Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Wawancara

“Kami menolak pemberontakan terhadap pemimpin yang masih Muslim”

Ahmad
Terakhir diupdate: 8 Oktober 2012 14:16 2:16 pm
Ahmad
Dipublikasikan 8 Oktober 2012 14:16
Bagikan
Bagikan

BULAN Septermber 2012 lalu, negeri ini kedatangan seorang ulama Salafi, Ahlus Sunnah asal Yordania, Syeikh Ali Hasan bin Abdul Hamid al-Halaby. Seorang murid dari ahli hadits, Syeikh Muhammad Nashiruddin al-Albani.

Syeikh Ali Hasan lahir di Zarqa’, Yordania 29 Jumadil Tsani 1380 H (1960 M) dari keluarga imigran asal Jaffa, Palestina yang hijrah ke Yordania pada 1948 H. Keluarga beliau juga dinisbatkan dengan kota Halab atau dikenal dengan nama Aleppo, Suriah.

Selain pada Syeikh al-Albani, beliau juga menimba ilmu dari ulama lain semisal, Syeikh Abdulwadud az-Zarari (pakar bahasa Arab), Muhammad Nasib ar-Rifa’i, Muhammad As Salik Asa Syinqithi, dan ulama-ulama lainnya.

Syeikh Ali Hasan juga dikenal sebagai penulis dan peneliti yang produktif. Karya beliau antara lain, Ilmu Ushul al-Bida’, Dirasat Ilmiyyah fî Shahih Muslim, Ru’yah Waqi’iyyah fî al-Manhaj ad-Da’awiyyah, An-Nukat ‘ala Nuz-hah an-Nazhor, Ahkam asy-Syita` fî as-Sunnah al-Muthahharoh, Ad-Da’wah ila Allah baina at-Tajammu’ al-Hizbi wa at-Ta’awun asy-Syar’i, dan lainnya.

Di sela waktunya yang padat, beliau menyempatkan diri diwawancarai hidayatullah.com, Surya Fachrizal Ginting. Usai menyantap sarapan pagi sebelum mengisi tabligh akbar di Masjid Istiqlal, Jakarta (16 September 2012) beliau menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan lugas dan ramah. Berikut petikan wawancara lengkapnya.

Baca Juga

Pengamat Politik Internasional UI Sofwan Al-Banna Menampik Adanya Hubungan Kuat Hamas dengan Syiah
Kisah Hafizh Belajar Menghafal Qur’an: “Pahitnya” Bambu, Manisnya Pisang Goreng [2]
Kisah Hafizh Belajar Menghafal: Al-Qur’an Dieja Pakai Bahasa Latin [1]
Sinyo Egie, Pendiri Peduli Sahabat:  Pelaku LGBT Harus Punya Niat dan Keinginan Sembuh
Kisah Ustadz Hasan Ibrahim Bergabung Hidayatullah: Masuk Hutan, Batalkan Kuliah Madinah

Bagaimana pandangan Anda terhadap revolusi yang terjadi di negara-negara Arab belakangan ini.

Sebenarnya saya telah menulis hal itu dalam kitab saya Da’wah Salafiyah al-Hadiyah, Wa Mauqifuha Bainal Fitan al-‘Ashriyah al-Jariyah. Kitab itu membahas dengan lengkap masalah ini (revolusi, pemberontakan, dan huru-hara, red).

Tapi saya akan memberikan jawaban-jawaban singkat akal hal ini. Saya katakan, kami menolak revolusi dan menolak keluar dari ketaatan terhadap pemimpin yang masih muslim. Bersamaan dengan itu saya juga tidak setuju dengan negara-negara (yang mayoritas berpenduduk Islam) yang tidak menerapkan hukum Allah dan (penguasanya) melakukan perusakan.

Karena itu, kami tidak menginginkan berbagai kekerasan terjadi di negeri-negeri lain yang (saat ini) selamat dari hal itu.

Bagaimana dengan yang terjadi di Suriah?

