Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Catatan Dari Mesir

“Mengalir” Bersama Wahyu, Warga Mesir punya Cara

Thoriq
Terakhir diupdate: 4 April 2018 21:23 9:23 pm
Thoriq
Dipublikasikan 24 November 2016 16:04
Bagikan
Bagikan

SEBUT saja Ahmad, rutinitas kerjanya dimulai kira-kira jam sembilan pagi. Di kios tanpa dinding yang beratap seng itu, Ahmad mencari nafkah dengan menjual jasa las knalpot dan reparasi bodi mobil. Kadang ia sendiri terlihat ditemani satu dua anak belia yang ikut bekerja bersamanya. Tentu, kondisi tempat ia bekerja penuh dengan noda mesin sebagai layaknya sebuah tempat reparasi demikian juga kondisi pakaian mereka mereka yang “bergelut” di tempat itu.

Dalam aktifitas, Ahmad bersama para rekannya ditemani sebuah radio yang disalurkan ke kotak salon, yang sengaja ditempatkan dalam “rak” khusus yang menempel di salah satu tiang bangunan tempat mereka berteduh. Dari kotak itu, lantunan ayat-ayat suci Al Qur`an berkumandang mengiringi kegiatan para lelaki “benkel” itu, baik di saat konsumen datang maupun tidak. Bengkel dan “mengaji” masih terluhat aktif hingga waktu isya.

 

Ya, di Kairo, di toko kelontong, penjual di pasar-pasar, bengkel juga bus dan kendaraan angkutan umum telinga akan “akrab” dengan suara “mengaji” seperti yang terdengar di bengel Ahmad.

Idza’ah Al Qur`an Kairo telah berjasa menggaungkan “lantunan wahyu” ke seluruh antero Mesir, ke jutaan pasang telinga para penduduknya. Radio yang didirikan awal enam puluhan di masa Jamal Abdul Naser ini melakukan tugasnya sebagaimana dikatakan ulama besar Al Azhar, Syeikh Abdul Halim Mahmud, saat awal mula radio itu mengudara, “Di hari pertama, kami mendengarkan Al Qur`an, baik di jalanan, rumah-rumah serta perokoan yang menciptakan ketenangan.”

Baca Juga

Wakalah Al Ghauri, Pasar Dunia-Akhirat di Kairo
Kalian Orang Indonesia, Punya Banyak Keutamaan
Al Azhar, Orang-Orang Tunanetra dan Louis Braille
“Ta’ashub, Tapi Berdasarkan Ilmu”
Al Azhar, “Surga” Penuntut Ilmu Hadits

Merespon Pemalsuan Zionis terhadap Al Qur`an

Radio yang mengudara pertama pada Rabu 11 Dzulqa’dah 1383 (25 Maret 1964), didirikan bertolak dari ayat Al Qur`an, yang artinya,”Sesunggunya Kamilah yang telah menurunkan Al Qur`an dan sesunggunya Kami benar-benar penjaga baginya.” [Al Hijr: 9]

Dimana dijelaskan oleh salah satu tokoh pendirinya, profesor Syari’ah Islam di Universitas Alexandria Muhammad Kamal Imam, bahwa radio Idza’ah Al Qur`an (Siaran Al Qur`an) merespon apa yang dilakukan pihak penjajah Zionis yang mencetak Al Qur`an dengan pemalsuan yang disebarkan di Afrika.

Kala itu, di mushaf yang dicetak dengan format lux namun dengan harga murah itu, mengandung pemalsuan pada ayat Al Qur`an yang artinya “Dan barangsiapa mencari agama selain agama Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi.” [Ali ‘Imran: 85]

Dimana yang tertulis di mashaf itu, hilangnya kata “ghairu” yang artinya selain. Tentu bisa ditebak, maknanya berlawanan dengan makna semestinya yang menunjukkan bahwa hanya Islam yang diterima Allah.

Untuk merespon, akhirnya, Majelis Al A’la li Syu’un Al Islamiyah dan Hai’ah Kibar Ulama Al Azhar pun menerbitkan piringan hitam bacaan Al Qur`an murattal riwayat Hafsh dari ‘Ashim yang dibacakan oleh Syeikh Mahmud Khalil Hishri dan membagikannya ke berbagai negara dan dunia Islam.

Namun para penggerak melihat bahwa tidak semua pihak bisa mendengarkan piringan hitam karena terbatasnya alat pemutar piringan yang dimiliki, juga terbatasnya listrik, terutama untuk kalangan rakyat jelata. Akhirnya ide terus bergulir dan jatuh kepada keputusan untuk mendirikan radio Al Qur`an.

Saat ini Radio Al Qur`an telah mengudara lebih dari setengah abad. Ia tidak hanya berperan dalam penjagaan keaslian Al Qur`an, namun lebih dari itu, ia telah menjadi bagian dari “urat nadi kehidupan” masyarakat Mesir.*

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Redaktur: Thoriq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menag: Keberadaan MUI Penting bagi Bangsa dan Negara
Tulisan selanjutnya PIARA: Di Myanmar telah Terjadi Genosida atas Etnis Rohingya sejak Lama

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Berita
31 Agustus 2026 21:38
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata
Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Catatan Dari Mesir

Tradisi Periwayatan Hadits dalam Peringatan Maulid Azhariyun

27 Desember 2015 04:45
Catatan Dari Mesir

Shahih Al Bukhari, Al Azhar dan Sultan Abdul Hamid II

8 Maret 2015 19:24
Catatan Dari Mesir

Sanad Al Arba’in An Nawawiyah Mesir Melalui 7 Ulama Indonesia

30 Januari 2015 21:29
Catatan Dari Mesir

Majelis Tafsir Al Jalalain di “Masjid Pemberontak”

6 Desember 2014 00:58
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?