Hidayatullah.com–George Galloway, mantan anggota parlemen Inggris yang juga inisiator gerakan Viva Palestina mengatakan, hak kembali bagi seluruh pengunggsi Palestina adalah hak waris yang tidak ternilai harganya.
Kata George, bahkan hak kembali seluruh warga Palestin adalah solusi sebenarnya dalam permasalahan Palestina yang tengah dijajah oleh Zionis-Israel.”Bukan masalah pendirian satu atau dua negara. Tapi hak semua pengungsi untuk kembali,”kata George dalam acara jumpa pers di Jakarta, (28/06/2011), kemarin.
Selain itu, dia juga menyinggung masalah tapal batas sebelum perang Arab-Israel 1967. Menurutnya, pendirian negara Palestina berdasarkan perbatasan 1967 sama saja dengan cuma mengakui 23 persen wilayah Palestina. Karena, menurutnya, wilayah Palestina mencakup semua wilayah yang kini dijajah oleh Zionis dan klaim sebagai negara Yahudi Israel itu.
Kesepakatan pada tapal batas 1967, katanya, bahkan tidak sampai menampung 23 persen dari total penduduk Palestina yang kini telah beranak pinak di berbagai kamp pengungsian di berbagai negara.
Veto Inggris
Rencana deklarasi pengakuan negara Palestina pada Sidang Umum PBB September nanti memang berpotensi gagal jika ada negara anggota dewan keamanan PBB mengeluarkan hak veto, termasuk Inggris. George pun mengakui hal itu.
Untuk itu, rencanan George akan melakukan diskusi panel bersama sejumlah tokoh-tokoh nasional dan internasional dalam Konferensi Asia-Pasifik untuk Palestina yang berlangsung di Jakarta Convention Centre hari ini. Di antara tokoh yang akan hadir adalah Prof. Jimly Asshiddiqie (mantan ketua Mahkamah Konstitusi), T.M. Hamzah Thayeb (Kemenlu RI), Osamah Hamdan (Libanon), Dr. Akram Adluni, Datuk Sri Shahidan Kasim (Malaysia), Almuzzammil Yusuf, Soltani Bouguerra (Aljazair), dan Saud Abu Mahfudz (Yordania).*