Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cermin

“Saya Jatuh Cinta Menggunakan Jilbab”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 18 Desember 2014 13:19 1:19 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 Desember 2014 13:19
Bagikan
Carissa D. Lamkahouan: dengan menggunakan jilbab saya bermartabat dan terlindungi.
Bagikan

SAYA telah mengenakan jilbab sebelum masuk Islam. Selama hampir satu setengah tahun sebelum saya menerima Islam sebagai agama saya, saya telah mempelajari agama dan belajar tentang prinsip-prinsip dan karakteristiknya.

Tentu saja, sebagai seorang wanita, saya sangat tertarik dalam persoalan-persoalan yang terkait dengan perempuan. Tapi saya melihat jilbab menjadi simbol yang sangat terlihat melekat pada perempuan. Saya pun menjadi tertarik mengetahui tujuan wanita berhijab dan menjadi terpesona dengan wanita yang mengenakannya.

Pada saat studi saya tentang Islam terus berlanjut, saya semakin aktif ke toko buku dan membaca dengan teliti tentang Islam. Terdapat terjemahan Al Quran dalam bahasa Inggris berjajar di rak bersama dengan koleksi hadist dan cerita Nabi Muhammad (SAW) dan para sahabatnya. Tapi pada saat melahap semua bacaan dan ceramah tentang Islam, saya juga tertarik ke bagian lain dari toko buku yang terdapat barisan abaya dan tumpukan jilbab. Dari sini kemudian saya menemukan keberanian untuk mencoba dan membeli jilbab pertama saya.

Saat Mengenakan Jilbab

Saat teringat ketika pertama kalinya mengenakannya. Jilbab rupanya hanya satu lembar potongan sederhana. Tidak ada kesulitan apa pun ketika saya mulai mencobanya.

Baca Juga

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta
Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Saat Suami Jadi ‘Pusat’ Perhatian karena Urus Bayi Sendirian
Kehilangan Uang yang Bikin Ketagihan…
Pondok Gontor Putri, Al Hamra, dan Hagia Sophia

Namun, sesuatu yang aneh terjadi ketika saya telah mengenakannya. Tiba-tiba saya segera melepaskannya kembali jilbab hijau itu dari kepala saya. Saat saya melihat sekilas diri saya di cermin, saya jadi terkejut. Ini mungkin karena saya agak terlalu cepat mencoba mengenakannya. Selain melihat diri saya tampak sama sekali berbeda dan asing, segera tergambarkan stereotip negatif tentang wanita berjilbab yang begitu sering digambarkan di media. Ini memicu respon drastis dan ngeri di kepala saya.

Namun, kemudian saya segera pulih dari kondisi ini dan saya merasionalisasi diri saya bahwa saya membeli jilbab hanya digunakan bilamana saya memerlukan mengunjungi masjid untuk studi. Kalau saya melihat lagi ke belakang, rasa ngeri saya mengenakan jilbab tersebut rupanya sebagai langkah kecil menuju penerimaan terhadap jilbab, termasuk apa maknanya dan apa manfaatnya dalam hidup saya. Saya tidak menyadarinya pada waktu itu.

Beberapa bulan berlalu, saya sebenarnya masih belum berkesempatan lagi untuk mengenakan jilbab baru saya. Hanya saja telah membangkitkan keingintahuan saya tentang jilbab, dan saya akan mencobanya pada kesempatan berikutnya. Sementara itu studi saya terus berlanjut dan merasa senang dengannya. Untuk memudahkan transisi, saya memutuskan kembali ke toko buku untuk membeli sesuatu yang lebih menarik bagi selera saya.

Setelah saya menemukan beberapa gaya sederhana yang saya suka, saya diam-diam mulai memakai jilbab keluar di sekitar kota. Biasanya untuk ke toko makanan halal dan ke tempat-tempat lain yang saya tidak menginginkan semua mata tertuju pada saya. Hanya saja saya tidak menggunakannya pada saat keluar untuk makan malam bersama suami. Justru pada saat itu saya jadi merasa nyaman jika saja saya menutupi rambut dan menggunakan jilbab.

Saya percaya, itu merupakan uji coba awal dalam menggunakan jilbab dan perlahan-lahan menjadi terbiasa dengan tampilan baru saya untuk mengenakan jilbab sepenuh waktu, terlebih setelah saya membuat keputusan untuk masuk Islam. Segera setelah mengucapkan syahadat, saya mandi, menutupi kepala saya, dan mulai berdoa. Alhamdullah!

Reaksi Tak Terduga

Hari berikutnya dengan agak gugup saya menuju ke pekerjaan dengan aksesori baru saya dan menghadapi semua orang dengan tatapan penasaran. Agak sulit juga. Tetapi dengan masuknya saya ke Islam, dan kawan-kawan kerja ternyata memberi perhatian dan penerimaan baik, membuat saya bersyukur.

Reaksi dari teman-teman ini mengubah kekhawatiran dari keluarga ketika saya mulai menggunakan jilbab. Tak lebih saya mengatakan, semuanya mencintai saya. Mereka memperlakukan saya, masuknya saya ke Islam, dan perubahan terhadap apa yang saya kenakan, dengan rasa hormat dan toleransi.

Dalam beberapa hal, seolah-olah saya tidak mengalami perubahan apa pun berkaitan dengan penampilan saya, terhadap bagaimana saya diperlakukan oleh keluarga saya dan ketika saya pergi keluar di depan umum.

Saya belum pernah secara terbuka dijauhi, dipermalukan, atau diejek. Saya tahu, saya telah mendapat karunia-Nya, sembari berharap dan berdoa hal yang sama juga diperoleh oleh rekan-rekan wanita yang telah masuk Islam dan memutuskan menggunakan jilbab.

Sekarang saya telah menjalani hampir sembilan tahun sebagai seorang perempuan Muslim berhijab. Saya telah menggunakan sejumlah model jilbab dan rasa senang menggunakannya. Ketika saya melihat di cermin, saya tidak lagi memiliki keinginan untuk melepaskan selamanya.

Sekarang aku merasa memiliki martabat dan perlindungan. Saya sangat bersyukur kepada Allah untuk semua ini. Saya berharap rasa yang sama ini dialami oleh semua rekan saya yang berjilbab. Mereka yang belum mengambil langkah menutupi diri, saya tahu banyak hal ini memang sulit. Insya Allah kita semua akan menemukan cara kita sendiri dalam menggunakan jilbab. Jilbab merupakan kebutuhan kita dan sebagai simbol beribadah kepada Allah.*/Dikisahkan Carissa D. Lamkahouan, seorang penulis lepas di Amerika Serikat, pada On Islam.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:jilbab
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ibu untuk Anak Kita
Tulisan selanjutnya Adegan Kekerasan Lebih banyak Terdapat pada Kartun Anak Dibanding Film Orang Dewasa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Cermin

“Nak, Ustadzah Boleh Peluk?”

2 Juli 2022 09:40
Cermin

Cerita Almarhum Pendiri Hidayatullah Kepingin Berjumpa Ramadhan Tahun Ini…

17 Februari 2022 07:59
Cermin

Ketika Nikmat Shalat Berjamaah Itu Terhalangi, Begini Pengakuan Sang Dai…

3 Januari 2022 05:00
Cermin

Bantuan Allah itu Datang Tengah Malam Persis Sesuai yang Dibutuhkan

27 Desember 2021 15:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?