Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cermin

“Dengan Kekurangan, Aku Merasa Spesial di Hadapan Allah”

Ahmad
Terakhir diupdate: 24 September 2013 11:51 11:51 am
Ahmad
Dipublikasikan 24 September 2013 11:51
Bagikan
Mat Kholiq (40), yang sabar dan selalu khawatir meninggalkan shalat 5 waktu
Bagikan

IA menatap dalam-dalam sederet rerumputan liar yang mengelilingi pohon. Bunga-bunga yang tumbuh rapi di tanah kosong, pepohonan bambu ramai yang bergoyang  tak luput dari incaran matanya sekaligus menemaninya mengahabiskan waktu siangnya.

Di siang yang terik itu Mat Kholiq (40) baru saja kembali dari aktivitas rutinnya mencari rumput untuk kambing dan ayam peliharaannya. Mat Kholiq menggembalakan hewan piaraan tidak sebagaimana orang biasa, di atas sepeda roda tiga, Maklu,  ia memiliki fisik kurang sempurna. Kedua kakinya mengecil, tulang-tulangnya membengkok akibat kelumpuhan yang dialaminya semenjak lahir.

“Saya sudah begini sejak lahir, “ ujar Kholik kepada hidayatullah.com.

Lumpuh yang dialami membuatnya kesulitan dalam beraktivitas. Meski demikian, semua pekerjaan hidup ia lakukan dengan mandiri. Memasak, makan, mandi, mengenakan pakaian dan bekerja dilakukannya sendiri. Ia tak ingin merepotkan orang lain dengan kekurang dirinya.

Kemanapun pergi,  sepeda roda tiga miliknya siap mengantarkannya. Kendaraan vital ini dibelinya dua tahun lalu itu seharga seratus ribu rupiah, merupakan sepeda yang didesain secara khusus untuk yang tak memiliki tubuh sempurna, sepertinya.

Baca Juga

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta
Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Saat Suami Jadi ‘Pusat’ Perhatian karena Urus Bayi Sendirian
Kehilangan Uang yang Bikin Ketagihan…
Pondok Gontor Putri, Al Hamra, dan Hagia Sophia

“Sepeda ini saya beli dari orang kampung sebelah, harganya pun murah Alhamdulillah, ” ujarnya riang.

Harga sepeda itu sebenarnya enam ratus ribu rupiah, tapi orang yang menjual menghendaki harganya sebesar seratus ribu saja.

Alhamdulillah, dengan keberadaan kendaraan ini, pekerjaan sehari-hari Mat Kholiq sangat  terbantu. Sepeda roda tiga berwarna hitam ini ibarat kaki sempurna baginya. Mobilitasnyapun menurutnya lebih mudah daripada sewaktu menggunakan tongkat.

Memelihara kambing

Meski tidak memiliki tubuh sempurna, jangan dibayangkan Mat Kholiq hanya diam saja. Sebagaimana layaknya orang lain, ia memiliki kesibukan sehari-hari sebagai penggembala kambing.

Ia memilihara kambing milik orang lain sebanyak enam ekor dan juga ayam.

”Saya pelihara kambing dan ayam milik orang,” ucap pria yang tinggal di Desa Grande Krajan, Kecamatan Puger Jember ini.

Ia menganggap cacat bukanlah sebuah kekurangan, namun ujian untuk dirinya sendiri sekaligus untuk orang lain.

Sebelumnya, pria yang masih lajang ini pernah pula tertekan menghadapi kekurangan dirinya. Bahkan ia berani protes kepada Allah Subhanahu Wata’a atas kekurangan yang dimiliki.

“Aku pernah marah pada Allah, Yaa Allah mengapa aku begini,” cetusnya. Namun seiringnya waktu ia pun mulai menerima  dirinya. Ia mengaku, kehidupannya makin normal setelah ada kendaraan yang menemaninya sehari-hari beraktifitas.

“Hidupku kini pun normal seperti manusia biasa. Tetangga di sekitarnya pun baik padaku.”

 Berangsur-angsur, Kholiq merasa dirinya sebagai hamba Allah yang paling spesial dibanding orang lain.

”Aku merasa disayang Allah, dengan tubuhku yang cacat ini aku masih bisa shalat di mushollah lima waktu,” ucapnya.

Memang Allah memberinya kaki yang cacat, tapi dengan sayang-Nya pula, kelumpuhan itu  telah membuatnya  lebih bisa mendekatkan diri pada Allah, ujarnya.

“Alhamdulillah masih bisa berjalan dengan sepeda ini, aku pun sekarang tak miliki alasan untuk tidak datang ke rumah-Nya melaksanakan shalat lima waktu,” tuturnya. Menurut Kholiq, itu bentuk dan bagian cintanya pada Allah.

“Allah menyayangiku dengan mencondongkan hatiku  taat beribadah kepada-Nya, meskipun aku datang padanya dengan cacat fisik,” ucapnya.*

 

 

 

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:cacatdekat dengan Allahfisikiibadahkekuarang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya jalur sutra Sebab-sebab Keberhasilan dalam Pembebasan al-Quds pada Masa Perang Salib (2)
Tulisan selanjutnya Dinyatakan Sebagai Organisasi Terlarang, Al-Ikhwan akan Banding

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Berita
13 Juli 2026 15:40
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Cermin

“Nak, Ustadzah Boleh Peluk?”

2 Juli 2022 09:40
Cermin

Cerita Almarhum Pendiri Hidayatullah Kepingin Berjumpa Ramadhan Tahun Ini…

17 Februari 2022 07:59
Cermin

Ketika Nikmat Shalat Berjamaah Itu Terhalangi, Begini Pengakuan Sang Dai…

3 Januari 2022 05:00
Cermin

Bantuan Allah itu Datang Tengah Malam Persis Sesuai yang Dibutuhkan

27 Desember 2021 15:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?