitnya sudah 384 orang yang tercatat meninggal dunia korban gempa dan tsunami di Kota Palu, Sulawesi Tengah, yang terjadi pada Jumat (28/09/2018) kemarin. Diperkirakan angka tersebut bertambah.
Sedangkan untuk data di Kabupaten Donggala, hingga Sabtu (29/09/2018) tadi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengakui belum mendapatkan datanya.
Sementara itu, informasi dihimpun hidayatullah.com, akses dari luar kota untuk menuju Kota Palu masih begitu sulit ditembus, mengingat banyak jalan rusak akibat gempa. Beberapa ruas jalan tertimbun longsoran tanah. Bahkan ada jalan yang rusak parah akibat gempa. Di antara rombongan Tim SAR Nasional Hidayatullah yang sedang dalam perjalanan menuju Palu mengalami kendala setelah pecah ban mobil yang mereka tumpangi.
Sedangkan tim SAR Hidayatullah lainnya sudah berhasil masuk ke Tondo, Palu, sebagai posko Hidayatullah untuk korban gempa-tsunami Palu.
“Alhamdulillah, tim pertama Sulbar sudah tembus ke kampus Tondo,” demikian informasi disampaikan pada pukul 20.40 WIB.
Diperkirakan akses ke Donggala juga masih begitu sulit ditembus.
Sabtu pagi tadi mayat-mayat korban tsunami ditemukan di berbagai tempat, termasuk di jalanan dan tempat lainnya. Koresponden hidayatullah.com menyaksikan mayat yang ditutupi sebelum dievakuasi.
Disinyalir masih banyak korban jiwa yang belum ditemukan dan tercatat.
Diketahui, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan jumlah terkini korban jiwa akibat gempa dan tsunami di Palu.
“Tercatat 384 orang meninggal dunia,” ujarnya kepada media dalam konferensi pers di kantor BNPB, Jakarta, Sabtu tadi.
Para korban tersebar di berbagai rumah sakit di Palu.
“Korban disebabkan, satu, karena gempa bumi, dua, karena tsunami,” ujarnya.
Data-data itu tercatat yang ada di Palu. “(Data) Kabupaten Donggala kami belum dapat,” ujarnya.
Berbagai pihak menyerukan agar segenap elemen bangsa turut mendoakan warga Palu dan Donggala serta para korban bencana tersebut. Masyarakat juga diserukan untuk kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap para korban.*