Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Sekolah Para “Pemimpin” di Gunung Tembak

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Januari 2011 10:22
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com — Ramai menyeruak di ballroom Hotel Bintang Jl Jenderal Sudirman, Klandasan, Balikpapan, Kalimantan Timur, akhir Juli tahun lalu. Pagi  itu, pukul 09:00 WIB,  tampak wajah Walikota Balikpapan H Imdaad Hamid, Plt Dinas Pendidikan Kota Balikpapan Ir Sri Wahyuningsih, Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia Satria Dharma, Ketua Asah Pena Balikpapan Hj Arita Rizal Effendi, dan Ketua BMH Balikpapan Mustakim. Ratusan hadirin dan undangan memadati ruangan.

Hari itu diresmikan  “Sekolah Pemimpin Hidayatullah” (SPH), sekolah gratis dengan sistem boarding school yang diperuntukkan bagi anak anak dari keluarga miskin yang dikelola oleh Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Kota Balikpapan.

“Saya sangat mengapresiasi dan mendukung dibukanya Sekolah Pemimpin ini. Ini terobosan yang bagus dan patut didukung,” kata Walikota dalam sambutannya.

Walikota berpesan, murid murid yang diterima di Sekolah Pemimpin adalah benar benar yang termasuk dalam data keluarga miskin, dan berharap agar pengelola bersungguh sungguh mewujudkanya sebagai proyek sekolah percontohan yang bisa diterapkan di kota kota lainnya.

Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia Satria Dharma yang juga konsultan pendidikan Sekolah Pemimpin, menjelaskan Sekolah Pemimpin Hidayatullah (SPH) yang berlokasi di Komplek Pesantren Hidayatullah, Gunung Tembak,  Balikpapan,  ini dikhususkan bagi siswa-siswa miskin bertekad menjadi sebuah sekolah yang paling bermutu, dengan guru-guru paling cerdas dan berbakat.

Baca Juga

Kisah Mualaf Big Frank, Influencer Penuh Tato asal Inggris
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam
Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga

Selain itu, SPH juga dirancang dengan fasilitas yang paling lengkap, kurikulum paling modern, dikelola secara profesional, dan dibiayai sepenuhnya oleh masyarakat Balikpapan.

Gratis tapi Tetap Berkualitas

Konsultan SPH, Satria Dharma mengatakan, SPH diharap menjadi sekolah pertama di Balikpapan yang memiliki indoor sport facilities yang lengkap dan akan dapat menjadi kebanggaan semua warga Balikpapan. 

“Ini memang ide yang ambisius dan belum pernah dicobakan, tapi jelas bisa diaplikasikan,” ungkapnya, optimis.

“Sekolah Pemimpin Hidayatullah” adalah ‘brand’ dari sebuah sekolah madrasah tsanawiyah (MTs) yang dikelola oleh Pesantren Hidayatullah Balikpapan.   SPH adalah sekolah berasrama (boarding) gratis, termasuk konsumsi sehari hari peserta didik.  SPH percaya bahwa kecerdasan akademik yang dikejar-kejar oleh sekolah pada umumnya bukan satu-satunya  tujuan yang hendak dicapai.

Menurutnya,  hasil survei yang dilakukan The National Association of Colleges and Employers, USA, bahwa kemampuan akademik yang ditunjukkan oleh besarnya Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) menempati posisi ke 17 dari 20 faktor yang memengaruhi sukses seseorang dalam berkarier. Artinya, kesuksesan dalam hidup dan karier bukan satu-satunya ditentukan oleh kecerdasan akademik yang selama ini diagung-agungkan oleh hampir semua sekolah.

Soft skill seperti kemampuan berkomunikasi, integritas dan kejujuran, kemampuan bekerjasama, kemampuan intra-personal dan etika justru secara berurutan menempati posisi lima besar faktor penunjang kesuksesan.

“Ketrampilan-ketrampilan inilah yang hendak dikembangkan oleh SPH,” terang Satria Dharma.

Dengan demikian, kata Satria, SPH tidak lagi hanya menitikberatkan kepada pengembangan hard skills tetapi lebih menggali dan mengembangkan soft skills para peserta didik. SPH mendisain kurikulum dan aktivitas pembelajarannya untuk menggali dan mengembangkan kemampuan fisik, intelektual, sosial-emosional, dan spiritual peserta didiknya.

Seluruh kemampuan tersebut didesain sedemikian rupa sehingga terintegrasi antara satu dengan yang lainnya, bukan merupakan kemampuan dan aktivitas yang terpisah. Pembelajaran di sekolah dirancang sedemikian rupa sehingga menjadi wadah kehidupan nyata para peserta didik. Mereka akan dilatih untuk membuat proyek (merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi), bersosialisasi dan berinteraksi dengan sesama siswa atau dengan kelompok siswa lain.

“Mereka juga diajar untuk mengatasi konflik dengan menggunakan problem solving approach,” lanjut Satria.

Kurikulum Terintegrasi

Satria Menjelaskan, SPH mengembangkan kurikulum pembelajarannya dengan pendekatan-pendekatan terkini dengan memanfaatkan teknologi. Pembelajaran berbasis teknologi bukan saja karena teknologi sudah menjadi tuntutan kebutuhan peserta didik, tetapi juga dimaksudkan untuk mendidik mereka menjadi pembelajar mandiri. Perkembangan teknologi tentu saja membawa dua akibat yang menyertainya; akibat positif dan negatif.

Oleh karenanya, peserta didik juga harus dibekali pemahaman tentang bagaimana memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab sehingga mereka mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara arif.

