Hidayatullah.com–Gerakan Perlawanan Islam Hamas, hari Senin (26/10/2015) sore mengumumkan penolakannya terhadap pemasangan kamera pengintai oleh Zionis Israel di pelataran-pelataran Masjid Al-Aqsha atas usulan Amerika.
Sebagaimana dilansir laman safa.ps hari Senin, juru bicara Hamas, Dr. Sami Abu Zuhri dalam siaran persnya mengatakan bahwasanya bocoran-bocoran seputar adanya kesepakatan dari beberapa pihak tentang pemasangan kamera pengintai Israel di pelataran-pelataran Masjid Al-Aqsha dinilai sangat berbahaya.
Abu Zuhri menambahkan bahwa Hamas menegaskan sikapnya yang menolak pemasangan kamera pengintai oleh penjajah Israel di Masjid Al-Aqsha, dan menganggap bahwa bocoran-bocoran ini akan mendorong rakyat kami meningkatkan Intifada untuk menggagalkan kesepakatan-kesepakatan seperti ini terhadap Al-Aqsha.
Sementara itu, Perdana Menteri Zionis Israel, Benjamin Netanyahu, mengumumkan bahwasanya ‘Israel’ berencana mengeluarkan kebijakan pemasangan kamera pengintai di pelataran-pelataran Masjid Al-Aqsha dengan alas an untuk mengontrol peristiwa-peristiwa ketegangan yang ia saksikan minimal sejak dua bulan.
Langkah itu diambil atas saran dari Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry, setelah bertemu dengan Benyamin Netanyahu di Berlin hari Kamis (22/10/2015) bersama dengan Presiden Otorita Palestina dukungan Israel, Mahmud Abbas.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry sempat mengatakan, alasan pemasangan kamera pengintai untuk memperkecil kemungkinan siapa pun yang mengganggu kesucian situs suci.*