Hidayatullah.com–Gerakan perlawanan Hamas menegaskan bahwa kesepakatan gencatan senjata yang ditandatangani beberapa hari lalu, antara perlawanan Palestina dan penjajah Zionis terus berlanjut dan tidak berakhir hanya untuk sebulan.
Pernyataan ini disampaikan jurubicara Hamas, Sami Abu Zuhri dalam keterangan persnya, Ahad (31/08/2014) dikutip Pusat Informasi Palestina (PIC) Sami mengatakan, kesepakatan gencatan senjata terkait sebulan adalah dimulainya perundingan sebelum berakhir sebulan, sementara gencatan senjata terus berlanjut.
Takut Diculik Hamas
Sementara itu, PM Israel Benyamin Netanyahu dalam pengakuan terbaru mengatakan alasan penarikan pasukannya dari Jalur Gaza dalam agresi terakhir.
Dalam wawancara dengan Chanel TV2 Israel, Sabtu (30/08/2014) ia mengatakan, penarikan serdadunya dari Gaza karena takut mereka terus menjadi sasaran pembunuhan dan penculikan oleh perlawanan Palestina.
“Saya tidak ingin membela dengan segenap kekuatan militer Israel untuk fron Gaza, sehingga menguras kekuatan Israel di satu fron, sementara itu berkobar dua fron lain yaitu Suriah dan Libanon,” ujarnya.
Dia menyatakan bahwa keputusan penghentian serangan dan menyetujui inisitif Mesir diambil sendiri.
Netanyahu juga menyebut tentang harga mahal yang akan dibayar Israel jika masih berusaha penduduki Jalur Gaza.
Dia menyatakan bahwa langkah seperti ini juga membutuhkan waktu panjang untuk tetap berada di dalam Jalur Gaza. Hal itu, yang menurut Netanyahu, tidak dia inginkan untuk sekarang ini.*