Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Imam Masjid Al-Aqsa Jadi Target Pembunuhan Ekstremis Yahudi

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 16 Oktober 2023 09:55 9:55 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 16 Oktober 2023 10:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Syeikh Ikrima Sabri, imam Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, adalah salah satu dari puluhan orang Palestina yang masuk dalam daftar target pembunuhan di saluran Telegram ekstremis Yahudi “Israel”. Mereka turut membagikan nama dan tempat tinggal orang-orang yang masuk daftar pembunuhan, lapor Middle East Eye.

Saluran yang disebut Pemburu Nazi 2023, mendeskripsikan target mereka – sering disertai dengan foto-foto dengan garis bidik di wajah mereka – sebagai “Nazi yang berkeliaran dengan bebas dan belum dilenyapkan”.

Khaled Zabarqa, kepala tim hukum Syeikh Sabri, mengatakan kepada MEE bahwa Sabri sadar akan ancaman terhadap dirinya, yang menurutnya dihasut oleh “faksi-faksi ekstremis Yahudi, yang didukung oleh elemen-elemen di dalam pemerintahan Israel”.

Syeikh Sabri telah menghubungi Kerajaan Yordania, pengelola situs-situs suci di Yerusalem, dan konsulat Arab di Yerusalem untuk memberi tahu mereka tentang gawatnya situasi, kata Zabarqa.

“Hasutan ini transparan dan berbahaya. Selama hampir satu tahun Syekh Ikrima telah menghadapi provokasi terus menerus, dengan kelompok-kelompok ekstremis Yahudi yang secara langsung menghasut untuk membunuhnya,” katanya.

Baca Juga

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

Pihak-pihak lain yang diidentifikasi dalam saluran Telegram tersebut termasuk para pemuka agama, tokoh politik, jurnalis, pejabat publik, dan aktivis mahasiswa, serta diduga anggota Hamas dan pejuang Palestina.

MEE tidak mengidentifikasi nama-nama tersebut kecuali Imam Masjid Al-Aqsa Syeikh Sabri karena kekhawatiran akan keselamatan mereka.

Saluran berbahasa Ibrani ini dibuat pada hari Senin ketika konflik antara “Israel” dan gerakan perlawanan Palestina meningkat, menyusul serangan mematikan oleh pejuang Hamas di “Israel” selatan pada hari Sabtu. Saat ini saluran tersebut memiliki lebih dari 3.500 pengikut.

Kelompok ekstremis Yahudi itu menyerukan kepada lembaga-lembaga penegak hukum “Israel” untuk menangkap dan menginterogasi mereka yang disebutkan namanya dan agar mereka diadili. Namun ia menambahkan: “Jangan mengampuni atau merasa kasihan pada mereka. Nazi tidak patut dikasihani.”

Dan mendorong pengguna untuk membagikan tautan ke saluran tersebut sehingga orang lain dapat bergabung: “Jika Anda berbagi banyak, mungkin itu akan sampai ke Nazi sendiri dan mereka akan bunuh diri karena takut.”

Banyak nama dari daftar pembunuhan itu adalah perempuan, termasuk sejumlah orang yang terlibat dalam urusan administrasi di Masjid Al-Aqsa. Beberapa orang dalam daftar tersebut telah dihukum oleh penjajah Zionis karena melakukan pelanggaran sepele seperti melempari pemukim “Israel” dengan batu.

Syeikh Ikrima Sabri adalah mantan mufti Yerusalem, kepala Dewan Islam Tertinggi dan salah satu imam utama di Al-Aqsa. Berusia 85 tahun beliau telah menyampaikan khutbah Jumat di sana sejak awal tahun 1970-an dan telah ditangkap beberapa kali oleh pasukan “Israel”.

Oleh ekstremis Yahudi, Syeikh Sabri dituduh sebagai “mitra bersama para pemimpin Iran, Hamas dan Hizbullah dalam rencana untuk memusnahkan Negara Israel”, dan “Nazi utama di Yerusalem”.

Saluran tersebut memberikan koordinat GPS untuk rumah Sabri dan menyerukan agar rumah tersebut diserang.

“Sabri adalah salah satu target paling penting untuk dilenyapkan,” katanya.

Zabarqa mengatakan kepada MEE bahwa kelompok-kelompok yang menyerukan pembunuhan terhadap tokoh-tokoh terkemuka Palestina menikmati pengaruh yang semakin besar di parlemen “Israel”, Knesset, dan lembaga keamanan Zionis lainnya.

“Yang mengkhawatirkan, fase saat ini telah beralih ke hasutan terbuka untuk pembunuhan, menandai perubahan berbahaya yang menargetkan tokoh-tokoh berpengaruh di panggung Palestina, dunia Islam, dan global,” katanya.

“Kami tidak memiliki perlindungan. Penegakan hukum Israel tidak memberikan keamanan bagi kami atau para pemimpin Palestina.”

Saluran tersebut juga menyerukan serangan terhadap lokasi-lokasi tertentu termasuk masjid, universitas dan bisnis. Pada hari Selasa, saluran tersebut memposting koordinat sebuah masjid di kota Nablus, Tepi Barat, dan menyerukan agar masjid tersebut dibom.

Para pemukim Yahudi Zionis sering menyerang desa-desa di dekat Nablus. Pada hari Kamis, para pemukim membunuh seorang pria Palestina dan putranya di kota Qusra, sebelah selatan kota itu, ketika mereka menghadiri pemakaman empat orang yang dibunuh oleh para pemukim pada hari sebelumnya.

Banyak warga Palestina di wilayah pendudukan Tepi Barat dan Yerusalem Timur semakin khawatir dengan meningkatnya ancaman dari kelompok-kelompok sayap kanan yang dipicu oleh retorika pembakar para pemimpin Israel menjelang serangan darat yang diperkirakan akan terjadi di Gaza.

Sedikitnya 2.670 warga Palestina syahid di Gaza maupun di wilayah pendudukan, sementara 9600 orang lainnya cedera dalam agresi Zionis sejak Jumat 7 Oktober 2023. Di pihak Israel, sedikitnya 1.300 orang tewas dalam serangan pejuang Palestina pada hari Sabtu.

Saluran tersebut adalah salah satu dari sejumlah saluran di Telegram dan layanan pesan lainnya yang diidentifikasi oleh Middle East Eye yang saat ini tampaknya menghasut kekerasan terhadap warga Palestina.

MEE telah menghubungi Telegram untuk meminta komentar namun belum mendapatkan tanggapan hingga berita ini diterbitkan.

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Konflik Palestina-IsraelMasjid Al-AqsaMasjidil AqshapalestinaPerang Palestina-IsraelSyeikh Ikrima Sabri
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dampak Perang Palestina-Israel, Seorang Muslimah Prancis Ditangkap karena Ucapkan Salam
Tulisan selanjutnya Karim Benzema Tunjukkan Dukungan untuk Gaza dan Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Berita
18 Juli 2026 10:12
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Terbaru

  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?