Hidayatullah.com–Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengancam akan membubarkan Otoritas Palestina (PA) dan mengembalikan tanggung jawab atas Tepi Barat yang diduduki Zionis Israel kepada pemerintah Israel jika stagnasi diplomatik terus berlanjut dan pembangunan pemukiman tidak berhenti.
Dalam wawancara dengan harian Israel Haaretz, Abbas mengatakan: “Jika tidak ada kemajuan, bahkan setelah pemilu, saya akan mengangkat telepon dan berbicara dengan (Perdana Menteri Israel Benjamin) Netanyahu. Saya akan katakan kepadanya, ‘teman yang baik, tuan Netanyahu, saya mengundang Anda ke Muqata’a, Kantor Presiden di Ramallah. Duduk di kursi ini sebagai pengganti saya, ambil segala urusan, dan Anda akan bertanggung jawab terhadap PA’.”
“Setelah pemerintah baru di Israel terbentuk, Netanyahu harus memutuskan; ya atau tidak,” kata Abbas, dilansir Saudi Gazette, Minggu (30/12/2012).
Abbas mengatakan, berdasarkan jajak pendapat di media Israel, ia mengasumsikan Netanyahu akan membentuk pemerintahan berikutnya. Ia mengatakan, bersedia memperbarui pembicaraan dengan Netanyahu segera setelah pemilu, namun akan menuntut Israel membekukan pembangunan di wilayah Palestina selama pembicaraan, memperbarui transfer hasil pajak atas nama PA, dan membebaskan sekitar 120 tahanan Palestina yang telah dipenjarakan di Israel sejak tahun 1993 sesuai Kesepakatan Oslo.
“Ini bukan prasyarat,tetapi ini adalah komitmen Israel yang telah diputuskannya sendiri,” kata Abbas, mengisyaratkan bahwa ia membutuhkan semacam gerakan dari Israel. “Jika Netanyahu akan melakukan hal-hal semacam itu, itu akan membantu (memulai kembali pembicaraan). Saya hanya meminta dia tidak membangun (pemukiman) selama negosiasi. “
Presiden Palestina menekankan bahwa meski ada kekhawatiran Zionis Israel, dia tidak berencana mengeksploitasi status baru Palestina sebagai negara nonanggota PBB untuk menyeret Israel ke Pengadilan Kriminal Internasional di Den Haag.
“Saya tidak akan melakukan apa-apa asalkan ada negosiasi diplomatik,” katanya.
“Tapi jika kebuntuan berlanjut, jika tidak ada gerakan dalam proses perdamaian, pembangunan permukiman terus berlanjut, dan Israel tidak akan mengeluarkan uang kita yang akan digunakan untuk membayar gaji, apa lagi yang tersisa yang harus kita lakukan?” kata Abbas.
Ia mengtakan, telah memerintahkan pihak keamanan Palestina untuk mencegah tindakan kekerasan terhadap Israel setelah pemungutan suara Majelis Umum PBB mengenai negara Palestina.
“Kami tidak akan mengizinkan perjuangan Intifada ketiga,” katanya.
Wawancara dengan Abbas terjadi setelah ia mengadakan pertemuan di Muqata’a dengan Zahava Gal-On, ketua dari partai partai sayap kiri Zionis Israel, Meretz, yang diutus bertemu Presiden Palestina guna membuka inisiatif perdamaian untuk mengakhiri konflik Palestina-Israel.
Menurut kantor berita resmi Palestina, Abbas kemudian menyerahkan inisiatif usulan kepada komite untuk dibahas lebih lanjut.*