Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

PLO Ajak Memutus Hubungan dengan Negara yang Akui Baitul Madis Ibu Kota Israel

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 Januari 2018 17:11 5:11 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 Januari 2018 17:11
Bagikan
Ketua Dewan Pusat PLO, Salim Al-Za'noun
Bagikan

Hidayatullah.com–Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) mendesak semua Negara Arab untuk memutuskan hubungan dengan negara manapun yang mengakui Yerusalem (Baitul Maqdis) sebagai Ibu Kota ‘Negara palsu’ Israel dan memindahkan kedutaannya ke sana.

Pernyataan dikeluarkan dalam pertemuan yang bertajuk “Yerusalem Ibu Kota Abadi Negara Palestina” itu digelar pada Ahad, 14 Januari untuk membahas mengenai cara menghadapi keputusan Amerika Serikat (AS) yang mengakui Yerusalem (Baitul Maqdis) sebagai Ibu Kota Israel.

“Kami menghormati dan menghargai posisi negara-negara Arab dan dukungan mereka untuk Palestina. Kami menuntut pelaksanaan keputusan KTT Arab di Yerusalem (Baitul Maqdis), khususnya KTT Amman tahun 1980, yang menyerukan untuk memutuskan semua hubungan dengan negara yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel atau memindahkan keduataannya ke sana,” kata pernyataan yang dibacakan Ketua Dewan Pusat PLO, Salim Al-Za’noun dikutip Wafa.ps.

Pernyataan PLO tersebut juga menyarankan agar pengakuan ‘Negara palsu’ Israel dibatalkan sampai Tel Aviv mengakui negara Palestina dan delineasi 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina.

Baca: Hamas Tidak Hadiri Pertemuan Dewan Pusat PLO

PLO, yang selama ini dikenal dekat AS dan Israel, menjadi payung beberapa partai politik Palestina, mengatakan bahwa mereka telah memerintahkan komite eksekutif untuk menunda pengakuan ‘Negara palsu’ Israel sampai Israel mengakui negara Palestina tersebut, menghentikan invasi ke Yerusalem Timur dan menghentikan pembukaan permukiman baru.

Baca Juga

Hamas Tolak Lucuti Senjata Sebelum Penjajah Tinggalkan Gaza
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina

Resolusi  juga mengatakan periode transisi seperti yang didikte perjanjian Oslo pada 1993 tidak lagi berlaku.

“Dewan juga menimbang bahwa pemerintah AS, menyusul keputusan mereka, tidak lagi layak dalam perannya sebagai mediator dan sponsor proses perdamaian serta tidak akan menjadi mitra dalam proses ini bila tidak menarik keputusan mereka,” terang Al-Za’noun dikutip Wafa.ps.

Resolusi juga meminta komunitas internasional terus membantu kebebasan dan kemerdekaan Palestina agar bisa menjadi negara yang berdaulat.

Namun, beberapa partai politik Palestina menolak untuk menyatakan pendirian mereka atas pernyataan samar-samar tersebut.

Pemimpin Front Pembebasan Palestina Omar Shehadeh mengatakan bahwa tidak ada keputusan yang jelas untuk mengakhiri Kesepakatan Oslo, menghapus pengakuan Israel terhadap negara tersebut dan menghentikan koordinasi keamanan dan mengarahkan komite eksekutif untuk mengambil tindakan akan memakan waktu.

 

Baca: Fatah Menyeru Tinjau Kembali Perjanjian Oslo

Setelah mengakui kehadiran Israel pada tahun 1988, PLO menandatangani Persetujuan Oslo pada tahun 1993 dan kesepakatan pembentukan sebuah negara Palestina merdeka dengan membentuk sebuah pemerintahan sementara Palestina pada tahun 1995 dikelola oleh Otoritas Palestina (PA).

Perjanjian Oslo juga memberi penjajah kendali penuh terhadap ekonomi Palestina, urusan publik dan keamanan di 60 persen wilayah Tepi Barat, dan memperkenalkan sebuah koordinasi keamanan yang kontroversial antara Tel Aviv dan PA.

 

Baru-baru ini, ada antara 600.000 sampai 750.000 orang Israel atau 11 persen penduduknya, tinggal di wilayah-wilayah Palestina yang dirampas.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Baitul MadisisraelKTT AmmanKTT ArabOrganisasi Pembebasan PalestinaPLOSalim Al-Za'nounYerusalem
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Lembaga Islam Malaysia Cemaskan Perkawinan Sejenis
Tulisan selanjutnya MUI Imbau MK Putuskan Pengujian Undang-undang dengan Bijak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

Berita
31 Agustus 2026 20:47
‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

31 Maret 2026 09:13
Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?