Hidayatullah.com–Sekitar 1000 pemukim ilegal Yahudi telah menerobos masuk Masjid al-Aqsha sejak Ahad pagi di bawah penjagaan polisi negara Zionis.
Narasumber setempat mengatakan pada wartawan Pusat Informasi Palestina (PIC) bahwa keadaan semakin tegang di wilayah Masjid, khususnya ketika ratusan pemukim ekstrimis Yahudi, para rabi dan pemimpin Israel diperkirakan akan mengunjungi wilayah al-Aqsha pada siang untuk menandai apa yang disebut Israel sebagai “Hari Penyatuan Kembali Jerusalem”.
Wartawan PIC mengatakan bahwa polisi Israel menyerang sekelompok penjaga masjid al-Aqsha karena memprotes ritual Talmud dan ritual provokatif yang dilakukan oleh para pemukim ilegal di situs suci tersebut.
Baca: Israel Bolehkan Anggota Knesset Masuk Secara Ilegel ke Kompleks al Aqsha
Anggota media dari Departemen Awqaf Islam, Firas al-Dibis, mengatakan bahwa situasi makin memburuk ketika polisi Israel membuka Gebang al-Maghareba untuk memungkinkan lebih banyak pemukim masuk.
Kelompok yang menyebut diri mereka ‘Temple Mount’ menyeru di media sosial untuk melakukan serangan massal ke masjid al-Aqsha pada peringatan penjajahan Israel atas Jerusalem.
Baca: Ekstrimis Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsha Dikawal Polisi Penjajah
Israel pada 13 Mei merayakan 51 tahun peringatakan penjajahan bagian timur Jerusalem selama perang 1967, juga dikenal sebagai “Naksa Day”.
Sebelum tahun 1967, Jerusalem dibagi menjadi dua bagian: bagian barat, yang dikelola oleh Israel, dan bagian timur yang dikelola oleh Jordania. Israel merayakan “Hari Penyatuan Kembali Jerusalem” dalam upayanya mengakui sepihak bahwa Jerusalem adalah ibukota abadi Israel.
Penjajah Israel menjajah bagian barat Jerusalem, yang mencakup 84,1% wilayahnya, pada 1948, sementara bagian timur, yang mewakili 11,5% wilayah kota itu, tetap dikelola oleh Jordania hingga tahun 1967.*/ Nashirul Haq AR