Saya tidak mengatakan hal itu berlaku untuk yang terjadi di Suriah. Apa yang terjadi di Suriah berbeda dengan yang terjadi di tempat lain. Alasan pertama, pemerintah Suriah itu kafir. Dan yang kedua, yang terjadi di Suriah adalah pembunuhan yang dilakukan oleh orang-orang kafir terhadap orang-orang Islam.

Pasca revolusi yang menjatuhkan rezim Muammar Qaddafy di Libya, Salafi setempat diberitakan telah melakukan penghancuran kubur-kubur yang dianggap keramat di sana, apakah hal tersebut dibenarkan oleh syariat?

Saya mendengar kabar itu, saya membacanya di suratkabar, tapi saya tidak menyaksikan sendiri. Dan, seperti yang terjadi di Libya saat ini, misalnya, hal itu sangat mungkin terjadi. Mungkin itu memang terjadi, sangat mungkin.

Atau mungkin juga dilakukan oleh orang lain, lebih-lebih atas nama Salafi. Karena pada saat sekarang fitnah sangat besar.

Sebenarnya sikap kami sama dengan orang-orang yang dikabarkan menghancurkan kuburan-kuburan keramat (yang disembah manusia) itu. Kami telah menjelaskan bagaimana sikap yang sesuai syariat untuk membantah mereka yang mengkultuskan dan mengkramatkan kuburan kramat yang di sana banyak dilakukan berbagai macam kesyirikan. Dan, semua itu menyelisihi tauhid. (Tentang masalah ini lihat Fat-hul Majiid Syarh Kitaab at-Tauhiid, bab Larangan keras bagi orang yang beribadah kepada Allah di kuburan orang-orang shaleh. Lantas, bagaimana kalau manusia justru menyembahnya ?!–Ed.).

Tetapi, sikap yang syar’i dalam menghancurkan kubur-kubur keramat itu tidak boleh dilakukan secara pribadi tanpa izin Ulil Amri, (pemerintah). Karena hal itu akan menimbulkan fitnah dan kerusakan.

Salafi di Mesir telah membuat partai politik dan ikut dalam pemilu, sedangkan Salafi di tempat lain menentangnya. Bagaimana pendapat Anda?

Kami telah menulis (buku) tentang masalah ini. Kita tidak membolehkan membuat partai politik, baik itu di Mesir ataupun di luar Mesir. (Karena) partai politik hanya akan memecah-belah umat saja.

Dan, apa yang dilakukan oleh sebagian Salafiyin di Mesir (dengan membentuk partai politik), kami menyatakan perbuatan mereka adalah salah. Dan kami tidak menyetujui tindakan mereka.

Dan, saya yakin mereka akan kembali kepada perkara yang seharusnya.Karena apa yang mereka lakukan itu lebih banyak kerusakannya dari pada manfaatnya, karena mereka telah menyelisihi syariat yang seharusnya.

Di Indonesia baru-baru ini mencuat kasus konflik Syiah di Sampang, apa pendapat Anda?

Apakah Syiah ingin melakukan revolusi di negeri ini? Jika kita tidak membenarkan hal itu dilakukan oleh Ahlus Sunnah, bagaimana juga kita akan membenarkan hal itu dilakukan oleh Syi’ah. Maka wajib menghentikan hubungan dengan mereka dan membantah mereka.

Dalam acara tabligh akbar di Istiqlal, Syeikh Ali bicara cukup tegas tentang masalah Syiah yang tidak beliau utarakan saat wawancara. Berikut kutipannya: “Fitnah Syiah fitnah yang sangat berbahaya terhadap negeri, juga terhadap negeri (Indonesia) ini. Saat ini, mereka menganggap zaman ini sebagai zaman mereka. Tadinya mereka bersembunyi, kini mereka menunjukkan taring-taringnya.

Bahaya yang ditimbulkan oleh Syi’ah terhadap Islam sangat besar. Mereka berusaha melakukan pemberontakan dan huru-hara di mana-mana. Tapi kita tidak ingin membalas kerusakan dengan kerusakan. Bagi kita, kesesatan mereka telah jelas.

