Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Viva Palestina, Lifeline for Gaza, atau Freedom Flotilla?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Mei 2010 18:12
Bagikan
Bagikan

Sahabat Al-Aqsa & Hidayatullah.com—Sebagian pembaca menanyakan, sebenarnya nama kafilah kapal kemanusiaan ke Gaza ini yang benar apa sih? Viva Palestina, Lifeline for Gaza, atau Freedom Flotilla?

Jawabannya, ketiga nama itu memang dipakai semuanya. Viva Palestina adalah sebuah gerakan masyarakat yang mengkampanyekan kemerdekaan Palestina. Gerakan ini bersifat cair, tidak ada organisasi formal yang berkekuatan hukum. Kampanye dimulai awal tahun 2008 dengan nama lain Free Gaza Movement oleh beberapa lembaga swadaya masyarakat di bidang hak asasi manusia dan bantuan kemanusiaan di Inggris, Amerika Serikat, Turki, dan lain-lain.

Selain melakukan kampanye menyebarkan informasi dan menggalang dana, gerakan yang kemudian memakai tema Viva Palestina juga melakukan aksi yang menentang secara langsung penjajah Israel dengan melakukan unjuk rasa dan pembelaan terhadap hak-hak rakyat Palestina. Puncaknya pada Agustus 2008 gerakan ini berhasil memasukkan kapal kecil bernama Free Gaza mengantar obat-obatan ke Gaza. Nakhoda kapal berawak 58 orang itu bernama Ken O’Kefee asal Inggris.

Di Malaysia ada Viva Palestina Foundation yang berbadan hukum, tetapi tidak terlalu mengambil peran aktif dalam kafilah kapal kemanusiaan kali ini.

Lifeline for Gaza pertama kali digunakan sebagai tema gerakan Viva Palestina sejak pertengahan 2008, ketika sejumlah kapal berukuran kecil berangkat dari Irlandia menerobos embargo militer Israel di Laut Tengah. Di antaranya kapal Dignity dan Liberty yang ditumpangi Yvone Ridley, wartawan Inggris yang masuk Islam setelah bebas dari tawanan Taliban di Afghanistan, dan Lord Ahmed of Rotheram, anggota parlemen Inggris.

Baca Juga

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

Aksi besar lainnya adalah pada bulan Desember 2009 sampai Januari 2010, konvoi sekitar 150 mobil dari London ke Gaza, berpenumpang 500 orang, melewati negara-negara Eropa yang berujung di Bulgaria, Turki, lalu ke Syria, Yordania. Karena dilarang masuk lewat Aqabah, maka mereka melakukan reroute, kembali berputar ke Syria dan mengangkut semua kendaraan dengan kapal feri, dari pelabuhan Lazakiya, Syria, ke pelabuhan ‘Arisy, Mesir, yang lokasinya berdekatan dengan perbatasan Rafah-Gaza.

Setelah meninggalkan barang bantuan di Gaza, konvoi itu juga meninggalkan seluruh jenis kendaraan yang mereka bawa, termasuk dua truk kontainer, beberapa ambulan dan mobil jenis van sebagai wakaf kepada rakyat Gaza. Mereka diharuskan oleh pemerintah Mesir keluar dan kembali ke bandara Kairo sesudah 2×24 jam berada di Gaza.

Sedangkan Freedom Flotilla adalah sebutan bagi armada kapal kemanusiaan yang sekarang sedang menuju Gaza. Dalam bahasa Indonesia Freedom Flotilla bisa diartikan Bahtera Kemerdekaan.

Dalam Freedom Flotilla inilah untuk pertama kalinya, sejak penyerangan Israel atas Gaza awal 2009 lalu, delegasi Indonesia ikut ambil bagian menembus embargo militer; KISPA, MER-C, dan Sahabat Al-Aqsa, mewakili ratusan juta rakyat Indonesia. Dari Sahabat Al-Aqsa ikut serta Dzikrullah dan Santi Soekanto, keduanya berprofesi wartawan sekaligus pendiri Sahabat Al-Aqsa. [DP, SA, SF/hidayatullah.com]

 

Salurkan Bantuan Anda untuk Palestina melalui; Sahabat
Al-Aqsha

& Hidayatullah.com

Foto: Surya/hidayatullah.com

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:freedom flotillaold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kapal Kargo Eropa Bergabung untuk Tembus Gaza
Tulisan selanjutnya Ada-ada Saja, Doa “Piala Dunia” dari Uskup Inggris

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI Gelar IACFS ke-10, Perkuat Peran Fatwa dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia

Berita
9 Juli 2026 19:00
Anggota Uni Eropa Bahas Larangan Impor Produk Pemukiman Yahudi Israel
MUI Jabar Berencana Bentuk Satgas dan Posko Anti LGBT, Terima Dukungan Puluhan Ormas dalam Audiensi
Waketum PBNU KH Zulfa Mustofa Luncurkan Kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa Jelang Muktamar PBNU ke 35
Pelatih Timnas Mesir Suarakan Solidaritas untuk Palestina di Piala Dunia 2026

Terbaru

  • Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
  • Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
  • Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
  • Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
  • Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
  • ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
  • Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
  • Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
  • Mantan Pemimpin Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Wafat
  • Dua Topan Mendera China dalam Sepekan Hampir 2 Juta Orang Dievakuasi

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?