Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Selain Wabah Penyakit, Pengungsi Rohingya Juga Alami Masalah Air Bersih

Ahmad
Terakhir diupdate: 7 November 2017 06:18 6:18 am
Ahmad
Dipublikasikan 7 November 2017 06:15
Bagikan
Seorang ayah menggendong anaknya yang sakit di kamp pengungsian Rohingya di Ukhiya, Kutapalong, Cox's Bazar, Bangladesh, Oktober 2017. Sementara sebagian pengungsi lainnya sedang mengantre untuk mendapatkan bantuan.
Bagikan

Hidayatullah.com– Kondisi area kamp pengungsian etnis Muslim Rohingya di Cox’s Bazar, Bangladesh, yang sering tergenang dan mengalami keterbatasan sumber air bersih, membuat banyak pengungsi mengalami masalah kesehatan. Wabah kolera, diare, dan disentri dilaporkan menjadi salah satu ancaman terbesar pengungsi.

Hal ini dipandang sebagai perhatian utama. Sebab ancaman terbesar ada pada anak-anak, perempuan, dan lansia yang memiliki tingkat kerentanan tinggi.

“Berdasarkan hasil laporan terbaru, terdapat kenaikan 92 persen jumlah angka kesakitan, juga kenaikan di angka kematian. Penyumbang terbesar kematian antara lain ISPA dan diare akut. Dua penyakit ini disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat, juga lingkungan yang tidak bersih,” ujar Benny General Manager Ekonomi dan Pengembangan Sosial Dompet Dhuafa yang tim medisnya tergabung dalam Indonesia Humanitarian Alliance (IHA) dalam keterangan tertulisnya, Ahad (05/11/2017).

Baca: Nestapa Pengungsi Rohingya di Bangladesh

Ia mengungkapkan, salah satu permasalahan kebersihan yang dihadapi oleh pengungsi adalah kebutuhan air bersih, dimana air bersih sangat dibutuhkan terutama untuk air minum.

Karenanya, Benny mengaku, pihaknya menginisiasi program penyediaan air bersih dalam dua bentuk skema. Yang pertama adalah skema Solar Disinfektan (Sodis) yang sudah berjalan. Kedua, dengan menyediakan water purifier.

Baca Juga

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Program Sodis, tambahnya, sudah dilakukan dan disosialisasikan oleh tim kemanusiaan yang berada di kamp pengungsi. Dimana air bersih yang telah ditampung dalam botol pet tembus pandang dijemur selama enam jam di atas atap seng. Metode ini digunakan untuk mengurangi kuman di dalam air yang bisa menyebabkan diare dan disentri.

Tahap kedua yang sedang dipersiapkan adalah penggunaan water purifier dengan teknologi yang akan dikembangkan dari hasil kerja sama DD dengan Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 80-an, imbuhnya.

Baca: IHA Beberkan Penyakit yang Menyerang Pengungsi Rohingya

Teknologi yang telah diterapkan di Aceh ini, katanya, dilakukan dalam dua metode, yakni manual dan pumping machine. Dengan teknik ini, air tidak layak minum seperti air sungai atau genangan banjir dapat dipurifikasi, sehingga menjadi air layak konsumsi.

“Untuk menunjang program ini, sebagian teknologinya akan dibawa dari Indonesia dan sebagian lainnya dikembangkan di wilayah Bangladesh,” tandasnya.

Ia menambahkan, kondisi pengungsi Rohingya hingga kini belum ideal, baik dari segi kesehatan maupun lingkungannya. Untuk itu, dukungan dan bantuan masih dibutuhkan. Dengan program penyediaan air bersih ini, diharapkan para pengungsi dapat memperoleh air layak minum dan layak konsumsi. Sehingga kondisi fisik mereka bisa terhindar dari ancaman penyakit.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:air BersihBangladeshCox's Bazaretnis Muslim Rohingyagenosida RohingyaIHAIndonesian Humanitarian Alliancekamp pengungsian RohingyaKekerasan Rohingyakesehatan pengungsi Rohingyakrisis kemanusiaan Rohingyamadrasah pengungsi Rohingyamyanmarpengelolaan airPengungsi Rohingyapengungsi Rohingya di Bangladeshpenyakit di pengungsian RohingyaRohingyaUkhiyawarga Muslim Rohingya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemerintah Minta WhatsApp Pastikan Konten Porno Tak Muncul Lagi
Tulisan selanjutnya Pelaku Teror Gereja First Baptist di Sutherland Mantan Pengajar Alkitab

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

3 Juni 2026 12:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?