Hidayatullah.com–Tidak kurang dari 16 korban luka- dari pihak Kaum Muslimin di Kota Al-Quds Palestina. Beberapa diantaranya mengalami luka parah dan harus dijahit pasca bentrok akibat pelecehan Zionis – Israel.
Sumber hidayatullah.com di Al-Quds melaporkan, bentrok bermula hari Ahad (26/07/2015), ketika militer Zionis malancarkan pelecehan terhadap Masjid Al-Aqsha di mana Zionis masuk ke masjid dan menginjak-injak sajadah.
Akibat pelecehan ini membuat marah kaum Muslim dan menyebabkan bentrok tidak terhindarkan.
Tidak kurang 230 warga Yahudi di bawah perlindungan tentara Yahudi dihadang oleh kaum Muslimin dengan hanya meneriakan takbir.

Akibat bentrokan, beberapa pintu bangunan Masjid Qibli (Masjid Qibli adalah bagian dari Masjidil Aqsa, red) hancur, satu diantaranya bahkan lepas akibat penyerangan Zionis menggunakan senjata api laras panjang.
Selain itu, jendela dan kaca kaca bangunan Masjid Qibli hancur akibat serangan Zionis menggunakan tembakan gas dan tembakan timah panas
Air dan listrik mengalami pemadaman setengah jam pasca kejadian.
Sementara militer penjajah makin beringas dengan menyerat para penjaga masjid. Mereka dipaksa keluar menuju teras Masjid Qibli menggunakan tembakan gas air mata. [Baca juga:Keberanian Abu Faris di Hadapan Penjajah Israel]
Akibat bentrokan, Zionis menutup paksa semua kantor kaum Muslimin di Kota Al Quds dan sekitarnya. Sedikitnya 16 pemuda Palestina terluka tembak, 6 di antaranya akibat peluru tajam dan sisanya peluru karet, dan puluhan lainnya mengalami sesak nafas karena menghirup gas air mata.
Korban luka di pihak Zionis adalah satu orang polisi dan dua tentara.
Hari Senin (27/07/2015), konfrontasi sengit juga meletus di sektor pos militer Zionis Qalindia di utara al Quds usai pemakaman Muhammad Abu Latifah (20) yang dibunuh pasukan penjajah dari atas atap rumahnya di kamp pengungsi Qalindia. Abu Latifah meninggal setelah kehabisan darah.*/RZ Utama