Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Ketua MUI Sulteng: Musibah Memberikan Peringatan Penting

Ahmad
Terakhir diupdate: 9 Oktober 2018 18:39 6:39 pm
Ahmad
Dipublikasikan 9 Oktober 2018 18:39
Bagikan
Ketua MUI Sulawesi Tengah, Habib Ali bin Muhammad Al-Jufri di Palu, Senin (08/10/2018).
Bagikan

Hidayatullah.com– Musibah gempa bumi dan tsunami yang melanda Sigi, Donggala, Palu, Sulawesi Tengah dan sekitarnya, patut mendatangkan rasa sedih bagi semua elemen bangsa. Namun juga harus diikuti dengan kesadaran untuk beritighfar sekaligus memohonkan ampun mereka yang menjadi korban.

“Pertama-tama tentunya, kita sebagai umat Islam merasa sedih dengan apa yang terjadi. Dan, kita berbelasungkawa terhadap apa yang menimpa masyarakat kita, dan kita memohon agar mereka-mereka itu diampuni oleh Allah Subhanahu Wata’ala,” terang Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulteng, Habib Ali bin Muhammad Al-Jufri, kepada hidayatullah.com dan awak media lainnya Senin (08/10/2018) malam di Palu.

Ketua Pengurus Besar Al-Khairat Palu itu pun menuturkan bahwa tidaklah satu musibah terjadi, melainkan memberikan peringatan penting.

Baca: Korban Gempa-Tsunami Bertambah Jadi 2.010 Orang Meninggal

“Ini (gempa dan tsunami) merupakan peringatan dari Allah Subhanahu Wata’ala, yang sebelumnya, berbagai peringatan-peringatan telah diberi. Dan, hari Jumat kalau dalam riwayat (Hadits) adalah jatuhnya hari kiamat. Jadi musibah ini yang terjadi pada hari Jumat adalah gambaran, yang dijanjikan Allah itu pasti datang,” paparnya.

Oleh karena itu, pria ramah ini mendorong agar kaum Muslimin, penduduk Palu, Donggala, dan Sigi serta umumnya umat Islam di Indonesia untuk tidak bermain-main dengan peringatan Allah.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Musibah atau kiamat itu pasti datang. Akan tetapi karena ulah maksiat umat manusia, maka musibah itu Allah datangkan lebih cepat. Artinya ini adalah percepatan dari kita sendiri, sehingga teguran (peringatan) ini ada,” tegasnya.

Selanjutnya, Habib Ali bin Muhammad Al-Jufri mendorong umat Islam untuk tidak lagi ragu-ragu dengan peringatan Allah dalam hal ini terhadap kitab suci Al-Qur’an.

“Dan, seharusnya kita sebagai umat Islam, sudah seharusnya sudah sadar, bahwa apa yang Allah perintahkan dan Allah larang yang ada di dalam Al-Qur’an itu kita laksanakan. Karena tidak ada keraguan sedikit pun dari Al-Qur’an. Cuma (sayangnya) masih banyak umat Islam yang ragu dengan kitab sucinya sendiri,” ulasnya.

Baca: “Nomoni Membuat Palu Menangis”

Seperti ditulis media ini sebelumnya, sebelum bencana alam gempa dan tsunami melanda Kota Palu, Jumat (28/09/2018), banyak warga yang menghadiri kegiatan festival kebudayaan Palu Nomoni di Pantai Talise, Palu, Sulawesi Tengah. Para warga hadir di pantai tersebut untuk menyaksikan kegiatan Balia yang memang sudah lama hilang.

Kegiatan Balia merupakan kegiatan yang sudah lama hilang dan ingin dihidupkan kembali. Balia sendiri dahulu digunakan untuk mengobati orang sakit menggunakan mantra dan dilakukan oleh orang yang ahli.

Menurut Andi Ahmad, warga setempat, budaya ini baru dihidupkan kembali sejak 2016, biasanya menggunakan sesajen, seperti menghanyutkan makanan ke laut, dan hewan ternak seperti kambing.

Baca: Sebelum Tsunami Warga Saksikan Tradisi Nomoni

“Biasanya untuk mengobati orang sakit menurut cerita dahulu, identiknya sih dengan sesajen,” kata Andi Ahmad, saat dimintai keterangan di Jalan Garuda Dua, Birobuli Utara, Palu Selatan, Kota Palu, Selasa (02/10/2018).

Palu Nomoni berarti artinya Palu berbunyi. Menurut Andi, tradisi ini sebenarnya sudah lama lenyap sejak kedatangan Guru Tua Habib Idrus bin Salim Al Jufri, yang disebut masih memiliki sanad keturunan dari Baginda Rasulullah.

“Sebenernya tradisi ini sudah lama hilang, dibersihkan sejak kedatangan guru tua, namun kembali dihidupkan,” tuturnya.

Baca: Palu Luluh Lantak Kena Tsunami

Dimulainya tradisi ini sejak 2016, terpilihnya Wali Kota pasangan Hidayat – Sigit Purnomo Said (Pasha). Namun sejak 2016 juga terus terjadi hal-hal aneh seperti angin kencang.

“Jadi memang tradisi ini identik dengan roh halus, sejak 2016 dihidupkan kembali, memang 2016 dan 2017 itu setiap dirayakan angin kencang trus, saat ini barulah tsunami,” paparnya.*

Berita gempa dan tsunami Palu bekerjasama dengan Dompet Dakwah Media

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Baliagempa PaluHabib Ali bin Muhammad Al-JufriKailiMUIMUI sultengmusibahPaluPalu NomoniPashasesajentsunami Palu
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya DPR Sayangkan Atlet Judo Dilarang Bertanding karena Jilbab
Tulisan selanjutnya AILA Indonesia Desak Kontes Mister dan Miss Gaya Dewata Dibatalkan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?