Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Catatan Dari Mesir

Kisah Penerbit Mesir Penyebar Kitab Ulama Nusantara

Thoriq
Terakhir diupdate: 5 Februari 2014 07:52 7:52 am
Thoriq
Dipublikasikan 5 Februari 2014 05:51
Bagikan
Gedung percetakan yang berada di jalan yang dilalui bus dari Al Azhar ini keadaannya memprihatinkan. Tak berpenghuni, mirip bangunan yang pernah hangus terbakar
Bagikan

MUSTHAFA AL BABI AL HALABI, sebuah percetakan dan penerbit tua yang tidak asing bagi penuntut ilmu di Al Azhar, karena gedung percetakannya berada di jalan yang dilalui bus dari Al Azhar.

Saat saya mengunjunginya gedungnya yang berada di tepi pemakaman umum ini, keadaannya sudah seperti tidak berpenghuni. Cat bangunan sudah menghitam mirip bangunan yang pernah hangus terbakar. Ketika seorang bapak penjaga keluar dari bangunan saya pun menanyakan masih ada tidak kitab yang dimiliki? Ia pun manjawab, bahwa ada kemungkinan kecil panjaga toko buku datang karena ia baru melahirkan.

Akhirnya Saya hanya melihat-lihat tempat yang disebutkan sebagai toko buku itu dengan mengintip dari kacanya, yang terlihat adalah tumpukan buku-buku tua yang diletakkan tidak beraturan, berdebu dan lusuh.

Akhirnya saya memutuskan untuk mengunjugi lokasi ke dua dari toko buku penerbit yang berdiri tahun 1859 ini yang berada di belakang Al Azhar.

Di toko ini kondisinya tidak jauh berbeda dari yang pertama, baik debunya maupun kondisi bukunya yang tidak tertata rapi, rak-rak banyak yang kosong, sedangkan di bawah meja onggokan buku kotor dibiarkan begitu saja.

Baca Juga

Wakalah Al Ghauri, Pasar Dunia-Akhirat di Kairo
Kalian Orang Indonesia, Punya Banyak Keutamaan
Al Azhar, Orang-Orang Tunanetra dan Louis Braille
“Mengalir” Bersama Wahyu, Warga Mesir punya Cara
“Ta’ashub, Tapi Berdasarkan Ilmu”

Di toko yang dijaga seorang bapak yang sudah sepuh itu, saya segera menemukan buku-buku ulama Nusantara.

Ada naskah tua karya Syeikh Nawawi Al Jawi yang berjudul Targhib Al Mustaqin yang dicetak tahun 1371 H atau 1952. Bahkan beberapa karya ulama asal Banten ini yang berjudul At Tsimar Al Yani’ah, Tijan Ad Durari, Mirqad Su’ud At Tashdiq, Sulam Al Munajat ala Safinati Ash Sholat dan Kasyifah As Saja dicetak tahun 1342 H alias tahun 1921.

Karya ulama Nusantara lainnya yang juga masih didapati di toko ini adalah Hasyiyah An Nafahat karya Syeikh Ahmad Al Khatib yang merupakan penjelasan dari kitab Al Waraqat karya Imam Al Juwaini yang terbit pada tahun 1938.

Di saat yang sama ada seorang pemuda Mesir juga tengah bertanya-tanya kepada penjaga toko mengenai salah satu buku Syeikh Nawawi Al Jawi.

Sebelumnya, percetakan ini pernah merajai dunia penerbitan di negeri-negeri Muslim pada sekitar tahun 1940-an. Pada masa-masa itu judul buku yang telah diterbitkan mencapai 440 dan Indonesia sendiri merupakan pasar besar dari penerbit ini, hingga tidak hanya mencetak karya berbahasa Arab, karya dengan bahasa Melayu yang ditulis dengan huruf Arab pegon juga diterbitkan.

Hal inilah yang pernah dinyatakan oleh Samir Mahmud Al Halaby, Direktur Keuangan Percetakan kepada Al Mashry Al Yaum (03/09/2009).

Dengan kondisi demikian, karya ulama Nusantara semisal Syeikh Nawawi Banten dan Syeikh Ahmad Al Khatib melalui penerbitan ini dengan cepat bisa tersebar ke seluruh dunia Islam dan ikut memberi kontribusi besar dalam memperkaya khazanah Islam.

Barang Antik

Namun masa-masa kejayaan sudah berlalu, kini penerbitan ini hanya mampu menjual bukunya mencakup kalangan penuntut ilmu di Al Azhar saja, dengan kondisi toko yang memprihatinkan beserta buku jadul-nya itu.

Ada sebagian buku yang terlihat dicetak ulang yang merupakan copi dari yang buku lama dan itupun dengan kertas buram. Dan koleksinya pun tidak terlalu banyak.

Hingga saya khawatir semakin lama buku Musthafa Al Babi Al Halabi menjadi semacam barang antik. Ya, antik karena ia merupakan cetakan paling tua dan penting karena menjadi pijakan dalam cetakan-cetakan yang akan datang namun semakin jarang.

Lebih-lebih untuk karya ulama Nusantara, sungguh amat menyedihkan kalau sampai tidak ada pihak memiliki perhatian untuk mendokumentasikan cetakan bersejarah buku-buku karya para ulama besarnya ini.

Akhirnya sebelum meninggalkan toko, saya pun bertanya kepada bapak tua penjaga toko itu, ”Apakah buku-buku ini sudah tidak dicetak kembali?” Ia pun menjawab, ”Kita akan cetak kembali begitu ada yang sudah habis, ” ujarnya. Adakah penerbit Indonesia tergerak?.*

Redaktur: Thoriq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mahathir: Pengajaran Agama Bisa Cegah Penyalahgunaan Narkoba
Tulisan selanjutnya Soal IMB Lippo, Ormas Islam Laporkan Wako Padang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Catatan Dari Mesir

Al Azhar, “Surga” Penuntut Ilmu Hadits

19 Maret 2016 19:28
Catatan Dari Mesir

Tradisi Periwayatan Hadits dalam Peringatan Maulid Azhariyun

27 Desember 2015 04:45
Catatan Dari Mesir

Shahih Al Bukhari, Al Azhar dan Sultan Abdul Hamid II

8 Maret 2015 19:24
Catatan Dari Mesir

Sanad Al Arba’in An Nawawiyah Mesir Melalui 7 Ulama Indonesia

30 Januari 2015 21:29
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?