Cukuplah perkataan pembesar Syi’ah, Ni’matullah al-Jazairi dalam kitabnya al-Anwarul an-Nu’maniyah: … adapun khalifah Abubakar, dan Nabi (Muhammad, red) yang khalifahnya (penggantinya) Abubakar, maka ia bukan khalifah kami (Syi’ah), bukan pula nabinya nabi kami, dan bukan pula Tuhannya, tuhan kami.

Jika demikian, mereka adalah Majusi walau mereka menganggap diri mereka pecinta Ahlul Bait. Padahal kita sangat mencintai Ahlul Bait, dan kedudukan Ahlul Bait sangat tinggi di hati-hati kita.

Tapi cinta kita kepada Ahlul Bait adalah cinta yang murni, sedang cinta mereka kepada Ahlul Bait adalah tameng untuk menutupi kesesatan mereka.

Maka, waspadalah terhadap bahaya Syi’ah. Karena mereka sangat berbahaya untuk umat dan negara. Kalau mereka punya kesempatan, mereka pasti memberontak. Hal itu telah terjadi di Libanon, di Iraq, bahkan yang lebih dahulu dari tu adalah yang terjadi di Teheran, Iran (yang terkenal dengan Revolusi Iran).

Di Iran, dikabarkan tidak ada satu pun masjid Ahlus Sunnah. (Bahkan, Anda bisa saksikan apa yang terjadi di Suriah, bagaimana Syi’ah menyembelih dan membunuh laki-laki, para wanita, dan anak-anak Ahlus Sunnah. Allaahul Musta’aan.–Ed.)

Anda sudah beberapa kali ke Indonesia, bagaimana kesan Anda akan kaum Muslimin Indonesia?

Kaum muslimin Indonesia akhlak mereka baik sekali, agama mereka baik, mereka juga siap menerima kebenaran. Tetapi kebodohan (dalam masalah agama) masih banyak. Karenanya dibutuhkan kesabaran, perlu mujahadah dan kesungguhan para dai untuk mengajak mereka, dan mengangkat kebodohan yang ada para mereka, (yang) itu menjadi kebaikan untuk mereka dan negeri ini.

Apa nasehat Syeikh al-Albani yang masih Anda ingat?

Syeikh al-Albani membangun dakwah ini atas dua perkara: yang pertama akidah dan tauhid. Dan yang kedua, ilmu syar’i. Dengan akidah dan tauhid akan menyelamatkan manusia di sisi Allah dan akan membuatnya bahagia di dunia.

Dengan ilmu syar’i, maka Allah akan memberi taufik hamba-Nya kepada Sunnah, dan kepada pemahaman (agama) yang benar, kepada kehidupan yang nyaman, dalam naungan Al-Qur`an dan As-Sunnah Rasul shalallahu ‘alaihi wassallaam.

Ini adalah kehidupan Syeikh al-Albani seluruhnya. Yang disimpulkan olehnya dalam konsep tashfiyah (pemurnian akidah dan pemahaman agama) dan tarbiyah (pendidikan di atas ajaran Islam yang benar/murni).*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ukraina Melarang Promosi Homoseksual
Tulisan selanjutnya Saatnya Berjihad dengan Kata!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Wawancara

Pakar Anti Feminisme Dr Norsaleha Mohd Salleh: Liberalisme dan Feminisme Itu Satu Paket

24 Juli 2021 17:03
baitul maqdis
Wawancara

Dr. Khalid el-Awaisi: “Kini Banyak Orang Islam Berhati Zionis”

11 Juni 2021 09:55
Masjid Al-Aqsha
Wawancara

Akademisi Gaza: “Dihujani Berton-ton Bom, Kami akan Tetap Bersandar pada Allah untuk Perjuangkan Masjid Al-Aqsha”

22 Mei 2021 10:45
Wawancara

Ahmad Sarwat: Salafi Termasuk Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah

15 April 2021 11:06
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?