Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Catatan Dari Mesir

Nil Sungai Surga

Thoriq
Terakhir diupdate: 30 Desember 2013 13:59 1:59 pm
Thoriq
Dipublikasikan 30 Desember 2013 13:59
Bagikan
Warga Mesir tidak akan tega membuang sampah atau limbah karena mereka juga yang akan menelannya, karena semua konsumsi air di Mesir bersumber dari sungai ini
Bagikan

KINI saya mulai akrab dengan sungai Nil, sungai yang membelah jantung kota Kairo itu, karena perjalanan menuju tempat saya menuntut ilmu melalui jembatannya yang berada di dekat Tahrir.

Di musim dingin seperti saat ini justru sungai Mil terlihat surut, sejumlah kapal resto yang berada di tepian terlihat seperti kandas. Berbeda dengan kondisi tatkala musim panas, justru debit airnya naik. Inilah salah satu kekhususan sungai Nil dibanding sungai lainnya.

Seorang ilmuwan Arab At Tifasyi pernah menjelaskan,”Jika sungai besar yang lain memberi manfaat, namun juga membahayakan karena banjir jika airnya lebih dan kurangnya air terhadap wilayah yang dilaluinya. Sedangkan Nil bagi Mesir kadar airnya telah disesuaikan.”

Baca Juga

Wakalah Al Ghauri, Pasar Dunia-Akhirat di Kairo
Kalian Orang Indonesia, Punya Banyak Keutamaan
Al Azhar, Orang-Orang Tunanetra dan Louis Braille
“Mengalir” Bersama Wahyu, Warga Mesir punya Cara
“Ta’ashub, Tapi Berdasarkan Ilmu”

Para ulama Mesir terdahulu ternyata sudah mengamati gejala ini, Al Hafidz As Suyuthi menyebutkan dalam Hushn Al Muhadharah bahwa naiknya sungai Nil di musim panas karena mencairnya salju. Ada yang berpendapat bahwa bertambahnya air di musim panas karena banjir di negeri Habasyah (Etiopia) yang mana airnya baru sampai di Mesir pada musim panas.

Keunikan Nil yang saya saksikan, bahwa sungi Nil meski berada di tengah kota, di wilayah di mana keadaan fasilitas umum yang berupa toilet terlihat amat mengenaskan, demikian juga masih terlihat di sejumlah tempat sampah-sampah bertebaran namun sungai Nil tetap bersih, biru, seperti sungai-sungai di Eropa.

Sepanjang tepinya taman dengan yang tersedia bangku-bangku bagi mereka yang ingin rehat sambil menyaksikan keindahan Nil.Tidak terlihat, sampah teronggok di bantarannya, apalagi “jamban helikopter”, tidak pula terlihat orang jongkok dalam rangka membuang hajatnya.

Saya ingat dulu ada teman senior yang sudah lama tinggal di Kairo menyampaikan kepada saya, menanggapi adanya kebiasaan sejumlah orang yang masih suka buang air kecil di tembok-tembok tepi jalan ketika di malam hari mengatakan, ”Pepatah orang Mesir, silahkan kencing di mana saja, asal jangan di sungai Nil!”

Tentu warga Mesir tidak akan tega membuang sampah atau limbah karena mereka juga yang akan menelannya, karena semua konsumsi air di Mesir bersumber dari sungai ini. Air yang mengalir ke kran rumah-rumah Mesir berasal dari sungai ini kini dan dulu.

Dari air Nil pula pertanian dan perkebunan Mesir menggeliat, hingga tidak di bayangkan di negeri yang mayoritas daratannya berupa padang pasir ini bisa menghasilkan buah pisang.

Hal ini bukan karena perkembangan pengetahuan namun memang pisang merupakan buah Mesir sebagaimana disebutkan oleh Imam As Suyuthi.

Imam As Syafi’i sendiri terpesona dengan tebu Mesir hingga beliau mengatakan, ”Kalau bukan karena perasan tebu, aku tidak akan tinggal di Mesir”.

Bahkan di musim dingin seperti ini, musim pohon jeruk berbuah dengan melimpah. Harga satu kilogram jeruk hanya 2 pound Mesir, yakni sekitar 3500 rupiah!

Untuk anggur hijau yang biasanya marak di musim panas, harga per kilogramnya juga tidak jauh dari harga jeruk, meskipun rasa manisnya sampai menimbulkan serak di tenggorokan. Demikian pula begitu banyak varian buah yang bisa hidup di negeri ini, hingga Al Kindi pernah mengatakan,  ”Sebagian orang-orang berilmu mengatakan bahwa di dunia tidak ada pohon, kecuali dia dijumpai di Mesir.”

Kenikmatan yang besar dari Allah melalui sungai Nil ini dirasakan oleh penduduknya sejak masa-masa terdahulu, di mana mereka mengadakan perayaan ketika air sungai Nil melimpah, yang disebut wafa’ an nil yang dilanjutkan di masa Islam.

As Shalah Ash Hafdi bersajak, ”Telah melimpah air Nil di tahun kita. Maka ia menenggelami bumi dengan nikmatnya.”

Kebiasaan ini dilanjutkan dengan menyebarkan kabar gembira dari penguasa di saat Nil melimpah airnya, yang terkandung di dalamnya pengingatan akan nikmat Allah dengan sungai Nil serta ajakan untuk mensyukurinya yang disebut dengan bisyarah wafa’ an nil (kabar gembira melimpahnya Nil).

Qadhi Al Fadhil menuliskannya untuk Sultan Shalahuddin Al Ayubi, demikian pula Qadhi Muhyiddin menuliskan untuk sultan guna dikirimkan ke gubernurnya di Halab, Ash Shalah Ash Shafdi juga menuliskannya untuk sejumlah gubernur.

Amat pantas jika posisi Nil begitu berharga karena manfaatnya cukup besar terhadap kehidupan dan peradapan manusia karena Nil sendiri memiliki kekhususan di hadapan Allah. Di mana Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, ”Nil, Sihan, Jihan, Eufrat dari sungai-sungai surga.” (Riwayat Muslim).*

Redaktur: Thoriq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pelecehan seksual Vatikan Gereja Bashar Al-Assad Kirim Surat ke Paus Fransiskus
Tulisan selanjutnya Siswa Luqman al Hakim Jember Peroleh Perak di Olimpiade Matematika Internasional

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Catatan Dari Mesir

Al Azhar, “Surga” Penuntut Ilmu Hadits

19 Maret 2016 19:28
Catatan Dari Mesir

Tradisi Periwayatan Hadits dalam Peringatan Maulid Azhariyun

27 Desember 2015 04:45
Catatan Dari Mesir

Shahih Al Bukhari, Al Azhar dan Sultan Abdul Hamid II

8 Maret 2015 19:24
Catatan Dari Mesir

Sanad Al Arba’in An Nawawiyah Mesir Melalui 7 Ulama Indonesia

30 Januari 2015 21:29
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?