Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Buya Yahya: Jangan Membicarakan Nabi Muhammad dengan Hal yang Tak Pantas

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 3 Desember 2019 18:50 6:50 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 3 Desember 2019 18:49
Bagikan
Buya Yahya dalam majelisnya.
Bagikan

Hidayatullah.com– Ulama masyhur asal Cirebon, Jawa Barat, Ustadz Yahya Zainul Maarif atau dikenal dengan Buya Yahya, mengingatkan siapa saja untuk berhati-hati saat membicarakan sosok Nabi Muhammad.

Hal itu disampaikan Buya Yahya dalam sebuah majelisnya saat menjawab pertanyaan jamaah terkait ucapan salah seorang penceramah yang dinilai merendahkan Nabi Muhammad.

Tanpa menyebutkan nama, pertanyaan itu dilontarkan jamaah setelah viral kasus penceramah tenar di Youtube, Ahmad Muwafiq, yang menyampaikan ceramah yang dinilai merendahkan Nabi Muhammad.

“Benarkah saat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam lahir keadaannya sama seperti layaknya bayi-bayi pada umumnya lahir, yaitu kotor dan biasa saja tidak ada keistimewaan. Sedangkan yang biasa kita dengar, yaitu Nabi lahir bersih, dipenuhi cahaya yang bersinar luas.

Sebab, ada tokoh yang mengatakan bahwa keistimewaan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam saat lahir semacam itu tidak ada, Buya. Katanya Nabi lahir biasa saja, tidak ada cahaya yang sampai tembus ke langit. Katanya, jika Nabi lahir dipenuhi cahaya sampai ke langit, maka akan mudah diketahui musuh bahwa itu adalah Nabi dan dengan mudah musuh dapat membunuh Nabi.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Tokoh tersebut juga mengatakan bahwa Nabi itu tinggal sama kakeknya, jadi ya enggak keurus, enggak sekolah, enggak bisa baca tulis, yang namanya kakek itu dimana-mana tidak bisa mengurus anak kecil.

Apa benar begitu, Buya? Apakah kata-kata ini tidak termasuk tidak beradab kepada Nabi?” demikian pertanyaan panjang yang dibacakan salah seorang pada majelis Buya Yahya tersebut sebagaimana video diunggah di laman Youtube resmi Al-Bahjah diakses hidayatullah.com pada Selasa (03/12/2019).

Baca: Tagar #KamiBersamaRasulullahSAW Trending Topic

Buya Yahya mewanti-wanti, jangan sampai saat membicarakan Nabi Muhammad masuk ke wilayah merendahkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

Sebab, jelas Buya Yahya, merendahkan Rasulullah baik dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja, tetap saja salah.

“Kalau kita punya kalimat yang merendahkan Nabi dengan sengaja, maka kita keluar dari iman.

Kalau tidak sengaja, ceroboh kita,” ujar Buya Yahya dalam ceramahnya.

Buya mengingatkan siapa saja untuk berhati-hati membicarakan sifat Nabi, baik saat beliau setelah diangkat menjadi Nabi, maupun sifat zhair Nabi sebelum diangkat sebagai Nabi.

“Jangan sampai ada lintasan atau ungkapan yang merendahkan,” imbuhnya.

Buya Yahya mengatakan, seseorang yang mencintai Rasulullah dan memahami sejarah perjalanan kehidupan beliau, maka tidak akan berani membicarakan hal-hal yang tidak pantas terhadap Nabi Muhammad.

“Kalau Anda perindu dan pecinta Nabi dan membaca sejarah, enggak akan berani anda ngomong yang tidak pantas untuk Nabi,” ujarnya.

Baca: Hai’ah Ash-Shofwah Al-Malikiyyah Tegur Keras Muwafiq

Buya Yahya mengatakan, sifat Nabi pada masa kecilnya berbeda dengan orang-orang lain.

“Nabi dengan keistimewaannya, bagaimana di saat berjalan dipayungi oleh mendung dan seterusnya,” sebutnya mencontohkan.

Buya Yahya mengatakan, sosok Nabi mengagumkan. “Kalau anda membaca sejarah Nabi, akan tahu itu semuanya bagaimana masa kecil Baginda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam,” imbuhnya.

Buya Yahya mewanti-wanti, jangan sampai ada seseorang yang menyifati masa kecil Nabi dengan sifat-sifat yang tidak pantas.

“Itu, kan, sifatku dan sifatmu yang mungkin kita kotor dan sebagainya. Tapi kalau Nabi, enggak bisa. Kalau di hatimu ada kekaguman dan cinta pada Nabi, enggak akan bisa anda menyamakan Nabi dengan diri anda, enggak bisa. Apapun bentuknya, karena itu Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Enggak bakal bisa,” tegasnya.

Baca: Muwafiq Sampaikan Permintaan Maaf soal Ceramahnya

Buya Yahya mengatakan, Nabi Muhammad dengan segala keistimewaan beliau dijaga oleh Allah Subhanahu Wata’ala.

“Masalah cahaya, memang disebutkan dalam riwayat –hanya nanti dipertanyakan apakah itu hanya dalam mimpi atau di alam nyata– Siti Aminah melihat… menyala istana Syam dan sebagainya. Itu ada riwayatnya semacam itu. Akan tetapi apapun bentuknya, enggak pantas, enggak diperkenankan kita menyebut untuk Nabi sesuatu yang enggak pantas, yang sifatnya kotor, menjijikkan, itu enggak pantas sama sekali,” ungkapnya panjang lebar.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ahmad MuwafiqBuya YahyaNabi Muhammadpenghinaan nabirasulullahYahya Zainul Maarif
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tokoh Berbagai Kalangan di Sudan Minta AS Coret Negaranya dari Daftar Sponsor Teroris
Tulisan selanjutnya PM Inggris: 74 Terpidana Teroris Dibebaskan Lebih Awal, Salahkan Partai Buruh

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?