Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Wawancara

“Menghina Islam Boleh, Menghina Gereja Tidak Boleh”

Ahmad
Terakhir diupdate: 13 September 2011 10:18 10:18 am
Ahmad
Dipublikasikan 13 September 2011 10:18
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sikap diskriminasi terhadap Islam dan umat Islam, baik secara individu atau institusi, menjalar ke berbagai belahan dunia. Secara tiba-tiba, beberapa negara berlaku kurang ramah terhadap Muslim.

April 2010, seorang Muslimah Prancis didenda karena berjilbab yang menutup seluruh wajahnya saat mengemudikan mobil, dua hari setelah Presiden Nicolas Sarkozy memerintahkan rancangan undang-undang yang melarang jilbab di semua tempat umum.

Ketakutan pada Islam (Islamofobia) di Eropa, sempat membuat Ketua Organisasi Konferensi Islam (OKI) Ekmeleddin Ihsanoglu tersinggung. Dalam pidatonya di markas besar Organisasi Kerjasama dan Keamanan Eropa di Wina tahun 2010, ia mengatakan, sikap kebencian dan tidak toleransi terhadap komunitas Muslim itu sebagai sebuah penghinaan terhadap hak asasi manusia dan martabat kaum Muslimin.

Apa sesungguhnya yang terjadi? Dan mengapa sampai seperti ini? hidayatullah.com mewawancarai Abdool Karim Wakil Kepala Komite Riset dan Dokumentasi Muslim Council of Britain (MCB), yang sebelumnya menyempatkan datang ke redaksi. Didampingi Sapto Waluyo, Direktur Center for Indonesia Reform (CIR), penulis buku “Thinking Through Islamophobia” ini melayani wawancara dengan Surya Fachrizal. Inilah petikannya.

Seberapa besar masalah Islamophobia berkembang?

Baca Juga

Pengamat Politik Internasional UI Sofwan Al-Banna Menampik Adanya Hubungan Kuat Hamas dengan Syiah
Kisah Hafizh Belajar Menghafal Qur’an: “Pahitnya” Bambu, Manisnya Pisang Goreng [2]
Kisah Hafizh Belajar Menghafal: Al-Qur’an Dieja Pakai Bahasa Latin [1]
Sinyo Egie, Pendiri Peduli Sahabat:  Pelaku LGBT Harus Punya Niat dan Keinginan Sembuh
Kisah Ustadz Hasan Ibrahim Bergabung Hidayatullah: Masuk Hutan, Batalkan Kuliah Madinah

Islamophobia masalah besar bagi umat Islam, tidak hanya di Inggris, tapi juga di Barat umumnya. Tapi di antara tantangan yang kami hadapi, adalah banyaknya orang yang keberatan dengan istilah itu. Menurut mereka harusnya digunakan istilah Muslimphobia atau rasisme anti-Muslim, bukan islamophobia.

Mengapa harus menggunakan itu?

Ada dua masalah. Di Inggris, jika orang ingin mengkritisi Islam, mereka punya hak untuk itu. Mereka bisa mengkritisi ajaran Kristen, Judaisme, dan apa saja. Karena Inggris adalah negara sekuler. Maka mereka juga bisa mengkritisi Islam. Dari situ mereka berpendapat, serangan terhadap Muslim harus dilindungi sedangkan serangan (kritik atau kecaman, red) terhadap ajaran Islam tidak.

Tapi realitanya, perbedaan antara serangan Islam dengan serangan terhadap Muslim menjadi kabur. Karena Islam minoritas, dan Islam merupakan masalah signifikan bagi mereka, maka mereka menyerang Muslim sama halnya seperti mereka menyerang Islam.

Siapa mereka?

Ada dua kelompok, English Defense League (EDL) dan British National Party (BNP), partai sayap kanan. Kenapa mereka menyerang Islam? Karena dalam hukum negara Inggris, itu (menyerang agama, red) bukan sebuah masalah.

Jadi, jika perkataan mereka sangat menyerang dan menyakiti umat Islam, bagi hukum Inggris, itu dianggap bukan masalah.

Bagaimana jika serangan itu dilakukan terhadap ajaran Kristiani?

Hingga saat ini, hukum Inggris masih mempunyai peraturan yang melindungi ajaran Gereja Anglikan. Karena itu adalah ajaran gereja yang diresmikan dan didirikan oleh kerajaan. Ada hukum Blasphemy, larangan penodaan agama. Tapi hanya berlaku untuk Gereja Anglikan.

Bagaimana dengan media?

Media Inggris menulis hal-hal yang berlebihan tentang Islam, umumnya cerita-cerita Islamophobia. Tentang makanan halal, syariah, masjid, hijab, Muslim tengah mengubah cara hidup Inggris, mereka memberi kesan: Islam akan memberlakukan potong tangan atau rajam.

Banyak warga Muslim terkumpul di sejumlah kota. Jadi, banyak daerah Inggris yang belum pernah berjumpa dengan seorang Muslim. Pengetahunan mereka tentang Islam sebatas yang mereka dapat dari koran saja.

