Hidayatullah.com–Pemimpin Hamas Khalid Misy’al akan bertemu pemimpin Fatah Mahmud Abbas di Kairo pada hari Kamis (05/5), kata Yaser Wadeiyah wakil dari politisi independen.
Menurut Wadeiyah, faksi-faksi Palestina akan menggelar pertemuan di Kairo hari Selasa dan Rabu. Abbas dan Misy’al tiba di Mesir hari Rabu malam, dan keesokan harinya akan menandatangani perjanjian kesepatan untuk bersatu.
Momen itu akan menjadi yang pertama kalinya bagi Misy’al dan Abbas bertemu kembali sejak Hamas mengambil alih kekuasaan atas wilayah Jalur Gaza bulan Juni 2007.
Pertemuan Abbas dengan Misy’al terakhir adalah pada akhir April 2007, atau enam pekan sebelum terjadi bentrokan bersenjata antara kelompok Fatah dan Hamas, yang mengalahkan Fatah dalam pemilu di wilayah Gaza.
Pejabat Fatah Azzam Al-Ahmad mengatakan, kesepakatan rekonsiliasi itu akan ditandatangani di markas besar Liga Arab dengan dihadiri faksi-faksi Palestina.
Al-Ahmad mewakili delegasi Fatah dalam pembicaraan dengan Hamas, yang pada hari Rabu (27/4) lalu menelurkan hasil mengenjutkan berupa kesepakatan untuk menjalin persatuan kembali di antara mereka.
Sementara itu kelompok Jihad Islam menyambut baik pengumuman rencana persatuan kembali antara Fatah dan Hamas. Namun menyatakan tidak akan ikut serta dalam pemerintahan transisi. Hal itu disampaikan oleh anggota senior politbiro Muhammad Al-Hindi, Jum’at (29/4).
Al-Hindi mengatakan, Jihad Islam menolak pembentukan pemerintah yang didasarkan pada Otoritas Palestina, yang merupakan hasil dari Perjanjian Oslo.
Washington menyerukan kembali ke meja perundingan, tapi menurut Al-Hindi perundingan hanya akan menigkatkan aktivitas pembangunan pemukiman Yahudi oleh Israel dan memperparah blokade atas Jalur Gaza.
Al-Hindi menambahkan, diakhrinya perselisihan antara Hamas dan Fatah merupakan langkah yang sangat penting, namun demikian program politik yang disetujui oleh semua faksi Palestina masih diperlukan.
Tantangan yang sebenarnya dari kesepakatan itu adalah apakah Otoritas Palestina berani mengakhiri koordinasi keamanan dengan Israel, tegas Al-Hindi.
Sebelum mengambil keputusan apakah akan ikut menghadiri pertemuan di Kairo mendatang, Jihad Islam akan mengkaji rincian isi kesepakatan itu dengan para pemimpinnya yang berada di Jalur Gaza, Tepi Barat, di penjara-penjara Israel dan yang berada di luar negeri.
Sebagaimana dilansir Maan (30/4), delegasi Partai Rakyat Palestina yang akan berangkat ke Kairo dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Bassam As-Salhi. Front Demokratik Pembebasan Palestina menyatakan akan hadir dan delegasinya dipimpin Sekjen Nayef Hawatmeh.
Sedangkan Mesir sebagai fasilitator akan diwakili Menteri Luar Negeri Nabil Al-Arabi dan kepala intelijen Murad Muwafi.*