Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Mengenang Ramadhan Ceria Muslim Canberra

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 September 2011 16:43
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Ramadhan telah berlalu, namun kenangangannya masih berbekas hingga bulan Syawal ini. Seperti hal nya kebanyakan kaum Muslim di seluruh dunia, detik-detik berbuka di negeri seperti Australia selalu dinantikan oleh setiap Muslim yang menjalani puasa. Apalagi hidangan takjil berupa aneka penganan kecil dan minuman serta kurma sudah tersedia di depan mata setelah berpuasa selama kurang lebih 12 jam di musim dingin kali ini.

Makanan khas selera Nusantara yang dihidangkan oleh host acara juga menjadi daya tarik tersendiri. Kebersamaan acara buka bersama selalu menghadirkan sensasi spiritual dan kekeluargaan yang mengundang kehadiran ratusan orang memenuhi Balai Kartini KBRI Indonesia di Canberra.

Kali ini keluarga Muslim yang tergabung dalam Australian Indonesian Muslim Foundation ACT (AIMFACT) dan Australian Indonesian Family Association (AIFA) menjadi host acara buka puasa bersama yang diadakan hari sabtu (13 Agustus 2011) tersebut.

Lebih dari 300 orang dari Queenbeyan, Woden, Belconnen, City dan Tuggeranong termasuk bapak Duta Besar hadir dalam acara mingguan tersebut. Bersama keluarga mereka menghadiri buka puasa bersama, beberapa diantaranya Bule Muslim beserta keluarga Indonesia dan anak-anak mereka serta para mahasiswa kita yang sedang menempuh study di Canberra.

Rangkaian acara Ramadhan di Canberra tahun ini pun terasa lebih ceria dari tahun kemarin karena dua hal. Pertama, karena keceriaan anak-anak yang tampil dalam berbagai perlombaan dan pentas seni. Kedua, anak-anak itu tergabung sebagai santriwan/santriwati “TPA Ceria”. Kegiatan TPA Ceria yang biasanya berlokasi di bangunan Australian National University Muslim Association (ANUMA) seperti berpindah ke Balai Kartini KBRI Indonesia di Canberra pada Ramadhan tahun ini.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Anak-anak mulai umur 1 sampai 12 tahun itu sibuk dengan lomba azan, cerdas cermat keislaman, lomba puzzle dan lomba mewarnai sesuai kelompok umur serta menyanyikan lagu islami.

Antusiasme anak-anak sangat tinggi mengikuti perlombaan tersebut seperti terlihat pada perlombaan mewarnai gambar islami. Lomba puzzle menjadi tantangan tersendiri bagi anak-anak yang baru pertama kali mengikutinya seperti pada kelompok umur 2-4 tahun. Lomba azan cukup memberikan oase tersendiri di negeri yang suara azan tidak boleh diperdengarkan di tempat terbuka.

Sedangkan lomba cerdas cermat keislaman cukup menarik perhatian para orang tua dengan menyemangati anak-anak mereka berlomba. Pada akhirnya keceriaan itu dinikmati oleh semuanya, karena setiap peserta lomba mendapatkan hadiah yang menarik.

Acara dilanjutkan dengan menyantap takjil, sholat maghrib berjamaah, berbuka puasa bersama, sholat isya serta sholat tarawih berjamaah. Kultum diberikan diantara sholat Isya’ dan sholat tarawih. Penjelasan sang ustadz tentang hadist sahih Nabi SAW bahwa silaturahmi bisa menambah umur dan rejeki dalam pendekatan ilmiah sangat menarik disimak oleh para jamaah. Hasil penelitian di sebuah kota kecil di Amerika di mana komunitas Italia rata-rata berumur lebih panjang diketahui karena kegemaran bersilaturahmi antara tetangga, saling menyapa dan mengenal satu dan lainnya memberikan pembenar atas hadist Nabi diatas. Sedangkan silaturahmi akan menambah rezeki menurut penceramah tentu masuk dalam common sense setiap orang karena luasnya jaringan pertemanan akan mendatangkan banyak hal termasuk rezeki.

Penyambung Silaturahmi

Bagi masyarakat Indonesia di Canberra, acara itu juga sebentuk penyambung tali silaturahmi masyarakat yang hidup terpencar di berbagai suburb. Bagi para mahasiswa yang baru datang ke Australia untuk menempuh studi tahun ini, acara tersebut bisa sedikit mengobati kerinduan Tanah Air yang ditinggalkan dan bertemu dengan “keluarganya” yang lain.

Beberapa warga non Muslim juga nampak hadir serta turut menikmati hidangan dan acara tersebut. Acara iftaar jama’i di Canberra mirip acara budaya tanpa kehilangan substansi nilai ibadahnya.

Sebagai komunitas minoritas di Canberra, Muslim terus bergeliat dengan berbagai kegiatan keislamannya. Ibadah puasa sebagai ritual melatih keimanan juga sebagai ajang ekspresi Muslim mewujudkan rahmatan lil alamin. Muslim Canberra tersentuh dengan penderitaan yang dialami masyarakat Somalia yang kelaparan, seperti nampak dalam penggalangan dana sumbangan sesaat setelah sholat Jumat di kampus ANU beberapa waktu lalu.

Yarralumla Mosque juga mengumpulkan donasi untuk masyarakat di tanduk Afrika yang sedang mendapat musibah bencana kelaparan seperti nampak pada poster di Canberra Institute of Technology (CIT) yang penulis jumpai.

Bagi orang di negara Barat yang rasional, puasa adalah hal yang dianggap aneh dan menyiksa diri. Namun sebagai seorang Muslim, puasa berarti menghayati rasa lapar orang-orang miskin dan tidak beruntung lainnya untuk meningkatkan rasa solidaritas dan kasih sayang. Hidup di tengah-tengah masyarakat liberal Australia ternyata tak menyurutkan keinginan Muslim untuk menyemarakkan bulan suci Ramadhan dengah ibadah, silaturahmi dan membangun kebersamaan. Liberalisme ternyata tak berpengaruh banyak bagi Muslim yang mempunya nilai-nilai dan keimanan yang khas. Wallohu a’lam bissawab. *

Nico Andrianto, penulis adalah Mahasiswa Master of Policy and Governance Program, Crawford School of Economics and Government, Australian National University, Canberra, Australia 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migratePuasaRamadhan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Inggris Kirim Utusan Buka Kembali Kedutaan di Tripoli
Tulisan selanjutnya Pelunasan BPIH Tahap Kedua 6-9 September

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat

Terbaru

  • Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil
  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?