Apa yang dilakukan MCB dalam kasus seperti ini?

Pertama, MCB menghimbau umat Islam untuk melapor jika mendapatkan serangan. Sebab ada sebagian perempuan yang merasa takut melapor ke polisi.

Kedua, setiap serangan terhadap Islam supaya dilaporkan sebagai kasus Islamophobia. Karena jika dilaporkan sebagai kasus rasisme, kasus-kasus itu akan digabungkan dalam statistik pelanggaran rasisme yang juga terjadi pada kalangan kulit hitam atau imigran Pakistan. Jadi kita tidak punya catatan kasus islamophobia di kepolisian.

Ketiga, MCB menggagas kelompok antar partai di parlemen untuk membahas langkah untuk menanggulangi Islamophobia.

Keempat, berhubungan dengan media massa. Kita berusaha untuk menyadarkan para jurnalis dan editor agar lebih bertanggungjawab. Supaya mereka tidak mengatakan tentang Islam seperti halnya mereka tidak mengatakan hal yang buruk terhadap kelompok lain. Mereka tidak menulis macam-macam soal Yahudi, kaum kulit hitam, Gipsy, maka jangan lakukan juga terhadap Muslim.

Bagaimana hasilnya?

Sayeeda Harsi, salah seorang menteri dalam kabinet koalisi mengatakan, topik Islamopobhia telah lulus “dinner table test”. Artinya bahasan Islamophobia dapat diterima jika dibicarakan dengan kalangan elit dan terpelajar. Dan pemerintahan sekarang (koalisi antara konservatif dan liberal-demokrat), begitu simpati terhadap umat Islam dan sering berkunjung ke acara-acara keislaman.

Apa yang menarik isi buku Anda (Thinking Through Islamophobia)?

Buku itu menjawab anggapan-anggapan yang mengatakan Islamophobia adalah kata yang salah, konsep yang buruk, dan tidak nyata. Kami jelaskan, istilah Islamophobia adalah istilah yang tepat. Istilah ini mulai mencuat di Inggris pada 1997, dan kita tetap akan mempertahankannya.

Menurut catatan Anda, apa saja bentuk islamophobia?

Di Eropa kita bisa lihat adanya penolakan pembangunan masjid, menara masjid, peraturan pelarangan wanita memakai cadar, perusakan makam, atau juga serangan simbolik seperti melempar kepala babi ke masjid, dan lainnya.

Bagaimana peran anggota parlemen Muslim dan lembaga Islam di sana?

Ada banyak Muslim yang menjadi anggota parlemen di berbagai partai politik di Inggris. Seperti di partai liberal-demokrat, partai buruh, konservatif, dan sebagainya. Mereka melayani konstituen yang mereka wakili, tapi mereka juga mewakili warga Inggris secara keseluruhan.

Alhamdulillah, perbankan Islam banyak mengalami kemajuan. Dulu umat Islam sulit mendapat kredit rumah. Sekarang, banyak bank yang membuka layanan kredit rumah syariah. Termasuk bank-bank nasional yang konvensional.

Makanan halal mulai merebak. Sekolah-sekolah memberikan hak shalat Jumat dan shalat Ied. Tapi tetap saja ada berita-berita miring soal syariah.

Banyak orang mulai memeluk Islam. Banyak gereja yang tidak lagi digunakan lalu dijual jadi masjid. Kebanyakan masjid di Inggris adalah gedung yang diubah fungsi, seperti sinema atau gereja.

Bagaimana reaksi umat Kristen?

Tentunya sebagian kecewa. Kita menghargai perasaan mereka. Bayangkan, jika yang berubah adalah masjid menjadi gereja. Tapi golongan lain seperti EDL (Liga Pertahanan Inggris) memanfaatkan hal ini. Mereka mengatakan, “Lihat gereja-gereja telah diambil. Semuanya akan diubah menjadi Islam.” EDL sebenarnya dikenal tidak peduli ajaran Kristen dan gereja, tapi mereka hanya ingin memojokkan Islam saja. *

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Anak Penarik Becak Lulus Dokter di UGM
Tulisan selanjutnya Melihat Tanda Kehancuran Amerika Serikat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Wawancara

Pakar Anti Feminisme Dr Norsaleha Mohd Salleh: Liberalisme dan Feminisme Itu Satu Paket

24 Juli 2021 17:03
baitul maqdis
Wawancara

Dr. Khalid el-Awaisi: “Kini Banyak Orang Islam Berhati Zionis”

11 Juni 2021 09:55
Masjid Al-Aqsha
Wawancara

Akademisi Gaza: “Dihujani Berton-ton Bom, Kami akan Tetap Bersandar pada Allah untuk Perjuangkan Masjid Al-Aqsha”

22 Mei 2021 10:45
Wawancara

Ahmad Sarwat: Salafi Termasuk Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah

15 April 2021 11:06
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?