Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Bayi Gaza Meninggal akibat Terlambat Penanganan di Tepi Barat yang Diduduki

Rofi' Munawwar
Terakhir diupdate: 24 Juni 2020 13:40 1:40 pm
Rofi' Munawwar
Dipublikasikan 24 Juni 2020 13:40
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Bayi Omar Yaghi yang berusia delapan bulan tidak dapat melakukan perjalanan dari Gaza ke ‘Israel’ untuk melakukan operasi jantung demi keselamatan jiwanya. Hal itu menyusul pemutusan hubungan Palestina-‘Israel’ sebagai dampak atas rencana pencaplokan wilayah Tepi Barat yang dicanangkan oleh Perdana Mentri ‘Israel’ Netanyahu dengan dukungan Presiden AS Trump.

Ibu dari sang bayi, Raneen tidak dapat berbicara atau makan sejak kehilangan putranya minggu lalu, pamannya Mohammed Yaghi mengatakan kepada AFP. Mereka adalah salah satu dari sejumlah keluarga yang terjebak dalam situasi rumit pasca penyataan aneksasi dan tanggapan otoritas Palestina atasnya.

Hal ini berujung pada dampak dramatis bagi sejumlah warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza yang membutuhkan dokumen ‘Israel’ untuk mengakses layanan kesehatan di ‘Israel’ yang tidak tersedia di wilayah Palestina.

“Omar seharusnya menjalani operasi besar pada 24 Mei, tetapi mereka mengatakan kepada kami bahwa perjalanan kami ke ‘Israel’ tidak dapat dilakukan karena koordinasi dihentikan,” kata paman bayi tersebut sebagaimana dilansir oleh the new arab (23/06/2020).

Beberapa organisasi HAM berhasil melobi untuk mendapatkan jadwal operasi yang baru, tetapi Yaghi meninggal pada tanggal 18 Juni, hanya tiga hari sebelum tanggal yang direncanakan.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

Dua juta penduduk Gaza telah hidup di bawah blokade ‘Israel’ yang melumpuhkan berbagai sektor kehidupan mereka sejak 2007. Warga Palestina harus mengajukan izin keluar-masuk untuk meninggalkan daerah kantong tersebut.

Cabang militer ‘Israel’ yang bertanggung jawab atas urusan sipil di wilayah Palestina, COGAT, mengatakan bahwa penyeberangan antara Erez dengan Gaza telah dipersiapkan untuk memfasilitasi transfer.

“COGAT akan tetap memberikan, termasuk pada saat-saat seperti ini, izin masuk penduduk dari Jalur Gaza untuk perawatan medis demi keselamatan jiwa dan dalam kasus-kasus kemanusiaan lainnya,” kata seorang juru bicara dalam sebuah pernyataan berbahasa Inggris.

Yaghi dilahirkan dengan masalah jantung yang kompleks dan ia mulai berobat di Pusat Medis Sheba ‘Israel’ ketika ia baru berusia satu bulan. Karena tidak dapat kembali untuk operasi, Yaghi mengalami gagal jantung pada hari Rabu dan diresusitasi di rumah sakit Gaza.

“Mereka memberi tahu kami bahwa situasinya sangat serius,” kata Mohammed Yaghi, yang berusaha keras untuk mengatur transfer darurat ke ‘Israel’ sementara keponakannya memakai ventilator.

“Pada pukul 10:00 pagi, manajemen rumah sakit menelepon dan memberi tahu kami bahwa dia telah meninggal.”

Ayah anak itu, yang juga bernama Omar, mendapati putranya tidak akan selamat saat ia sedang dalam perjalanan ke rumah sakit.

“Adikku benar-benar hancur, terutama ketika dia menerima tubuh anak itu,” kata Mohammed Yaghi.

Dokter untuk Hak Asasi Manusia ‘Israel’ menyalahkan keputusan pemutusan hubungan dengan ‘Israel’ oleh Komite Urusan Sipil Otoritas Palestina (PA) atas meninggalnya bayi tersebut. Pemutusan hubungan itu atas protes pencaplokan ‘Israel’ terhadap Tepi Barat.

Haitham al-Hadra dari kementerian kesehatan Palestina, yang bertanggung jawab atas transfer medis, mengatakan bahwa mayoritas pasien masih dapat mendapatkan perawatan di wilayah Palestina.

“Sembilan puluh lima persen dari kondisi medis dapat dirawat di rumah sakit Palestina, baik pemerintah maupun swasta,” katanya kepada AFP.

Tetapi banyak pula pasien yang membutuhkan transfer karena perawatan medis yang tidak tersedia.

Hala al-Johari, 58, belum menjalani pengobatan leukemia selama hampir satu setengah bulan.

Tinggal di Nablus di Tepi Barat utara, Johari telah melakukan perjalanan ke Yerusalem selama delapan bulan sebelumnya untuk perawatan kanker di Rumah Sakit Hadassah di kota Ein Kerem.

Pasien kanker melakukan protes pada hari Rabu di luar kantor pemerintah Palestina di kota Ramallah Tepi Barat, dan beberapa hari kemudian Johari menerima kabar baik.

“Mereka menelepon saya kemarin dan memberi tahu saya bahwa akan ada cukup obat selama sebulan,” katanya.

Namun tanpa akhir yang terlihat dari situasi ini, Johari dan pasien lain tidak yakin kapan mereka akhirnya bisa mengakses layanan kesehatan yang lebih layak.

Hingga saat ini, Netanyahu tetap bersikeras untuk melaksanakan proses pencaplokan wilayah sesuai dengan target pada tanggal 1 Juli. Pemerintah AS pun telah memulai diskusi untuk memberikan lampu hijau kepada Netanyahu pada Selasa (23/06/2020). Otoritas Palestina yang menolak keras hal itu pun melakukan langkah reaktif, termasuk salah satunya adalah pemutusan koordinasi.

“Saya berada di dunia yang serba tidak pasti, kurangnya obat membuat saya gugup dan membuat saya terus-menerus takut,” kata Johari. “Aku tidak ingin mati.”*

Redaktur: Rofi' Munawwar
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bayigazaMasjid Al AqshapalestinaTepi Barat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mengapa Konsepsi Ketuhanan secara Kebudayaan dan Ekasila harus Ditolak?
Tulisan selanjutnya Masuk Gereja Tak Pakai Masker, PM Bulgaria Kena Denda

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?