Hidayatullah.com–Tentara ‘Israel’ kemarin mengkonfirmasi telah menahan seorang pemimpin Hamas yang diduga bertanggung jawab untuk mendirikan pangkalan Palestina di Tepi Barat. Anggota pasukan khusus menahan Syeikh Jamal al-Tawil di Ramallah Selasa malam, menurut sumber militer penjajah dikutip AFP.
Syeikh Jamal al-Tawil ditahan oleh tentara zionis karena diduga bertanggung jawab untuk mendirikan kembali markas Hamas di Ramallah. Militer mengklaim Jamal al-Tawil memainkan peran aktif dalam mengorganisir perlawanan terhadap ‘Israel’ dan membangun kembali markas Hamas di Ramallah.
Juru bicara Hamas Hazem Qassem di Gaza membenarkan penahanan tersebut. “Penahanan Jamal al-Tawil oleh pasukan kolonial tidak akan membungkam suara oposisi di Tepi Barat,” katanya.
Penahanan itu terjadi setelah gencatan senjata yang dipimpin Mesir pada 21 Mei untuk mengakhiri 11 hari pertempuran antara ‘Israel’ dan Hamas, menyusul meningkatnya ketegangan di Baitul Maqdis (Yerusalem).
Kemarin, juru bicara Kementerian Dalam Negeri yang dikelola Hamas di Gaza, Iyad al-Bozom, mengatakan dua pejuang Hamas gugur saat membongkar senjata ‘Israel’ di daerah yang terkepung. Penjajah telah menahan puluhan anggota Hamas di Tepi Barat dalam beberapa pekan terakhir, termasuk beberapa orang yang berencana mencalonkan diri dalam pemilihan Palestina yang dijadwalkan akhir Mei tetapi ditunda oleh Presiden Mahmoud Abbas.
Hamas mengendalikan Jalur Gaza, sementara Fatah mengendalikan Otoritas Palestina di Tepi Barat. Protes Palestina telah meletus di Tepi Barat sejak awal Mei, dengan 30 warga Palestina gugur dalam bentrokan dengan pasukan ‘Israel’.*