Hidayatullah.com–Ratusan tawanan Palestina telah tiba di Gaza dan Ramallah sebelum dhuhur, Selasa (18/10/2011) hal ini berarti tibanya tahap pertama realisasi pertukaran tawanan menuju tahap akhir.
Sejumlah bis terlihat mengangkut para tawanan beriringan masuk lewat perlintasan Rafah ditengah sambutan massa dan juga pimpinan Palestina, nampak terlihat PM Ismail Haniyah dan sejumlah pimpinan faksi serta keluarga tawanan, demikian dikutip Pusat Informasi Palestina.
Penjaga perbatasan memberikan sambutan penghormatan bagi para tawanan, kemudian terdengar yel-yel menyambut para tawanan yang dibebaskan.
Dijadwalkan sekitar 296 tawanan laki-laki dan perempuan Palestina memasuki Gaza, sebanyak 131 berasal dari warga Gaza menuju rumah-rumah mereka, sedangkan 163 berasal dari Tepi Barat yang dibebaskan ke Gaza, termasuk dua orang tawanan wanita asal Gaza, yaitu Wafa Ilbas dan Aminah Muna.
Pasukan Israel mengumumkan tibanya Shalit ke markas besar Lanuv di Selatan wilayah Palestina 1948.
Dukung Tawanan
Sementara itu, Mahkamah Agung Zionis-Israel akhirnya mendukung pertukaran tahanan setelah sempat ditolak warga Israel.
Mahkamah Agung Israel telah mendukung keputusan pemerintah untuk menukar ratusan orang Palestina yang ditahan dengan seorang tentara Israel yang ditawan Gilad Shalit, yang membuka jalan untuk memulai pertukaran bersejarah Selasa pagi.
Seperti dikutip Voice of America (VoA), Mahkamah Agung menolak empat petisi yang diajukan oleh sanak-saudara warga Israel yang tewas dalam serangan Palestina, yang menggagalkan usaha menit-menit terakhir untuk menghambat pertukaran tersebut dengan gerakan pejuang Hamas.
Seperti diketahui, berdasarkan perjanjian pertukaran itu, 1.027 orang Palestina akan dibebaskan dalam dua tahap sebagai imbalan Shalit. Tentara Israel yang ditawan itu akan diserahkan ke tahanan Mesir, lalu diserahkan kepada Israel pada waktu yang sama negara Yahudi itu mulai membebaskan orang-orang Palestina dari berbagai tempat.
Setelah dikembalikan, Shalit akan diterbangkan ke sebuah pangkalan udara dimana ia akan disambut oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, para pemimpin lain dan keluarga dekat. Kemudian, ia akan dibawa ke rumahnya di Israel utara.
Negara Zionis itu telah memindahkan sebagian besar dari 477 orang tahanan yang diperkirakan akan dibebaskan hari ini ke saranana tahanan di gurun Negev. Kira-kira 100 orang akan dikirim ke Tepi Barat dan kira-kira 40 orang akan diusir ke Yordania, Turki, Qatar dan Suriah. Selebihnya akan dibebaskan di Gaza, di mana Hamas telah menyiapkan sambutan pahlawan. Kelompok kedua sebanyak 550 orang tahanan akan dibebaskan dalam masa dua bulan ke depan.
Sementara itu, setelah bebas, Shalit mengakui telah diperlakukan secara baik oleh pejuang Hamas yang menawannya.*