Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Catatan Dari Mesir

“Ta’ashub, Tapi Berdasarkan Ilmu”

Thoriq
Terakhir diupdate: 21 September 2016 00:27 12:27 am
Thoriq
Dipublikasikan 20 September 2016 18:32
Bagikan
Makam Syeikh Muhammad Al Kautsari di Al Qarrafah
Bagikan

SYEIKH MUHAMMAD ZAHID AL KAUTSARI, partama saya bersinggungan dengan pemikiran ulama ini saat membaca kumpulan artikelnya yang ditulis di sejumlah majalah yang terbit di Mesir, Al Maqalat Al Kaustari.

Dalam Al Maqalat, Wakil Ulama Kekhalifahan Al Utsmani ini banyak membahas masalah aqidah, hadits, fiqih, tarikh dan lainnya. Dari Al Maqalat, akhirnya jatuh cinta kepada karya-karyanya lainnya, yang mayoritas berbentuk tahqiq kitab dan komentar (ta’liq).

Sebagaimana ulama yang lain, Syeikh Zahid Al Kautsari memiliki rival yang mengkritiknya seperti Syeikh Abdurrahman Al Mua’llimi dan kelompok yang mengkritiknya. Ulama madzhab Hanafi yang ahli di bidang fiqih, hadits sekaligus ilmu kalam bahkan disesatkan oleh pihak yang berseberangan pemikiran dengannya.

Tentu, sebagai penuntut ilmu, perbedaan pandangan antar ulama tidak menjadikannya enggan untuk mengambil manfaat dari karya-karyanya, lebih-lebih jika tuduhan datang dari sejumlah pihak yang memang sejak awal berbeda pandangan dengan ulama ini. Dengan demikian minat untuk mengkaji karya Syeikh Al Kautsari tetap tidak terganggu.

Namun, “kenyamanan”  ini akhirnya mulai terusik, setelah pihak pengkritik menukil dari Syeikh Mahmud Said Mamduh, ulama hadits Mesir yang kami hadiri majelisnya. Kata mereka, Syeikh Mahmud menilai bahwa Syeikh Zahid Al Kautsari adalah seorang penganut madzhab Hanafi yang fanatik.

Baca Juga

Wakalah Al Ghauri, Pasar Dunia-Akhirat di Kairo
Kalian Orang Indonesia, Punya Banyak Keutamaan
Al Azhar, Orang-Orang Tunanetra dan Louis Braille
“Mengalir” Bersama Wahyu, Warga Mesir punya Cara
Al Azhar, “Surga” Penuntut Ilmu Hadits

Tentu, perlu memastikan keabsahan kutipan itu. Usaha itupun saya lakukan, dan akhirnya kami mendapati hal itu benar. Ya! Syeikh Mahmud menyatakan dalam desertasinya Al Ittijahat Al Haditsiyah mengenai Syeikh Zahid Al Kaustari ini,”kefanatikannya cukup dikenal.”

Dan perkataan itu tentulah bisa diambil ibrah, karena yang berkata sudah mengkaji banyak karya Syeikh Zahid Al Kautsari dan guru-gurunya adalah murid dan orang yang pernah hidup sezaman dengan ulama yang hijrah ke Mesir ini, pasca kekhalifahan digulingkan Inggris.

Sejak itu cara memandang pribadi Syeikh Al Kautsari dan karya-karyanya mulai berbeda. Minimal, semangat dalam mengkaji karya-karyanya tidak sekuat sebelumnya. Dan semakin lama, semakin hilang minat pada karya-karya Syeikh Al Kautsari. Ya, apa gunanya mengkaji pemikiran seorang yang ta’ashub? Demikian pikiran yang muncul.

Hingga suatu saat, Syeikh Mahmud Said mengajak para penuntut ilmu melakukan ziyarah makam sejumlah ulama besar di Al Qarrafah, pemakaman yang dibuka oleh Umar bin Al Khaththab saat umat Islam menguasai Mesir. Kami bersama menziyarahi makam beberapa ulama besar antara lain Sayyidah Nafisah, Imam Asy Syafi’i, Ibnu Athailah, Ibnu Daqiq Al Ied, Ibnu Abi Jamrah. Tidak cukup deretan ulama itu, ternyata Syeikh Mahmud juga membawa kami ke makam Syeikh Muhammad Zahid Al Kautsari! Ya, seorang guru mengajak para anak didiknya untuk menziyarahi makam dan berdoa untuk orang yang ia sebut sebagai ulama yang fanatiknya cukup dikenal!

Di makam Syeikh Muhammad Zahid dan putrinya itu, agak lama sang guru berdoa untuk ruh penguni kubur dan puluhan penuntut ilmu mengamini. Tidak hanya ziyarah dan berdoa, Syeikh Mahmud juga menjelaskan mengenai riwayat sahib al qabr dan keshalihan serta keilmuannya. Setelah kami meninggalkan makam Syeikh Muhammad Zahid juga pemakamanAl Qarrafah, “kuliyah” sang guru mengenai Syeikh Zahid Al Kautsari berlanjut di mobil, di sepanjang perjalanan pulang dari ziyarah.

“Ia adalah seorang allamah (sangat alim)”, “Beliau fanatik, tapi fanatiknya berdasarkan ilmu!”, “Dalam kata-katanya terdapat cahaya!” Itulah kata-kata yang masih terngiang-ngiang di telinga mengenai Syeikh Muhammad Zahid Al Kaustari, yang keluar dari lisan murid Musnid Al Ashr, Syeikh Yasin Al Fadani ini.

Pada kesempatan itu, kami pun banyak memperoleh informasi mengenai Syeikh Zahid Al Kautsari. Lalu, semangat untuk kembali mengkaji pemikirannya pun berkobar.*

 

 

 

 

Redaktur: Thoriq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ini Ketentuan pada Babak Final Olimpiade Halal 2016
Tulisan selanjutnya Pemerintah Akan Uji Coba ‘Full day School’ Untuk Sekolah yang Siap

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026

Berita
13 Juli 2026 06:00
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Mantan Pemimpin Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Wafat
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Catatan Dari Mesir

Tradisi Periwayatan Hadits dalam Peringatan Maulid Azhariyun

27 Desember 2015 04:45
Catatan Dari Mesir

Shahih Al Bukhari, Al Azhar dan Sultan Abdul Hamid II

8 Maret 2015 19:24
Catatan Dari Mesir

Sanad Al Arba’in An Nawawiyah Mesir Melalui 7 Ulama Indonesia

30 Januari 2015 21:29
Catatan Dari Mesir

Majelis Tafsir Al Jalalain di “Masjid Pemberontak”

6 Desember 2014 00:58
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?