Saat ini, semua siswa SPH sedang dilatih untuk memanfaatkan internet dan secara rutin membuat jurnal harian yang kemudian disimpan dalam flashdisc pribadi yang juga disediakan secara gratis. SPH bahkan memiliki BTS mini yang bisa membuat semua guru dan siswa mengakses internet melalui wifi di sekitar lingkungan asrama dan sekolah. Tapi SPH juga telah membuat beberapa penyesuaian sehingga tak ada situs porno yang bisa lolos.

SPH juga menerapkan pendekatan pembelajaran dengan active learning yang kelak mendorong peserta didik untuk aktif dan lebih kreatif. SPH memasilitasi peserta didik dalam menemukan potensi diri dan mengembangkannya secara maksimal. Pengembangan potensi ini tentu saja membutuhkan perlakuan yang berbeda-beda pula karena memang setiap individu adalah unik.

Strategi pembelajarannya menggunakan konsep multiple-intelligences. Lingkungan sekolah yang berada di pesantren dengan etos disiplinnya sangat mendukung pendekatan pembelaran yang diterapkan.

Bagaimana dengan fasilitas? Kegiatan belajar mengajar akan didukung oleh fasilitas yang memadai sehingga memungkinkan terjadinya pengembangan kemampuan peserta didik secara optimal. Fasilitas pendukung yang memadai ini diperlukan untuk pengembangan kemampuan baik akademik, seni, olahraga, dan bidang-bidang lainnya.

Bahkan untuk menunjang pengembangan kemampuan di bidang olahraga, SPH akan memiliki beberapa trainer khusus untuk bidang sepakbola, beladiri, baris berbaris, dan berenang.

Salah satu siswa, Yusuf Harbi, 12 tahun yang duduk di kelas 1 Tsanawiyah, mengaku kerasan bersekolah di SPH. Alasanya, karena banyak teman, suasan belajarnya enak, dan pengasuhnya baik baik. “Sabun mandi, odol, buku, spenser, semua ada. Kita tinggal sekolah,” kata Yusuf.

Pengasuh Asrama Santri, Supardin, 20 tahun, mahasiswa STIS Balikpapan yang baru bertugas 8 bulan di SPH, meski gajinya hanya 50 ribu per-bulan, ia mengaku sangat menikmatinya. Selain untuk menambah pengalaman dalam mendidik anak, ia pun menganggap pekerjaan itu sebagai amanah yang harus dijalankan. “Banyak santri yang tidak punya orang tua, ini membuat saya harus lebih serius dan perhatian,” katanya.

Pesantren Hidayatullah Balikpapan yang membawahi sekoolah ini, baru-baru ini masuk sebagai nominator pertama peraih award Yayasan Pendidikan Terbaik tahun 2011. Pagelaran ini bertajuk Kaltim Education Award 2011 yang digelar Dewan Pendidikan Kaltim bersama dengan Dinas Pendidikan Kaltim dan PGRI Kaliamntan Timur. Program ini adalah bagian dari HUT Provinsi Kalimantan Timur.

Acara puncak penyerahan penghargaan direncakanan dilaksanakan pada tanggal 29 Januari 2011 di Grand Ball Room Hotel Senyiur Samarinda.

“Ada tiga yayasan yang masuk nominator. Dari penilaian secara umum 14 kota di Kaltim, kita dinilai termasuk yang menonjol” jelas Kepala Departemen Pendidikan Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan, Hamka Lathief,. [Abdus Syakur, Ainuddin Chalik/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Perancis Coba Atasi Krisis Politik Libanon
Tulisan selanjutnya Seperti Ponsel, ATM Sama Kotornya dengan Toilet

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Buku Pemikiran KH Ma’ruf Amin Diluncurkan, Ajak NU Tetap Berpegang pada Fikrah, Manhaj, dan Harakah

Berita
6 Agustus 2026 11:30
Hari Pertama Saudi Education Expo 2026, Ribuan Pengunjung Padati SMESCO Jakarta
Presiden Iran Kesulitan Berkomunikasi dengan Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei
Nasyiatul Aisyiyah Gelar Muktamar ke-15, Dihadiri 6.700 Kader
Gempa M 5,6–5,7 Guncang Mesir, Getaran Terasa hingga Sejumlah Negara Timur Tengah 

Terbaru

  • Kepala Intelijen Saudi di Baghdad Bahas Keamanan Regional dengan PM Iraq
  • Membangun Ketahanan Mental dengan Nilai-Nilai Al-Qur’an
  • Erdogan Buka Pintu Bagi Negara Sahabat Gabung Perjanjian Pertahanan Makkah
  • Tiga Negara Muslim Bersatu, Serangan ke Satu Negara Dianggap Serangan ke Semua
  • Nasyiatul Aisyiyah Gelar Muktamar ke-15, Dihadiri 6.700 Kader
  • Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
  • Serangan Houthi Lukai 11 Orang, Koalisi Saudi: Sengaja Targetkan Sipil
  • Menko Pangan: Ponpes dengan 1.000 Santri Lebih Boleh Bikin SPPG
  • Investigasi Drop Site: Ada Pejabat PBB Jadi Informan ‘Israel’
  • Mayoritas Orang Amerika Menentang Perang AS-Iran, Menurut Jajak Pendapat Reuters/Ipsos

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

30 Mei 2026 17:30
Feature

Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi

27 Mei 2026 07:57
Feature

Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam

30 April 2026 14:00
Feature

Jawad Pulang dengan Luka Siksaan ‘Israel’

26 Maret 2026 07:50
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?