Hidayatullah.com– Yayasan al Aqsha mengingatkan dampak dari dua usulan Knesset (Parlemen Israel) yang dibahas dalam dua hari berturut-turut seputar masjid al Aqsha.
Dalam pembahasan agenda sidang pekanan dimasukkan tema penguatan kontrol pendudukan atas Masjid al Aqsha, disertai dengan seruan dari para rabi dan aktivis kuil untuk berpartisipasi dan dukungan.
Komisi Dalam Negeri dan Lingkungan yang dipimpin anggota Knesset Miri Regab dari partai Likud, dalam agenda sidang hari Rabu mendatang memasukkan tema persiapan untuk penyerbuan massal ke masjid al Aqsha bertepatan dengan hari raya Pashkah Yahudi, yang jatuh pada pertengahan bulan April.
Himbauan ini ia serukan kepada kantor Perdana Menteri, Kemendagri, Kemenlu dan sejumlah organisasi Yahudi.
Yayasan al Aqsha dikutip Pusat Informasi Palestina (PIC) Selasa (25/02/2014) mengatakan, kesiagaan permanen dan dini di masjid al Aqsha adalah tuntutan permanen dari warga di dalam wilayah Palestina 1948 dan di al Quds untuk membela masjid al Aqsha dan melindunginya sampai pembebasanya dari gengkeraman penjajah Zionis.
Langkah tersebut bersamaan dengan aktivitas kampanye melalui situs jejaring sosial Facebook dari para aktivis radikal Zionis yang menyerukan penyerbuan masjid al Aqsha siang ini, Selasa (25/02/2014), dan mengibarkan bendera Zionis.
“Usulan tema ini pada agenda Knesset dan komisinya, bersamaan dengan pernyabuan dan pelanggaran berulang-ulang terhadap kehormatan Masjid al Aqsha hampir setiap hari dan diikuti oleh para pimpinan politik, agama, para menteri, para anggota parlemen dan yang lainnya, tidak lain menegaskan eskalasi serangan Zionis terhadap Masjid al Aqsha, sebagai bagian dari rencana penerapan rencana pembagian waktu dan tempat di Masjid al Aqsha dan menyiapkan suasana untuk membangun kuil yang mereka klaim dengan mengorbankan Masjid al Aqsha,” demikian disampaikan pihak Yayasan al Aqsha.*