Hidayatullah.com-Menteri Pariwisata penjajah Israel, Uzi Landau mengakui kegagalan militernya merealisir tujuan agresi.
Ia menyatakan, kami mengalami kerugian besar, dan kekalahan strategi menghadapi pihak perlawanan di Gaza.
Dikutip Pusat Informasi Palestina (PIC) dari harian Israel Yediot Aharonot, Ahad (03/08/2014) Landau menyatakan, militer Israel secara dramatis tak berdaya, selama 26 hari melakukan gempuran udara, darat dan laut tak mampu mengalahkan Hamas.
Ia menambahkan, Israel ragu dan menganggap enteng Hamas, hal ini membawa dampak buruk bagi kekuatan militer Israel, karena itu Presiden Amerika Barak Obama, harus mengevaluasi hasil ini, dan tak boleh memberikan kesempatan untuk berunding dengan teroris, ungkapnya.
Sementara itu, Brigade Izzudin Al-Qassam, sayap militer Hamas menyatakan, Ahad pihaknya telah menggempur kota “Tel Aviv” dengan 116 rudal sejak awal agresi zionis ke Gaza, 28 hari lalu.
Dalam rilis yang diterima Pusat Informasi Palestina, Al-Qassam menyebutkan, gempuran ke ibukota “Israel” tersebut telah dimulai pada 7 Juli lalu.
Di saat yang sama sejumlah kota “Israel” lainnya juga mendapat gempuran Al-Qassam, menggunakan rudal dan roket yang seluruhnya berjumlah 2718 buah sejak awal agresi zionis ke Gaza.
Menurut pengakuan resmi zionis, 64 serdadu mereka tewas, dan 530 lainnya luka-luka. Namun versi Al-Qassam, pihaknya telah membunuh 161 serdadu zionis dari jarak dekat dan berhasil menawan seorang serdadu zionis.
Agresi zionis hingga hari ke 28 menyebabkan korban jika kalangan warga sipil mencapai 1760 orang. PBB menyebut 30% korban adalah anak-anak dan lebih dari 9110 orang luka-luka, selain ribuan rumah hancur.*